Ulasan Lengkap Efin Pajak – Pengertian, Jenis, Cara Pengajuan, Serta Penyelesaian Masalahnya

Efin Pajak – Pajak, Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar mendengar kata ini? , mungkin anak-anak umur lima tahun tidak akan tahu apa itu pajak. Tapi bagi anda yang sedang membaca tulisan ini tentunya sudah mengerti akan hal itu.

Atau anda termasuk dari mereka yang tak mengerti akan hal ini?, hmm karena ternyata pajak masih menjadi ‘momok’ untuk segelintir orang. Mereka melihatnya seolah itu adalah sosok hantu dibalik pintu lemari yang kita takuti sewaktu kecil.

Tapi yang menjadi pertanyaan adalah kenapa bisa mereka takut? Apa yang membuat pajak itu begitu seram bagi orang-orang tersebut.

Nah, sepertinya yang terjadi di masyarakat itu adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan mereka tentang pajak. Jadinya untuk beberapa orang salah kaprah bahkan sangat menghir dari yang namanya pajak.

Karena kurangnya pemahaman tentang pajak, secara otomatis kesadaran untuk membayar pajak juga jadi minim bahkan mungkin lebih banyak yang memilih tidak membayarnya ketimbang yang membayarnya.

Supaya anda para pembaca tidak salah paham lagi mengenai pajak maka saya berikan pebahasannya dibawah ini.

Kami akan jelaskan tentang apa itu Pajak dan juga Efin Pajak yang mungkin kalian harus tahu bagi kalian yang pembayar pajak pemula.

Pengertian Pajak

pengertian pajak adalah
pixabay.com

Pajak adalah pungutan wajib yang dilakukan kepada rakyat dan dibayar rakyat untuk Negara, yang akan digunakan untuk memnuhi kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.

Rakyat yang telah membayar pajaknya tidak akan merasakan manfaat dari pajak itu secara langsung, karena pajak diperuntukan untuk kepentingan bersama, tidak untuk kepentingan pribadi.

Pajak menjadi salah satu sumber dana pemerintah agar dapat melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun yang berada di daerah. Pemungutan pajak bisa saja dilakukan secara paksa selama dilaksanakan berdasarkan undang-undang.

Pajak memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, terutama untuk pembangunan. Pajak menjadi sumber pendapatan negara untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dibutuhkan, termasuk pengeluaran untuk pembangunan.

Bagaimana sampai disini?, kalian sudah tahu kan apa itu pajak?. Nah, sebelum melangkah ke Efin Pajak hendaknya anda tahu lebih dulu fungsi pajak itu apa.

Fungsi Pajak

fungsi-fungsi pajak
pixabay.com

Berikut beberapa fungsi pajak :

1. Fungsi Anggaran

Pajak adalah sumber pemasukan keuangan negara melalui pengumpulan dana atau uang dari wajib pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran-pengeluaran negara lainnya.

Sehingga fungsi pertama pajak adalah sumber pendapatan negara yang memiliki tujuan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi)

Pajak merupakan alat untuk melaksanakan atau mengatur kedaulatan negara dalam lapangan sosial dan ekonomi. Berikut beberapa fungsi mengatur tersebut antara lain:

  • Pajak berfungsi sebagai penghambat laju inflasi.
  • Pajak dapat berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kegiatan ekspor, seperti: pajak ekspor barang.
  • Pajak dapat menjadi proteksi atau pelindung terhadap barang produksi dari dalam negeri, contohnya: Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  • Pajak mampu mengatur dan menarik jalannya investasi modal yang membantu perekonomian agar semakin produktif.

3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi)

Pajak mampu menyesuaikan dan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

4. Fungsi Stabilisasi

Pajak dapat juga digunakan untuk menstabilkan kondisi atau keadaan perekonomian negara, diantaranya: untuk mengatasi inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

Untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi yang terjadi, pemerintah akan menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar dapat ditambah dan deflasi dapat di atasi.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai fungsi pajak

Keempat fungsi pajak di atas merupakan fungsi dari pajak yang umum diterapkan di berbagai negara. Indonesia, sekarang ini pemerintah lebih menitik beratkan kepada 2 fungsi pajak yang pertama.

Untuk Lembaga Pemerintah yang memiliki wewenang dalam perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tanggung jawab atas kewajiban membayar pajak berada pada anggota masyarakat sendiri dalam memenuhi kewajiban tersebut, berdasar pada sistem self assessment yang dianut dalam Sistem Perpajakan Indonesia.

Direktorat Jenderal Pajak, sesuai tugasnya memiliki kewajiban melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan, serta pengawasan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya tersebut.

Demikian perihal mengenai apa itu pajak serta beberapa fungsinya secara umum, selanjutnya pembahasan kita terkait Efin Pajak, apa sih Efin pajak itu?.

Apa Itu EFIN PAJAK?

apa itu efin pajak
pixabay.com

Menjadi seorang warga negara maka anda akan turut andil dalam sebuah pembangunan negara tersebut, yaitu dengan cara membayar pajak. Membayar pajak adalah contoh wujud nyata anda dalam peran serta pembangunan bangsa.

Dalam sistem pemungutan pajak ini, maka warga negara yang taat akan aturan diharapkan untuk dapat memperhitungkan, membayar serta melaporkan pajak atas penghasilan yang diperoleh dalam satu tahun pajak tersebut.

kudu perpajakan akan dihitung setiap tahunnya dan diakhiri dengan meng kudukan wajib pajak (baik pajak pribadi maupun pajak badan usaha) untuk melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan.

Kudu pajak paling lambat akhir bulan Maret tahun berikutnya untuk wajib pajak pribadi dan akhir bulan April tahun berikutnya bagi kudu pajak badan usaha.

Dengan begitu dapat kita ketahui bahwa meskipun sebelumnya pajak telah dihitung dan dibayarkan oleh mekanisme pemotongan yang dilakukan oleh pihak lain, namun tetap saja wajib pajak kudu tetap melaporkan pajaknya.

Setiap tahunnya orang-orang datang dan mengantri di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dengan tujuan melaporkan pajak tahunannya.

Berdasar dari keadaan seperti ini maka pemerintah menawarkan cara yang lebih mudah dilakukan kudu pajak dalam melaporkan pajak tahunannya yaitu dengan e-Filling.

Pada pelaporan SPT Tahunan pada tahun 2015 yang baru dilaporkan di tahun 2016, pemerintah melalui KPP masing-masing Telah banyak menghimbau dan memperkenalkan pelaporan pajak secara online ini kepada masyarakat.

Hal tersebut dapat dilihat dengan diatawarkannya bantuan di KPP untuk membantu para wajib pajak dalam melakukan pelaporan secara online malalui e–Filling.

EFIN adalah akronim dari Electronic Filling Identification Number yaitu sebuah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak agar transaksi pajak dapat dilakukan secara online (misalnya: e-Filling).

Dengan hadirnya EFIN, maka diharapkan kudu pajak pribadi dapat melaporkan SPT Tahunannya secara online serta aman dan rahasia.

EFIN atau Electronic Filing Identification Number adalah nomor identitas yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada wajib pajak untuk mempermudah melakukan transaksi elektronik di antaranya untuk e-Filing pajak.

EFIN dapat digunakan sebagai salah satu alat autentikasi agar setiap surat pemberitahuan pajak (SPT) yang Anda kirimkan dapat dienkripsi sehingga kerahasiaannya tetap terjamin.

Jenis-Jenis Efin Pajak

mengetahui jenis-jenis efin pajak
pixabay.com

Sebelum Anda pergi ke kantor pajak dan meminta pengajuan e-fin baiknya anda perlu mengetahui beberapa jenis e-fin, berikut mimin jelaskan.

Efin pajak dibagi menjadi dua, yaitu e-fin Pajak Pribadi dan e-fin Pajak Wajib Badan. Apa saja perbedaannya? simak penjelasannya di bawah ini.

1. E-fin Pajak Pribadi

E-fin Pajak Pribadi adalah sebuah kode yang akan digunakan untuk melakukan pelaporan SPT. Adapun persyaratan yang harus anda penuhi antara lain ;

  • Formulir aktivasi e-fin yang telah diisi
  • Alamat email aktif dan masih digunakan untuk mengirimkan verifikasi
  • Identitas diri anda baik asli dan fotokopi (KTP untuk WNI atau KITAS / KITAP untuk WNA)
  • NPWP asli dan fotokopinya.

2. E-fin Pajak Wajib Badan

Sedangkan E-fin Pajak Wajib Badan bisa digunakan untuk laporan SPT bagi wajib badan yang dilakukan oleh petugas dari badan yang bersangkutan ataupun pengusaha itu sendiri.

Berikut persyaratan yang harus anda penuhi, antara lain :

a. Efin Wajib Pajak Badan

  • Fotokopi kartu NPWP maupun Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak Badan.
  • Fotokopi kartu NPWP ataupun Surat keterangan terdaftar pengurus yang bersangkutan.
  • Fotokopi identitas diri sebagai pengurus (KTP untuk WNI atau KITAS/KITAP untuk WNA).
  • Surat kuasa sebagai bukti pengurus yang mewakili dari wajib pajak badan.

b. Efin Wajib Pajak Kantor Cabang

  • Fotokopi kartu NPWP maupun Surat Keterangan terdaftar kantor cabang.
  • Fotokopi kartu NPWP ataupun Surat Keterangan terdaftar pimpinan kantor cabang.
  • Fotokopi identitas diri sebagai pimpinan kantor cabang (KTP untuk WNI atau KITAS/KITAP untuk WNA).
  • Surat bukti pengangkatan pimpinan kantor cabang.
  • Surat kuasa atau penunjukan pimpinan kantor cabang sebagai pengurus yang mewakili badan.

Pada dasarnya kedua jenis e-fin ini sama, tapi yang membedakannya adalah persyaratan berkas yang akan Anda siapkan.

setelah mengetahui apa itu efin yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana cara saya mendapat efin pajak saya sendiri?.

Cara Mendapatkan EFIN Pajak Pribadi

cara mendapatkan efin pajak
pixabay.com

Untuk mengaktiv kan EFIN, pengurus yang ditunjuk mewakili badan perusahaan atau pimpinan kantor cabang harus melakukan beberapa hal sebagai berikut ini:

1. Unduh Formulir Aktivasi EFIN

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mendownload formulir aktivasi Efin anda. Bisa anda dapatkan juga dengan berkunjung ke KPP terdekat, bertanyalah kepada petugas untuk langkah-langkah berikutnya.

2. Ajukan Formulir & Dokumen yang Dibutuhkan ke KPP Terdekat

Selanjutnya wajib pajak pribadi harus melengkapi formulir aktivasi EFIN tersebut (kosongkan di bagian kolom nomor EFIN) dan kunjungi KPP terdekat dengan membawa dokumen-dokumen berikut ini:

  • Formulir aktivasi EFIN yang sudah anda dilengkapi
  • Alamat email aktif dan masih digunakan
  • Siapkan baik Fotokopi maupun asli identitas diri (KTP untuk WNI atau KITAS/KITAP untuk WNA)
  • Siapkan Fotokopi dan asli NPWP

Setelah anda mendapatkan EFIN dari kantor pajak, jaga kerahasiaannya untuk menghindari penggunaan EFIN yang tidak sah.

3. Aktivasi EFIN Anda

Setelah mendapatkan EFIN dari petugas KPP, selanjutanya adalah mengaktifkan nya. Setelahnya anda akan mendapatkan email konfirmasi yang berisi password sementara.

Anda bisa mengubah password tersebut dengan cara meng klik tautan tersebut dan ganti sesuai keinginan anda.

4. Daftarkan EFIN Anda di OnlinePajak

Bagi anda yang hendak melakukan e-filing atau lapor SPT pribadi secara online di OnlinePajak secara gratis, pertama buat akun dan selanjutnya daftarkan EFIN Anda di OnlinePajak.

OnlinePajak merupakan aplikasi resmi yang telah disahkan DJP untuk menyediakan e-SPT dan e-filing SPT dengan Surat Keputusan Nomor 193/PJ/2015.

Pengajuan EFIN Pajak Kolektif

mendapatkan efin pajak kolektif
pixabay.com

Bagi karyawan-karyawati perusahaan yang hendak mengajukan permohonan pengaktifan EFIN kolektif, berikut ini adalah beberapa persyaratannya:

  • Karyawan yang mengajukan EFIN wajib lebih dari 20 orang.
  • Nama karyawan tercantum dalam SPT PPh Pasal 21.
  • Perusahaan yang hendak mengajukan permohonan wajib menyediakan tempat dan peralatan yang dibutuhkan untuk mengaktivasi pajak.
  • Karyawan yang mengajukan permohonan aktivasi EFIN diwajibkan hadir saat pengaktifan EFIN.

Setelah berhasil mendapat Efin pajak anda maka selanjutnya anda harus mendapatkan kode Efin anda, berikut cara mendapatkan kode pribadi anda :

1. Unduh dan lengkapi formulir

Anda dapat langsung pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) agar anda bisa mendapatkan e-fin. Namun, untuk lebih mudahnya lagi, anda dapat mengunduh terlebih dahulu dan melengkapi semua persyaratannya agar mempermudah dan mempercepat proses pengajuan e-fin.

Anda bisa mengunduh formulir e-fin di pajak.go.id . Cetak, dan isi formulirnya, kecuali bagian kolom kode e-fin Anda kosongkan karena akan diisi oleh petugas pajak.

Lakukan seperti apa yang dijelaskan sebelumnya.

2. Menyiapkan berkas

Setelah selesai melengkapi formulir, siapkan berkas yang dibutuhkan, karena wajib pajak pribadi dan badan memiliki persyaratan yang berbeda satu sama lain.

Jika telah selesai melengkapi semuanya, segeralah anda pergi ke kantor pajak dan menyerahkan semua berkas kepada petugas untuk selanjutnya diproses dan mendapatkan kode efin.

3. Mengaktivasi Efin Pajak

Setelah menerima kode efin, Anda dapat melakukan semua aktivasi secara mandiri, hal tersebut dapat anda lakukan di website resmi DJP maupun ASP (Application Service Provider) lainnya.

Bagi para wajib pajak pribadi maupun badan harus mendatangi KPP terdekat agar bisa mendapatkan kode e-fin dan sangat tidak dinajurkan untuk diwakilkan.

Hal tersebut sudah diatur dalam peraturan DJP Nomor PER – 32/PJ/2017 tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online.

Jadi mau apalagi? Permudah lapor pajak Anda cukup mengaktifkan efin anda sekarang juga.

Pelaporan pajak online atau e-Filing akan sangat memudahkan wajib pajak melaporkan SPT secara elektronik. Para wajib pajak badan harus mengaktivasi efin terlebih dahulu sebelum anda melakukan e-Filing.

E-FIN Pajak atau singkatan dari Electronic Filing Identification Number adalah sebuah kode aktivasi yang dikeluarkan DJP untuk melakukan registrasi menu e-filing.

EFIN adalah salah satu alat autentikasi agar setiap e-filing SPT dapat dienkripsi sehingga menjamin semua kerahasiaannya.

Setelah selesai dengan kode efin anda maka masalah semua orang adalah pelupa, bahkan sampai hal-hal kecil.
Maka dari itu buat kalian yang merasa akan lupa atau bahkan sudah lupa dengan kode Efin anda mak wajib bagi anda membaca penjelasan mimin berikut ini.

Masalah Lupa Kode EFIN Pajak? Tak Perlu Khawatir

lupa kode efin pajak
pixabay.com

Bagaimana keetika hendak Lapor SPT, saya lupa kode efin?

Jangan khawatir lagi, karena Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan baru-baru ini telah membuka layanan pengecekan Electronic Filling Identification Number (EFIN).

Juga layanan informasi kode pembayaran (kode billing) atau kode verifikasi untuk pelaporan SPT melalui ponsel anda.

Bagi anda Wajib Pajak (WP) yang lupa e-FIN atau ingin mendapatkan kode verifikasi bisa mengajukannya melalui Twitter @kring_pajak (https://twitter.com/kring_pajak) maupun live chat di situs resmi DJP www.pajak.go.id.

Waktu Pelayanan

Pemberian informasi dan pengecekan melalui Twitter, live chat, dan telepon hanya bisa dilayani selama waktu operasional Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan Ditrektorat Jenderal Pajak yaitu setiap hari kerja seperti biasanya (Senin-Jumat) pukul 08.00-16.00 WIB.

Prosedur Meminta efin Pajak Kembali

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, bagi Wajib Pajak yang lupa dan ingin minta efin, harus menyiapkan beberapa hal sebagai langkah verifikasi data dari petugas DJP.

Wajib Pajak yang lupa efin akan menerima kode setelah melakukan konfirmasi data berisi:

  1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  2. Nama Anda
  3. Alamat KTP domisili terdaftar pada saat registrasi e-FIN
  4. Alamat email atau nomor telepon aktif terdaftar pada saat registrasi e-FIN
  5. Tahun pajak SPT terakhir

Apabila data yang disajukan cocok dengan data yang ada pada sistem DJP, maka Wajib Pajak akan menerima email dari informasi@pajak.go.id yang berisi informasi EFIN dalam file dengan format PDF.

Untuk membuka file tersebut anda harus memasukkan kata sandi yang tercantum di email yang sama.
Selanjutnya Anda bisa melapor SPT pajak menggunakan e-filing tanpa takut lupa efin.

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai Efin Pajak. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment