Fort Rotterdam – Saksi Sejarah Perjuangan di Kota Makassar

benteng fort rotterdam makassar

Fort Rotterdam – Berkunjung ke suatu daerah tak lengkap rasanya jika kita tidak mengunjung tempat-tempat yang menjadi ikon daerah tersebut. Termasuk jika anda berkunjung ke Makassar.

Kota makassar adalah salah satu kota tujuan wisata yang memiliki banyak spot-spot wisata yang memanjakan para pelanocong yang berkunjung ke kota ini. Termasuk beberapa diantaranya merupakan ikon wisata kota makassar.

salah satu tempat yang wajib disambangi saat melancong ke kota Makassar adalah benteng Fort Rotterdam.

Benteng Fort Rotterdam adalah Salah satu bangunan megah bersejarah peninggalan kerajaan Gowa yang letaknya masih berada wilayah kota makassar.

Benteng ini merupakan salah satu bukti sejarah kebesaran kerajaan Gowa saat itu.

Barbara Crossette, seorang wartawan dari New York Times menggambarkan benteng Fort Rotterdam sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”.

Benteng yang dibangun sekitar tahun 1554 ini memiliki bentuk arsitektur yang terbilang unik. Apabila dilihat dari atas, benteng Fort Rotterdam ini terlihat berbentuk seperti Penyu yang menghadap ke laut.

Sejarah Berdirinya Benteng Fort Rotterdam Di Makassar

sejarah fort rotterdam

wikimedia.org

Dilihat dari namanya, sepertinya benteng ini jauh dari kreasi tangan-tangan pasukan kerajaan Gowa. Namun faktanya, benteng ini awalnya bukanlah bernama Fort Rotterdam.

Benteng Fort Rotterdam dahulu bernama Benteng Ujumpandang yang dibangun oleh raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumpa’risi’ Kallona pada tahun 1549.

Masuknya penjajah belanda ke wilayah Makassar menjadikan kerajaan Gowa harus berjuang keras mengusir belanda keluar dari wilayahnya.

Namun dari beberapa pertempuran dengan penjajah belanda, pasukan kerajaan Gowa mengalami beberapa kekalahan.

Salah satu dampak dari kekalahan tersebut berbuah sebuah perjanjian antar Belanda dan kerajaan Gowa yang dikenal dengan nama perjanjian Bungayya yang salah satu poin nya adalah mengharuskan kerajaan Gowa memberikan benteng Ujung pandang ke tangan Belanda.

Setelah belanda menguasai benteng ujung pandang, singkat cerita, benteng tersebut akhirnya berubah nama menjadi Fort Rotterdam.

Nama Fort Rotterdam sendiri diambil dari nama tempat kelahiran gubernur jenderal Speelman yang merupakan pemimpin pasukan belanda saat itu.

Filosofi Arsitek Benteng Fort Rotterdam

arsitektur fort rotterdam

wikimedia.org

Arsitektur benteng yang berbentuk penyu saat dilihat dari atas tidaklah hanya untuk keindahan arsitektural semata, akan tetapi bentuk tersebut memiliki filosofi tersendiri bagi kerajaan Gowa saat itu.

Bentuk penyu dipilih sebab penyu merupakan representasi dari hewan yang bisa hidup di laut maupun di darat.

Filosofi tersebut yang juga digunakan oleh kerajaan Gowa yang berjaya baik di darat maupun di laut.

Berpetualang di Benteng Fort Rotterdam

Menyusuri setiap sudut benteng Fort Rotterdam ini akan membawa anda kembali ke masa lalu. Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu favorit bagi para pengunjung untuk berfoto-foto ria.

Pihak pengelola benteng Fort Rotterdam juga tidak memungut biaya untuk setiap pengunjung yang datang jalan-jalan di area benteng. Warga Makassar sendiri sangat suka berkunjung ke benteng ini.

Saat memasuki benteng anda akan melalui pintu benteng setinggi tiga meter. Selanjutnya, anda akan langsung disuguhi dengan pemandangan taman yang asri tepat berada di tengah-tengah benteng.

Benteng ini memiliki dinding yang sangat kuat setinggi 5 meter dengan ketebalan dinding sekitar dua meter, lima buah Bastion di setiap sudut benteng digunakan untuk menempatkan meriam di atasnya.

cerita fort rotterdam

triptrus.com

Saat ini, didalam benteng juga terdapat sebuah museum sejarah dan kebudayaan yang bernama museum La Galigo.

Berbeda dengan memasuki kawasan Benteng Fort Rotterdam yang gratis, bagi pengunjung yang ingin masuk kedalam museum diharuskan membayar tiket masuk sebesar 5000 rupiah untuk setiap pengunjung. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya perawatan museum.

Didalam museum tersebut terdapat berbagai macam koleksi-koleksi sejarah yang diletakkan di dalam beberapa ruangan berbeda. Diantaranya adalah:

Ruangan pertama berisi sejarah benteng Fort Rotterdam berupa maket, bahan-bahan bangunan benteng jaman dulu, serta dokumentasi-dokumentasi yang menggambarkan perjalanan sejarah benteng Fort Rotterdam dari waktu ke waktu.

Ruangan kedua, ketiga, hingga ke ruangan kelima berisi koleksi-koleksi arkeolog dari zaman prasejarah seperti Lukisan-lukisan prasejarah, perkakas, peninggalan dari zaman megalit, dll.

Ruangan selanjutnya berisi koleksi-koleksi Etno yang ada di sulawesi selatan.

ruang museum la galigo

enengingening.wordpress.com

Ruangan ke tujuh hingg ke sepuluh berisi koleksi dari beberapa kerajaan yang pernah ada di sulawesi selatan. Diantarnya adalah, kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, Kerajaan Luwu, kerajaan Sawitto, kerajaan Wajo, kerajaan Mandar, Serta kerajaan Tanah Toraja.

Selain itu juga terdapat beberapa foto-foto pahlawan nasional yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Selain museum, di salah satu sudut benteng juga terdapat sebuah ruangan sempit yang menjadi saksi sejarah perjuangan di masa lampau.

Ruangan tersebut adalah ruangan tempat pengasingan pangeran Diponegoro saat diasingkan oleh pemerintah belanda kala itu sebab perlawanannya di pulau jawa.

Gimana? sudah ada gambaran kan tentang Fort Rotterdam?

Ada satu tambahan lagi buat anda yang ingin mengunjungi benteng ini. Sebaiknya datanglah di sore hari, atau kalau mau explore penuh datangnya saat siang, biar bisa melihat seluruh isi benteng hingga sore hari.

Ada apa dengan sore hari?. Oke, Karena letaknya di tepi pantai, pemandangan matahari senja akan sangat indah terlihat dari atas benteng. Anda dapat menikmati sinar matahari sore berwarna Orange yang sangat eksotis yang sayang untuk dilewatkan.

benteng fort rotterdam dari atas

dakwatuna.com

Setelah puas berkeliling dan menikmati sunset di benteng Fort Rotterdam, anda dapat melanjutkan perjalanan anda ke spot ikon makassar yang lainnya yang tidak jauh dari benteng yaitu Pantai Losari.

Bagaimana Akses ke Benteng Fort Rotterdam

Akses ke benteng Fort Rotterdam bisa dikatakan sangatlah mudah sebab letaknya yang berada persis di tengah kota serta sangat dekat dengan salah satu pusat keramaian di kota Makassar yaitu Pasar Sentral

Akses Benteng dari Bandara Sultah Hasanuddin dapat dilalui dengan cara:
menggunakan mobil rental/taxi yang ada dibandara dengan melalui akses jalan tol reformasi.
Menggunakan Transportasi Umum seperti Bus Bandara atau angkutan kota(Pete-pete) yang menuju ke pasar sentral.

Untuk kecepatan akses, anda dapat menggunakan opsi pertama. Namun sebagai konsekuensinya anda harus mengeluarkan dana lebih tinggi jika dibandingkan dengan opsi yang ke dua.

Sedangkan untuk mode penghematan budged, opsi kedua merupakan opsi yang terbaik namun anda harus bersabar sebab jarak yang di tempuh sedikit lebih jauh dan anda harus sharing dengan penumpang lainnya.

* * * *

Demikianlah ensiklopedia singkat benteng Fort Rotterdam, semoga anda menikmati kunjungan anda. Happy trip!

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>