Referensi Lengkap Seputar Hak Anak di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat

Hak Anak – Halo sobat toriolo, kali ini kita akan membahas tentang Hak dari setiap Anak. Pembahasan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh semua orang.

Jangan mengira bahwa orang dewasa saja yang punya hak, akan tetapi seorang anak pun juga memiliki hak yang diatur oleh undang-undang.

Hak yang melekat pada seorang anak berbeda dengan Hak orang dewasa, entah hak anak di sekolah, hak anak di masyarakat, maupun hak anak di rumah. Pada intinya anak mempunyai haknya sendiri.

Hak Anak

hak anak
pixabay.com

Perlindungan hak terhadap anak Dalam UU Perlindungan Anak merupakan amanat yang diberikan Allah pada ke dua orang lanjut umur untuk dijaga, dididik & dilindungi.

Perlindungan kepada anak tak cuma diberikan setelah dia lahir tetapi bayi yang tetap di dalam kandungan pun ia wajib dilindungi.

Oleh sebab itu, orang tua sebagai orang terdekat dari anak harus melindungi bayi hingga beliau dewasa kelak.

Pengertian Hak Anak

Pengertian anak menurut UU No. 23 Th 2002 Berkaitan dengan Perlindungan Anak tercantum pada Pasal I butir I UU No. 23/2002 berbunyi :

“Anak adalah seorang yang belum genap berusia 18 (delapan belas th), termasuk juga anak yang berada dalam kandungan”.

Perlindungan anak adalah segala gerakan yang menjamin, melindungi anak serta hak-haknya supaya sanggup hidup, tumbuh, berkembang, serta mampu berprestasi dengan cara optimal.

Prinsip-Prinsip Hak Anak Dalam Undang-Undang

Telah disebuntukan dalam undang-undan bahwa terdapat 4 prinsip Hak untuk anak Dalam UU Perlindungan Anak yaitu :

1. Non Diskriminasi

Prinsip yang pertaama dalam Alinea mula-mula Pasal 2 KHA membuat kewajiban fundamental Negeri paserta (fundamental obligation of state parties) yang mengikatkan diri dengan Konvensi Hak terhadap Anak, untuk menghormati & menjamin (to respect and ensure).

Segala hak terhadap anak dalam konvensi ini pada seluruh anak dalam seluruhnya jurisdiksi nasional bersama tidak dengan diskriminasi dalam wujud apapun.

Hak Anak Menurut UU

Dalam hukum nasional, pengertian diskriminasi bisa diliat dalam pasal I butir 3 UU No. 39/1999 menyangkut Hak Asasi Manusia, yang berbunyi seperti :

“Diskriminasi adalah segala sesuatu pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang serentak maupun tak segera didasarkan terhadap pembedaan manusia atas basic agama, suku, ras, etnik, grup, golongan status social.
Maupun status ekonomi, type kelamin, bahasa, keyakinan, politik, yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan, pernyatan, pengerjaan atau pemakaian hak asasi manusia & kebebasan basic dalam kehidupan baik individual ataupun kolektif dalam sektor politik, ekonomi, hukum, social, budaya & faktor kehidupan lainnya”.

Bahkan, terdapat Perubahan Ke-2 UUD 1945 Pasal 28 B ayat 2, dirumuskan dengan cara eksplisit, yang memiliki bunyi:

“Setiap anak mempunyai wewenang dan haknya atas kelangsungan hidup, tumbuh.
Serta berkembang dan memiliki wewenang atas perlindungan dari kekerasan & diskriminasi”.

2. Kebutuhan yang Paling Baik Bagi Anak

Hak yang selanjutnya yaitu keperluan yang paling baik bagi anak yaitu bahwa dalam seluruh aksi yang berkenaan anak yang dilakukan oleh pemerintah, warga, tubuh legislatif, & tubuh yudikatif.

Bahwa kebutuhan yang paling baik bagi seorang anak mesti jadi pertimbangan mutlak. Menjadi, segala sesuatu yang mengenai kebutuhan bagi anak harus diusahakan dan harus sesuatu yang baik untuk kelangsungan hidup anak.

3. Hak Untuk Hidup, Kelangsungan Hidup, & Perkembangan

Hak ketiga yaitu prinsip untuk hidup, kelangsungan hidup, & perkembangan merupakan hak asasi sebagai paling mendasar untuk anak yang dilindungi oleh Negeri, pemerintah, warga, keluarga & orang sepuh.

Prinsip ini adalah implementasi dari pasal 6 KHA, yang seterusnya dengan cara eksplisit dianut juga sebagai prinsip-prinsip basic dalam UU No. 23/2002.

4. Penghargaan Pada Pernyataan Anak

Hak yang keempat adalah prinsip penghargaan kepada opini anak ialah penghormatan terhadap anak untuk berpartisipasi dan menyampaikan opininya dalam pengambilan ketentuan terutama jikalau berkenaan hal-hal yang mempengaruhi kehidupannya.

Prinsip ini merupakan bentuk dari hak partisipasi anak yang diserap dari Pasal 12 KHA.

Mengacu terhadap Pasal 12 ayat I KHA, dipercaya bahwa anak akan danmampu mennyatakan opininya dalam pandangannya sendiri juga sebagai hak berekspresi dengan cara bebas (capable of forming his or her own views the rights to express those views freely).

Jaminan perlindungan atas segala hak seorang anak dalam menyatakan opini pada seluruh perihal tersebut, harus dipertimbangkan cocok umur & kematangan anak.

Tujuan Hak Anak

tujuan adanya hak anak
pixabay.com

Tujuan pemberiah Hak atas seorang anak yaitu untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk mencapai potensi mereka secara penuh.

Hak yang diberikan kepada anak sangat menentukan bahwa anak yang bebas diskriminasi harus dapat berkembang secara penuh, serta mempunyai akses terhadap pendidikan dan perawatan kesehatan, tumbuh di lingkungan yang sesuai.

Seorang anak berhak mendapat informasi tentang hak-hak mereka, dan berpartisipasi secara aktif di masyarakat mengakui hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya dari anak-anak.

Hak Anak di Rumah

Setiap orang tua sudah pasti sangat menyayangi anak-anaknya. Orang tua bekerja keras mencari nafkah, melindungi, dan mendidik anak-anaknya sehigga kelak menjadi anak yang mandiri dan berguna.

Berikut beberapa hak yang dimiki seorang anak dirumah diantaranya adalah:

1. Hak Anak Dirumah: Hak Kasih Sayang

Hak seorang anak yang pertama adalah mendapatkan kasih sayang. Setiap anak berhak untuk mendapatkan kasih sayang didalam keluarga, baik dari orang tua maupun dari anggota keluarga lainnya.

pemberian kasih sayang yang tidak seimbang akan memberikan rasa ketidakadilan terhadap sang anak yang berarti menghilangkan hak anak dirumah.

2. Hak Anak Dirumah : Mendapatkan Perlindungan

Setiap anak wajib dilindungi oleh orang tuanya. Hak untuk mendapatkan perlindungan adalah hak yang wajib dipenuhi oleh orang tua di rumah sebagai bagian dari hak anak di rumah.

3. Hak Kebebasan Beraktifitas dan Berkreasi

Meskipun memiliki hak perlindungan, bukan berarti anak tidak memiliki kebebeasan dalam beraktifitas. Selama masih dalam koridor yang benar, seorang anak memiliki hak kebebasan beraktifitas di rumah.

4. Hak Anak Dirumah : Mendapatkan Pendidikan

Hak anak di rumah selanjutnya adalah mendapatkan fasilitas pendidikan. Orang tua yang baik pastilah akan berusaha memenuhi hak atas pendidikan kepada anaknya.

5. Hak Mendapatkan Bimbingan

Dibimbing terhadap hal-hal yang baik dan membaikkan merupakan hak anak dirumah yang wajib dipenuhi oleh orang tua serta orang-orang yang ada dirumah.

6. Hak Menentukan Jalan Hidup Saat Dewasa

Seorang anak yang telah beranjak dewasa pelan tapi pasti akan memiliki hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, untuk memenyuhi hal tersebut.

Sebagai orang tua harus mempersiapkannya sejak dini melalui pemenuhan hak pendidikan terhadap mereka, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

7. Hak Untuk Dibela

Setiap orang tua wajib memberikan pembelaan kepada anak bagaimanapun kondisinya. Sebab hal tersebut merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak terhadap orang taunya.

Pembelaan dari orang-orang terdekatnya, akan memberikan rasa aman dan nyama kepada anak.

8. Hak Diberi Penghidupan Layak

Memberikan penghidupan yang layak kepada anak merupakan hak anak dirumah yang sangat wajib dijalankan oleh orang tua terhadap anak.

Hal tersebut karena pada dasarnya seorang anak belum bisa bertanggung jawab terhadap kehidupannya sendiri, sehingga menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan penghidupan yang layak kepada anak.

Hak Anak di Sekolah

hak anak disekolah
pixabay.com

Seperti dilingkungan rumah dimana anak memiliki hak dirumah, seorang anak juga memiliki hak disekolah.

Hak anak disekolah harus dipenuhi oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan hak anak di sekolah.

Hak anak disekolah yang perlu dipenuhi oleh pihak sekolah adalah hak memperoleh pendidikan. Sekolah menjadi tempat bagi setiap anak untuk belajar.

Berbagai fasilitas yang disediakan oleh sekolah bisa digunakan untuk menunjang kelancaran belajar anak.

Sekolah berkewajiban memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa-siswanya. Anak berhak menggunakan fasilitas disekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Hak anak di sekolah dalam memperoleh pendidikan meliputi:

  • Hak menjalani proses belajar.
  • Hak mendapatkan pengajaran.
  • Hak penggunaan fasilitas belajar yang disediakan disekolah.
  • Hak anak disekolah juga meliputi hak untuk dihargai dalam prestasi.
  • Hak mendapatkan bimbingan.
  • Hak dibimbing dalam ilmu agama serta keterampilan.
  • Hak anak di sekolah yang lain adalah hak mendapatkan keadilan disekolah.

Hak Anak Dimasyarakat

pemenuhan hak anak dimasyarakat
pixabay.com

Anak-anak adalah bagian dari warga masyarakat. Oleh karena itu, anak juga mempunyai hak dan kewajiban di lingkungan masyarakat. Hak anak dimasyarakat merupakan hak-hak yang dimiliki oleh setiap anak yang tidak boleh dilanggar dan harus dipenuhi.

Hak anak dimasayarakat yang paling mendasar adalah hak untuk mengembangkan kemampuannya di masyarakat, baik dalam bentuk hobi atau kegemaran serta kemampuan bersosialisai.

hak-hak anak di masyarakat yang lainnya meliputi hak-hak terhadap setiap anak pada umumnya yakni hak hidup, hak berkembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak untuk berpartisipasi.

*****

Demikianlah penjelasan singkat seputar hak anak. Baik hak anak dirumah, hak anak di sekolah, serta hak anak di masyarakat.

Bagaimana kawan-kawan sudah mengerti tentang hak yang harus anda berikan peada seorang anak?.

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi konfensi Hak-hak yang dimiliki seorang anak.

Oleh sebab itu memiliki komitmen berdasarkan hukum nasional untuk menghormati, melindungi, mempromosikan, dan memenuhi Hak-hak anak di Indonesia.

Demi terwujudnya sehingga pemerintah dari seluruh dunia harus dapat menghormati dan menjujung tinggi Hak terhadap anak, melalui UU yang mereka kembangkan ditingkat nasional.

Agar supaya anak anak dapat menikmati Hak yang seharusnya mereka miliki secara penuh, maka hak-hak tersebut  harus dihormati dan disosialisasikan oleh semua anggota masyaraka,t mulai dari orang tua untuk mendidik, kepada anak-anak sendiri.

Non-diskriminasi dan kesempatan yang sama kepada Semua anak memiliki hak yang sama, tak memandang derajat sang anak.

Konvensi ini berlaku kepada semua anak, apapun latar belakang etnis, agama, bahasa, budaya, atau jenis kelamin.

Tidak memandang dari mana mereka datang atau di mana mereka tinggal, apa pekerjaan orang tua mereka, apakah mereka cacat, atau mereka kaya atau miskin.

Semua anak mesti mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Kita sebagai orang dewasa harus memnuhi dan menghormati hak anak, agar tercipta sebuah khidupan yang harmonis.

Leave a Comment