Awan Kumulonimbus, Momok Menakutkan Dunia Penerbangan

Beberapa hari yang lalu masyarakat digegerkan dengan penampakan awan kumulonimbus diatas langit bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kemunculan awan mengerikan tersebut menyebabkan mungkin saja munculnya ke khawatiran bagi para pengguna jasa pesawat terbang untuk menaiki pesawat saat itu.

Ya, melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat memanglah menjadi pilihan terbaik oleh kebanyakan orang saat ini.

Namun, bagi mereka yang sering melakukan perjalanan menggunakan pesawat pastilah pernah merasakan guncangan saat berada diatas pesawat.

Banyak yang akhirnya merasa khawati namun banyak pula yang merasa biasa-biasa saja akan hal tersebut.

Namun, tahukah anda penyebab guncangan tersebut?

Guncangan yang biasanya dirasakan saat berada di didalam pesawat umumnya terjadi saat pesawat memasuki sebuah gumpalan awan.

Didalam dunia digantara, tidak semua awan memiliki sifat yang sama. Ada awan yang aman untuk di lalui oleh pesawat, namun ada pula awan yang perlu diwaspadai bahkan ada yang harus dihindari.

Jenis-jenis awan tersebut dapat diketahui dengan menggunakan wather radar yakni sejenis radar pembaca cuaca yang dimiliki hampir setiap pesawat.

Radar tersebut akan memberikan informasi mengenai cuaca serta kondisi awan kepada sang pilot yang berada di cocpit pesawat berupa warna-warna awan untuk selanjutnya dianalisa oleh sang pilot.

Jenis warna awan yang biasanya diberikan oleh weather radar adalah berwarna hijau, kuning, merah, serta magenta.

Awan yang berwarna hijau menandakan bahwa awan tersebut aman untuk dilalui oleh pesawat, namun sang pilot diminat untuk memberikan pengumuman anjuran menggunakan sabuk pengaman saat memasuki awan tersebut.

Namun apabila warna awan adalah magenta maka sang pilot harus mewaspadai awal tersebut sebab jenis awan tersebut umumnya adalah pusat badai yang dapat memberikan efek turbulen kepada pesawat, awan inilah yang dikenal dengan awan Kumulonimbus.

Jenis awan inilah yang diindikasikan sebagai penyebab utama hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 pada tahun 2014 lalu, sebagai mana yang diumumkan oleh BMKG bahwa jenis awan tersebut berada tepat di jalur penerbangan AirAsia saat it.

Sejak Dahulu, Keberadaan awan ini menang sering dianggap sebagai salah satu momok menakutkan dikalangan para penerbang. Dimana dampaknya dapat memberikan efek turbulensi terhadap pesawat bahkan dapat menyebabkan mesin mati sehingga pesawat kehilangan daya dorong.

Awan Kumulonimbus

awan kumulonimbus
wikipedia.org

Awan kumulonimbus adalah salah satu jenis awan yang terbentuk secara vertikal yang dapat mecapai ketinggian hingga 60000 kaki.

Kumulonimbus berasal dari dua suku kata yakni, Cumulu yang diartikan sebagai gumpalan , serta Nimbus yang berarti hujan.

Penyebab Munculnya Awan Kumulonimbus

Sebab utama munculnya awan Kumulonimbus adalah adanya ketidak stabilan atmosfer yang disertai dengan terjadinya konveksi akibat terjadinya pemanasan bumi yang diakibatkan oleh radiasi dari matahari.

Oleh karena itu, awan yang berjenis Kumulonimbus akan lebih sering dijumpai pada daerah tropis dikarenakan tingkat konveksi akibat sinar matahari sangat tinggi.

Semakin tinggi radiasi matahari terhadap awan makan semakin banyak kilat yang tercipta hingga dapat menghasilkan hujan lebat dan Tornado.

Ciri-Ciri Awan Kumulonimbus

ciri-ciri awan kumulonimbus
flickr.com

Awan Kumulonimbus memiliki ciri-ciri yakni sebagai berikut:

  • Bentuknya menyerupai menara atau kubah.
  • Terlihat serat-serat halus pada bagian atas awan.
  • Membawa tetesan air hujan bahkan kristal es.
  • Memancarkan kilat dan guntur.
  • Dapat menyebabkan curah hujan yang sangat tinggi tetapi dalam durasi yang singkat.

Itulah beberapa ciri-ciri awan kumulonimbus.

Apa Saja Dampak Awan Kumulonimbus Bagi Pesawat?

bahaya kumulonimbus pada pesawat
maxpixel.net

Seperti yang dijelaskan diatas, awan kumulunimbus dapat menyebabkan pesawat yang melintasinya mengalami turbulensi sehingga pesawat bisa hilang kendali.

Turbulensi yang dialami pesawat diakibatkan oleh pergerakan partikel udara yang ada pada awan yang tidak menentu serta kekuatan pergerakan udara yang sangat tinggi yang tidak dapat di imbangi oleh pesawat.

Partikel es yang dibawah oleh awan sangat berpotensi menyebabkan kerusakan yang parah pada badan pesawat.

Bahkan tidak jarang partikel es tersebut terisap masuk kedalam mesin pesawat sehingga menyebabkan mesin pesawat mati dan kehilangan tenaga.

Selain itu, awan kumulunibus juga dapat menciptakan petir yang sangat dahsyat. Petir tersebut lahir dari pusat awan yang selanjutnya dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi disertai dengan angin kecang.

Semakin tinggi radiasi matahari maka kemungkina semakin banyak petir yang dihasilkan.

Petir yang dihasilkan dari pusat awan tersebut membawa tegangan listrik yang sangat tinggi sehingga sangat berpotensi merusah sistem kelistrikan serta alat-alat pendukung navigasi pesawat.

Selain menjadi ancaman saat dalam penerbangan, awan ini juga dapat menjadi ancaman saat pesawat akan mengalami pendaratan di bandara.

Perubahan arah angin yang terjadi secara tiba-tiba, serta tekana angin yang tinggi dari atas kebawah dapat menyebabkan pesawat terhempas kebawah sehingga menyulitkan pesawat mendarat dengan mulus bahkan berpotensi menyebabkan pesawat mengalami hard landing hingga tergelincir.

Itulah beberapa hal-hal yang menjadikan awan kumulunimbus menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan pilot.

Oleh karena sifat awan yang sangat berbahaya maka kebanyakan pilot memilih untuk menghindarinya saat sedang mengudara.

Apabila terjadi di bandara maka sang pilot akan memilih untuk menunda pendaratan demi keselamatan para penumpang.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai awan kumulonimbus, semoga bermanfaat.

Leave a Comment