Ulasan Lengkap Seputar Dunia Ekspor [Pengertian, Faktor Pendorong, Manfaat, Dokumen, Tahapan, Dll]

Ekspor – Atifitas pedagangan Internasional tidaklah lepas dari dua aktifitas utama yakni ekspor dan impor. Ekspor adalah langkah awal dalam alur realisasi transaksi yang terjadi antar negara sebelum kemudain di lanjutkan dengan impor sebagai penyelesaian akhirnya.

Peran penting aktifitas ekspor terhadap perekonomian suatu negara sangaatlah besar. Oleh karena itu, dalam hal yang satu ini negara memberikan perhatian khusus dalam pelaksanaanya.

Hal tersebut terlihat pada regulasi regulasi yang ditetapkan oleh setiap negara dalam rangka memberikan jaminan kelancaran pelaksanaan ekspor tersebut.

Ekspor

ekspor
ekspor via Pixabay.com

Ekspor dan impor adalah dua kegiatan yang cutama dalam proses perdagangan antar negara di dunia Internasional. Ekspor adalah titik awal aktifitas tersebut dimana produsen membuat dan mempersiapkan serta melakukan pengiriman barang ke pihak importir.

Pengertian Ekspor

Pengertian ekspor adalah sebuah aktifitas transportasi barang atau jasa yang dibawah keluar dari wilayah kepabeanan negara asal menuju negara penerima barang yang sebelumnya telah melalui kesepakatan antara pihak eksportir dan importir.

Dalam hal ini eksportir adalah pihak pihak produsen atau penyedia barang atau jasa, sedangkang importi adalah pihak yang akan mernerima barang atau jasa tersebut.

Kegiatan ekspor ini umumnya dilakukan untuk kegiatan-kegiatan pada bidang ekonomi seperti pada perdagangan Internasional dimana banyak negara melakukan kerjasama khususnya di bidang ekonomi yang akhirnya menodorong terjadinya kegiatan ekspor maupun impor antar negara tersebut.

Faktor-Faktor Pendorong Dilakukannya Aktifitas Ekspor

Geliat aktifitas-aktifitas ekspor yang dilakukan oleh individu, perusahaan, atau negara biasanya didorong oleh beragam faktor baik secara langsung maupun tidak langsung .

Berikut beberapa faktor yang mendorong terlaksananya kegiatan ekspor di suatu negara:

1. Faktor Optimalisasi Laba

Untuk memaksimalkan pendapatan atau keuntungan suatu perusahaan atau negara maka perlu diadakan perluasan jangkauan pasar. Oleh karena itu selain memaksimalkan pasar domestik, perluasan jangkauan pasar hingga ke luar negeri akan membuka peluang laba yang lebih maksimal.

2. Produk Komoditas Dunia

Faktor pendorong ekspor selanjutnya adalah jika sebuah perusahaan atau negara memiliki barang atau produk yang pada dasarnya dibutuhkan oleh dunia internasional.

Tembaga, Timah, Kopi, Teh, Karet, serta rempah-rempah lainnya adalah beberapa contoh produk yang menjadi komoditas internasional dimana hampir semua negara membutuhkan atau menginginkan produk tersebut sehingga mendorong terjadinya perjanjian ekspor impor antara negara produsen dan konsumen.

3. Sumber Daya atau Produksi Yang Melimpah

Sumber daya atau produk yang melimpah terkadang melebihi kebutuhan dalam negeri sehingga dapat mengakbatkan terjadinya masalah ketidakstabilan harga maupun penumpukan barang.

Dari permasalahan tersebut, maka ekspor adalah salah satu solusinya dimana produk produk tersebut disalurkan ke pasar internasional sehingga dapat menghindari terjadinya over produksi di dalam negeri.

4. Adanya Kemudahan Ekspor Dari Pemerintah

Kebanyakan negara saat ini memberikan kemudah bagi perusahaan-perusahan domestik untuk dalam melakukan aktifitas ekspor. Salah satu contohnya adalah adanya Trading House yang dikembangkan oleh pemerintah jepang.

Trading House tersebut menyediakan informasi-informasi mengenai pasar ekspor dunia seperti informasi mengenai analisa pasar, identifikasi pembeli, serta informasi-informasi lainnya yang berhubungan dengan kondisi pasar di suatu negara.

5. Produk Berkualitas

Meskipun suatu produk banyak di produksi oleh negara lain, namun jika produk domestik yang dimiliki mempunyai kualitas yang lebih baik maka peluang untuk bersaing di pasar internasional akan sangat terbuka lebar sebab akan terus dicari oleh para pembeli di dunia sehingga peluang ekspor produk tersebut menjadi sangat besar.

6. Relokasi Industri

Pemindahan industri dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang berupa relokasi industri adalah salah satu pendorong terjadinya ekspor suatu negara.

Hal tersebut dikarenakan produk-produk yang dihasilkan dari industri-industri tersebut akan dijual ke pasar internasional melalui jalur ekspor.

Itulah beberapa faktor-faktro pendorong terjadinya aktifitas ekspor pada sebuah negara dimana negara tersebut akan mendapatkan berbagai manfaat dari aktifitas ekspor tersebut.

Manfaat-Manfaat Eksport

manfaat ekspor
manfaat ekspor via Maxpixel.net

Kegiatan Ekspor yang dilakukan oleh sebuah negara dapat memberikan berbagai macam mafaat yang baik bagi negara khususnya dalam hal pertumbuhan ekonomi. Apa saja manfaat dari kegiatan ekspor yang didapatkan oleh negara? berikut penjelasannya.

1. Meningkatkan Daya Saing

Negara yang melakukan aktifitas perdagangan di pasar internasional akan memiliki daya saing yang kuat Ekspor adalah salahsatunya. Hal tersebut dikarenakan persaingan bisnis di pasar internasional tidak semudah persaingan bisnis di pasar domestik.

Oleh karena itu untuk dapat bertahan pada persaingan di pasar internasional maka sebuah perusahaan atau negara dituntut untuk mampu meningkatkan daya saing produk masing masing untuk dapat bertahan atau menaklukan pasar tersebut.

2. Meningkatkan Keuntungan

Memaksimalkan keuntungan adalah hal yang sangat lumrah dalam suatu aktifitas perdagangan. Pasar ekspor akan memberikan peluang perluasan jangkauan pasar yang akan berdampak pada peningkaan nilai penjualan yang tentunya akan berdampak pada peningkatan keuntungan.

3. Mengurangi Persaingan di Pasar Domestik

Berlimpahnya sebuah produk di pasar domestik akan menyebabkan tingkat persaingan menjadi sangat tinggi. Untuk menghindari persaingan yang sangat tinggi tersebut maka produsen memilih untuk memperluas atau membuka pasar baru hingga ke negara lain.

4. Meningkatkan Jumlah Produksi

Dengan adanya perluasan pasar hingga ke manca negara maka kebutuhan pasar pun menjadi semakin meningkat.

Semakin luas pasar maka semakin besar permintaan produk, dengan begitu sebuah industri dapat menigkatkan jumlah produksinya menyesuaikan degan peningkatan kebutuhan pasar.

5. Menigkatkan Investasi

Tingginya aktifitas ekspor impor pada sebuah negara akan mengakat nilai investasi pada negara tersebut.

6. Meningkatkan Kerjasama Antar Negara

Dampak dari aktifitas pedagangan antar negara tidak hanya terlihat pada kondisi ekonomi saja, akan tetapi dapat berimbas pada kerjasama-kerjasam lainnya. Baik dibidang sosial, budaya, hingga pada masalah politik.

Dokumen-Dokumen Pendukung Ekspor

kelengkapan dokumen ekspor
Dokumen ekspor via Maxpixel.net

Ekspor adalah salah satu penunjang perputaran perenkonomian suatu negara. Oleh karena itu, untuk melakukan aktifitas terkait dengan ekspor maka setiap eksportir baik perorangan atau perusahaan harus memiliki kelengkapan administrasi ekspor.

Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa dokumen-dokumen yang memuat mengenai perizinan, status hukum, bukti proses ekspor, dll.

Berikut beberapa dokumen yang harus dipersiapkan baik agar terdaftar sebagai eksportir resmi maupun sebagai kelengkapan ekspor:

1. Dokumen Legalitas Usaha

Dokumen legalitas usaha eksporti terdiri dari:

  • Surat Izin Usapa Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  • yang diterbitkan oleh dinas penanaman modal pemerintahan setempat.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak.
  • Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) yang diterbitkan oleh Ditjen Kepabeanan dan Cukai.

Itulah beberapa dokumen yang harus dilengkapi sebagai dokumen legalitas usaha eksportir.

Untuk memperlancar pengurusan kelengkapan dokumen legalitas usaha diatas maka sangat dianjurkan untuk memperhatikan keselarasan data untuk setiap dokumen yang akan disetorkan dalam rangkan pemberkasan.

Oleh karena banyaknya pemohon yang memasukkan berkas untuk pembuatan legalias usaha diatas maka ketidak selarasan data pada dokumen-dokumen yang diserahkan akan sangat menghambat kelancaran pengurusan dokumen.

Bagi anda yang kesulitan mendapatkan Nomor Identitas Kepabeanan maka untuk sementara anda dapat meminjam atau menumpang pada perusahaan eksportir yang telah menilik Nomor Identitas Kepabeanan.

2. Dokumen Kelengkapan Ekspor

Setelelah memiliki segala dokumen terkait legalitas usaha maka anda sudah dapat melakukan aktifitas ekspor.

Namun disisi lain, untuk melakukan proses atau aktifitas ekspor maka anda pun harus memenuhi dokumen-dokumen persyaratan ekspor baik untuk pemerintah maupun untuk kepentingan pengiriman. Berikut beberapa dokumen ekspor yang harus disiapkan:

1. Dokumen Utama

Dokumen-Dokumen utama yang harus disiapkan dalam proses ekspor adalah sebagai berikut:
• Invoice,
• Package List,
• Bill Of Landing/airway bill.

2. dokumen tambahan yang diterbitkan oleh pemerintah terkait jenis produk yang akan dieskpor:

  • Certificate of Origin yang diterbitkan oleh dinas perindustrian dan perdagangan setempat.
  • Certifitcate Of Ananlysis yang dapat diurus di Laboratorium jika produk yang anda ekspor terhakit hal-hal yang harus diperiksa melalui laboratorium.
  • Certificate of Phytosanitary yang diterbitkan oleh balai karantina yang harus diikut sertakan produk yang anda ekspor berupa tumbuhan dan sejenisnya.

3. Dokumen Untuk Kepentingan Pemberangkatan

  • Dokumen yang harus dilengkapi untuk kepentingan pemberangkatan ekspor adalah Dokumen shipping Instruction yang dibuat sendiri oleh eksporti dan diberian ke shipping line.
  • Dokumen Tambahan berdasarkan kesepakatan atau permintaan dari negara tujuan atau permitaan tambahan dari pembeli.

Tahapan-tahapan Ekspor

tahapan-tahapan ekspor
proses ekspor via maxpixel.net

Setelah mengetahui mengenai kelengkapan dokumen yang harus disiapkan maka selanjutnya dalam proses ekspor adalah tahapan-tahapan apa saja yang harus dilalui?. Berikut penjelasannya:

1. pembuatan Sales Contract Process ( Surat Kontrak Penjualan)

Sales Contract Process atau surat kontrak penjualan adalah surat kontrak kerja antara pihak eksportir sebagai penjual dan pihak importi sebagai pembeli.

Surat perjanjian tersebut berisi poin-poin kesepakatan antara kedua belah pihak yang dituliskan secara detail seperti harga, jumlah, jenis, mutu, bentuk pengiriman, dll.

2. Penerbitan Letter Of Credit (L/C)

Setelah perjanjian disepakati dan ditandatangani maka selanjutnya adalah permohonan Letter Of Credit dari bank yang telah bekerja sama dengan pihak Importir yang akan diteruskan ke advising bank di negara eksportir.

Setelah diperiksa keabsahannya oleh advising bank dan tidak ditemukan masalah maka Letter Of Credit segera dikirimkan ke pihak eksportir sebagai jaminan atas barang yang dikirmkan oleh pihak eksportir.

3. Dokumen pengiriman (Cargo Shipment Process)

Setelah L/C diterima oleh pihak Eksportir maka selanjutnya adalah mempersiapkan proses pengiriman. Diantaranya adalah:

  • Packing barang
  • Mencari perusahaan pengiriman baik via kapal atau via pesawat berdasarkan kesepakatan dengan pihak pembeli.
  • Mengurus administrasi di kantor kepabeanan berupa surat Pemberitahuan Ekspor Barang(PEB).
  • Mebayar pajak ekspor serta pajak tambahan lainnya berdasarkan perjanjian kontrak.

4. Proses Pengapalan

Setelah semua proses selesai barang kemudian diangkut ke pihak pengiriman baik ke kapal atau pesawat.

Selanjutnya pihak eksportir akan menerima semua dokumen bukti-bukti pengapalan yang akan diteruskan ke advising Bank sebagai bukti pengiriman yang akan diteruskan ke bank tempat importir mengajukan surat Letter Of Credit di negara importir.

Selanjutnya importir akan melakukan pembayaran kepada Bank penerbit LC untuk mengambil surat bukti pengapalan tersebut yang akan mereka perlihatkan saat hendak menerima barang tersebut.

5. Proses Pencairan

Proses pencairan adalah proses ahkir dari tahapan-tahapan ekspor ini. Proses pencairan dilakukan dengan memperlihatkan dokumen bukti pengiriman barang dari perusahaan pengiriman serta dokumen-dokumen lain yang diminta oleh bank penyedia LC seperti Invoice, packing llist, dll.

Setelah semua dokumen dilengkapi pihak bank kemudian akan memeriksa kebenaran dokumen. Apabila semunya dokumen dinyatakan lengkap maka pihak bank akan mengkonfirmasikan kepada bank advice di negara asal eksportir untuk mencairkan pembayaran kepada pihak eksportir.

Setelah pembayaran diterima maka pihak bank advice akan mengembalikan dokumen kepada bank di neagara Importir untuk diberikan kepada pihak importir yang kemudian digunakan untuk pengambilan barang.

Itula langkah-langkah alur kerja ekspor barang hingga diterima oleh pihak importir.

komoditas Ekspor Indonesia

komoditas ekspor andalan indonesia
komoditas ekspor Indonesia via maxpixel.net

Ekspor adalah salah satu andalan Indonesia dalam menopang perputaran roda perekonomian negara. Indonesia sendiri memiliki beragam komoditas adalan untuk diekspor keluar negeri sejak dahulu. Diantaranya.

Disektor hasil bumi produk hasil bumi seperti karet, sawit, kakao, kopi, beserta produk-produk turunannya.

Dari sektor industri Indonesia mengekspor produk otomotif, Tekstil dan produk turunannya, makanan olahan, dll. Masih banyak lagi produk-produk indonesia di dunia internasional.


Demikianlah ulasan segala hal mengenai dunia ekspor dan eksportir, semoga bermanfaat.

Leave a Comment