Bimbingan Konseling [Pengertian, tujuan, asas, Prinsip, dan Manfaat]

Bimbingan Konseling – Menjalani sebuah kehidupan kita tak akan pernah lepas dari yang namanya nasehat atau peringatan entah di rumah, di sekolah, dijalan dan dimanapun kita berada.

Bahkan pemerintah pun ikut berpastisipasi dalam nasehat menasehati antar sesama manusia sosial.

Banyak hal yang dilakukan pemerintah seperti membuat iklan layanan masyarakat, membentuk beberapa kelompok pemerhati sosial dan lain-lain.

Di sekolah hal ini akan dikhususkan kepada mereka yang jauh lebih mnegerti tentang nasehat-menasehati, seperti yang kita ketahui sebagai guru BK.

Mendengar nama guru BK mungkin akan membuat beberapa dari anda yang punya pengalaman buruk disekolah dengan mereka sedikit paranoid mendengar namanya.

Tapi sejak dulu saya selalu bertanya kenapa mereka kerjanya cuman menghukum orang saja, menghukum anak-anak yang nakal di sekolah. Kenapa mereka tidak membuat mata pelajaran tentang bimibingan dan konseling itu?.

Ok, mari kita bahas apa sih Bimibingan Konseling itu, berikut penjelasanya.

Pengertian Bimbingan Konseling

defenisi bimbingan konseling
pixabay.com

a. Bimbingan

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1)

Bimbingan ialah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki bisa mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.

Prayitno dan Erman Amti (2004: 99),

Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan potensi individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5),

Berpendapat bahwa bimbingan merupakan bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.

b. Konseling

Konseling ialah hubungan pribadi yang dilakukan secara langsung antara dua orang dimana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar.

Dalam hal ini konseli dibantu agar mereka bisa memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.

Lebih lanjut konseli diharapkan bisa belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).

Jones (Insano, 2004 : 11) mengatakan bahwa konseling ialah suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien.

Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-perseorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dibuat untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, agar dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

Jadi kita bisa mengambil sebuah kesimpulan tentang pengertian Bimibingan Konseling, yaitu :

Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan secara langsung oleh seorang konselor kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah atau yang disebut konseli yang bertujuan pada teratasinya masalah.

Tujuan Bimbingan Konseling

memahami bimbingan konseling
pixabay.com

Tujuan bimbingan konseling terbagi kedalam berbagai macam tujuan digolongkan berdasarkan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa tujuan bimbingan konseling.

a. Tujuan Bimbingan Konseling Berkaitan Dengan Aspek Pribadi-Sosial Konseli

  • Mempunyai komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
  • Mempunyai sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
  • Mempunyai pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), sertadan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
  • Mempunyai pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
  • Mempunyai sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Mempunyai kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat.
  • Bersikap hormat terhadap orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya.
  • Mempunyai rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.
  • Mempunyai kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan sesama manusia.
  • Mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
  • Mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.

b. Tujuan bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan aspek akademik (belajar)

  1. Mempunyai kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
  2. Mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
  3. Mempunyai motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
  4. Mempunyai keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
  5. Mempunyai keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
  6. Mempunyai kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

c. Tujuan Bimbingan Konseling Berkaitan Dengan Aspek Karir

  • Mempunyai pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
  • Mempunyai pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
  • Mempunyai sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam artian ingin dan mampu bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
  • Mempunyai kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
  • Mempunyai kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
  • Mampu membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan terhadap arah karir. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang berkaitan erat dengan karir keguruan tersebut.
  • Mengetahui keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam sebuah karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki.

4 Fungsi bimbingan konseling

apa saja fungsi bimbingan konseling
pixabay.com

Bimbingan konseling memiliki beberapa fungsi utama yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam memberikan bimbingan konseling kepada para konseli.

Berikut  beberapa fungsi bimbingan konseling:

1.Fungsi Pemahaman

Fungsi Pemahaman merupakan fungsi bimbingan dan konseling yang memberikan bantuan kepada para konseli agar mampu memahami dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).

Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu menggali potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

2. Sebagai Preventif

Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berhubungan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli.

Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan terhadap konseli perihal cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.

3. Pendukung Pengembangan

Fungsi Pengembangan, adalah fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya.

Konselor akan berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli.

Konselor dan seluruh anggota-anggota maupun panitia-panitia Sekolah/Madrasah bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya.

Teknik bimbingan yang bisa digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming),home room, dan karyawisata.

4. Sebagai Penyembuh

Fungsi Penyembuhan, adalah fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berhubungan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

Teknik yang bisa digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.

Manfaat Adanya Bimbingan Konseling

• Bimbingan konselingmampu membuat diri kita merasa lebih baik, merasa lebih bahagia, tenang dan nyaman karena bimbingan konseling akan membantu kita untuk menerima setiap sisi yang ada di dalam diri kita.

• Bimbingan konseling juga membantu kita dalam menghilangkan stress dan depresi yang kita alami karena kita dibantu untuk mencari sumber stress tersebut serta dibantu pula mencari cara penyelesaian terbaik dari permasalahan yang belum terselesaikan itu.

• Bimbingan konseling membantu kita agar mampu memahami dan menerima diri sendiri dan orang lain sehingga akan meningkatkan hubungan yang efektif dengan orang lain serta dapat berdamai dengan diri sendiri.

• Perkembangan personal akan meningkat secara positif dengan adanya bimbinga konseling yang bertahap dan bermanfaat.

Asas – Asas Dalam Bimibingan Konseling

asas-asas bimbingan konseling
pixabay.com

• Asas Kerahasiaan (confidential); adalah asas yang menuntut dirahasiakannya segala data dan keterangan peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain.

Dalam hal ini, konsoler berkewajiban memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin,

• Asas Kesukarelaan; adalah asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti dan menjalani layanan, kegiatan yang diperuntukkan baginya.

Guru pembimbing atau konsoler akan diberi sebuah kewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu.

• Asas Keterbukaan; adalah asas yang menghendaki agar peserta didik yang menjadi sasaran dari layanan kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.

Baik dalam memberikan keterangan perihal dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Konsoler berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien).
Agar peserta didik mau terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.

Asas keterbukaan ini sangat bertalian erat dengan asas kerahasiaan dan asas kekarelaan.

• Asas Kegiatan; adalah asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan.

Guru Pembimbing (konselor) harus mendorong dan memotivasi peserta didik untuk dapat aktif dalam setiap layanan/kegiatan yang diberikan kepadanya.

• Asas Kemandirian; adalah asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling; yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan/kegiatan bimbingan

konseling diharapkan mampu menjadi individu-individu yang mandiri, dengan ciri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan, serta mewujudkan diri sendiri.

Guru Pembimbing ataupun konselor hendaknya bisa untuk mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling bagi berkembangnya kemandirian peserta didik.

• Asas Kekinian; adalah asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarang.

Kondisi masa lampau dan masa depan dijadikan sebagai dampak dan memiliki keterkaitan terhadap apa yang ada dan diperbuat peserta didik (klien) pada saat sekarang.

• Asas Kedinamisan; adalah asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.

• Asas Keterpaduan; adalah asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan.

Dalam hal ini, kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dalam bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan wajib dilaksanakan sebaik-baiknya.

Prinsip-prinsip dalam bimbingan konseling

apa saja prinsip bimbingan dan konseling
pixabay.com

a. Bimbingan dan Konseling Dibuat Untuki Semua Konseli

Berdasar dari prinsip ini bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Dalam hal ini pendekatan yang dipakai dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual).

b. Bimbingan dan Konseling Sebagai Proses Terciptanya Individuasi

Setiap konseli memiliki sifat yang unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut.

Prinsip ini juga mengatkan bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok.

c. Bimbingan Dengan Menekankan Hal yang Positif.

Dalam kenyataan masih banyak konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi.

Sangat berbeda dengan apa yang ada di pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan.

karena bimbingan adalah cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang.

d. Bimbingan dan konseling adalah Usaha Bersama.

Bimbingan tidak hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Semua bekerja sebagai teamwork.

e. Pengambilan Keputusan adalah Hal yang Esensial Dalam Bimbingan dan Konseling.

Bimbingan dperuntukan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.

Bimbingan memiliki peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan.

Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli agar memper-timbangkan, menyesuaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat.

Kemampuan dalam membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan.

Tujuan utama bimbingan ialah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.

f. Bimbingan dan Konseling yang Berlangsung Dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan.

Pemberian pelayanan pada bimbingan tidak hanya berlangsung pada Sekolah/Madrasah saja, akan tetapi juga pada lingkungan keluarganya perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya.

Bidang pelayanan bimbingan pun memiliki sifar yang multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan.

Well sobat Toriolo demikian artikel tentang bimbingan konseling, bagaimana? Masih ada pertanyaan seputar bimbingan konseling?, jangan ragu buat komen dibawah ya.

Leave a Comment