Ulasan Lengkap Seputar Dunia Impor [Manfaat, Jenis, Sayarat, Dokumen, dll]

Impor – setelah aktifitas ekspor dilaksanakan maka aktifitas selanjutnya adalah proses impor. itulah dua aktifitas utama pada perdagangan internasional.

Impor

Impor adalah aktivitas pengiriman atau memasukkan barang dan jasa masuk ke dalam wilayah kepabeanan suatu negara secara legal dari luar negeri. proses impor ini umumnya nya dilakukan pada aktivitas ekonomi di dunia perdagangan internasional.

Impor adalah salah satu bagian dari keseluruhan transaksi perdagangan antar negara pada perdagangan internasional.

Impor merupakan kelanjutan dari aktivitas ekspor yang dilakukan oleh pihak penjual yang dalam hal ini bertindak sebagai eksportir di negara asal eksportir tersebut.

Manfaat Impor

aktifitas impor di pelabuhan
barang impor via pxhere.com

Aktivitas impor yang dilakukan oleh suatu negara memiliki tujuan atau manfaat yang tentunya dibutuhkan oleh negara pengimpor tersebut.

Adapun manfaat manfaat dari aktivitas ekspor terhadap suatu negara adalah sebagai berikut:

  • Sebagai pemenuhan kebutuhan baik kebutuhan masyarakat ataupun kebutuhan industri dalam negeri.
  • Menghadirkan barang-barang yang belum dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
  • Meningkatkan kualitas suatu produk.
  • Mencukupi kebutuhan akan produk pada pasar domestik.
  • Menghilangkan monopoli dagang yang biasa dilakukan oleh eh pihak-pihak tertentu.

Itulah beberapa manfaat-manfaat impor bagi suatu negara.

Jenis-Jenis Impor

Berdasarkan tujuan dan aktivitasnya, maka impor dibedakan menjadi di beberapa jenis diantaranya adalah:

1. Impor Sementara

Impor sementara adalah aktivitas memasukkan barang atau jasa ke dalam suatu negara dengan tujuan untuk dititip sementara yang kemudian akan diekspor kembali ke luar negeri.

Batas waktu yang biasa diberikan untuk aktivitas impor ini adalah maksimal 3 tahun penitipan.

2. Impor Untuk Dipakai

Jenis aktivitas impor untuk dipakai adalah aktivitas memasukkan barang atau jasa ke dalam wilayah kepabeanan negara dengan tujuan untuk dimiliki serta dimanfaatkan di negara tersebut .Baik oleh masyarakat maupun untuk kebutuhan industri domestik.

3. Impor Angkutan Lanjut

Impor angkutan lanjut adalah kegiatan impor barang pada suatu negara tanpa melakukan pembongkaran.

4. Import Untuk Diekspor

Aktivitas impor untuk diekspor adalah aktivitas memasukkan barang atau melakukan impor barang ke suatu negara yang kemudian diekspor kembali.

Hal ini biasanya dilakukan terhadap barang-barang dengan kondisi tertentu seperti rusak, tidak memenuhi standar, ar-razi masalah teknis, hingga perubahan aturan yang di tetapkan oleh negara tersebut.

Syarat-Syarat Melakukan Aktivitas Impor

syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan aktifitas impor
syarat aktifitas impor via pxhere.com

1.Memiliki Segala Izin Terkait Aktivitas Impor

Hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang importir atau calon importir adalah melengkapi segala perizinan terkait masalah impor diantaranya adalah:

API – angka pengenal impor (API)

Angka pengenal impor Atau API adalah tanda pengenal yang diberikan kepada setiap importir, API ini akan terus berlaku selama importir tersebut menjalankan usahanya Akan tetapi harus diregistrasi ulang setiap 5 tahun.

Angka pengenal impor ini merupakan salah satu syarat bagi seorang importir untuk dapat melakukan aktivitas impor, sehingga dapat dikatakan bahwa impor hanya dapat dilakukan oleh seseorang atau instansi yang memiliki API.

Angka pengenal impor ini terbagi menjadi dua macam yaitu angka pengenal impor umum (API-U) dan angka pengenal impor produsen (API-P).

Angka Pengenal Impor Umum (API-U) diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang dengan tujuan untuk perdagangan.

Angka Pengenal impor Produsen (API-P) diberikan kepada importir yang mengimpor barang yang tertentu dengan tujuan untuk digunakan sendiri baik sebagai bahan baku, barang modal, bahan penolong, dan lain-lain.

Angka Pengenal Impor Sementara ( APIS)

Angka pengenal impor sementara adalah API Sementara yang diberikan dalam jangka waktu tertentu yaitu selama 2 tahun dan tidak dapat diperpanjang.

Syarat Mendapatkan Angak Pengenal Impor

  1. Untuk mendapatkan API maka seorang importir harus terlebih dahulu memiliki APIS.
  2. Telah melakukan aktivitas impor sebanyak minimal 4 kali dan telah mencapai nilai impor sebanyak sebanyak minimal 100000 US Dollar.
  3. idak pernah melakukan wanprestasi selama kegiatan atau selama menjalankan kontrak impor.

Dokumen-dokumen Impor yang lain adalah :

  • IUP – Surat Ijin Usaha Perusahaan
  • SRP – Sertifikat Registrasi Pabean
  • NPWP – Nomor Pokok Wajib Pajak
  • TDP – Tanda Daftar Perusahaan
  • NPIK – Nomor Pengenal Importir Khusus
  • Sales Contract/ Purchasing Order ( PO)
  • IT – Importir Terdaftar
  • Packing List Barang Impor (invoice)
  • Dokumen Pengiriman Barang
  • Surat Kuasa

2. Telah terdaftar Sebagai Importir

Seseorang atau perusahaan yang ingin melakukan aktivitas impor harus telah terdaftar sebagai seorang importir pada dinas terkait. baik sebagai importir umum, importir produsen, dan lain-lain.

3. Barang yang Diimpor Adalah Termasuk Barang Yang Dapat Izin Impor

Tidak semua barang mendapatkan izin dari negara untuk dapat diimpor. Oleh karena itu sebelum melakukan aktivitas impor maka importir harus memastikan terlebih dahulu bahwa barang yang akan diimpor termasuk barang yang mendapatkan izin impor dari pemerintah.

Cara Impor Barang Dari Luar Negeri

langkah-langkah import barang dari luar negeri
cara impor barang via pxhere.com

Cara impor barang dari luar negri Berbeda dengan aktivitas jual beli pada umumnya, aktivitas Ekspor impor Harus dilakukan dalam beberapa prosedur kerja.

Hal tersebut disebabkan karena aktivitas impor dilakukan antara negara yang memiliki aturan yang berbeda-beda untuk tiap negaranya.

Adapun cara impor barang dari luar negeri adalah sebagai berikut:

  • Importir menyampaikan pesan kepada pihak eksportir.
  • Setelah terjadi kesepakatan antara importir dan eksportir, maka pihak importir mengajukan permohonan Letter of Credit(L/C) kepada salah satu bank di negara importir yang kemudian bertindak sebagai penjamin atau perantara pembayaran antara cara importir dan eksportir.
  • Selanjutnya pihak importir melengkapi persyaratan persyaratan yang diminta oleh pihak bank penjamin yang selanjutnya akan dikirim ke ke bank rekanan di negara eksportir.
  • Bank rekanan akan melakukan validasi data dengan pihak eksportir. Apabila tidak ada masalah maka bank rekanan Akan menyetujui yang selanjutnya diteruskan ke pihak eksportir untuk menyiapkan dan mengirim pesanan kepada pihak importir.
  • Setelah barang dikirim oleh pihak eksportir, selanjutnya pihak eksportir menyerahkan segala dokumen dokumen pengiriman kepada bank rekanan di negara eksportir yang selanjutnya diteruskan ke bank penjamin di negara importir.
  • Selanjutnya, pihak importir akan mendapatkan informasi mengenai dokumen-dokumen pengiriman atau pengapalan dari Bank penjamin.
  • Pihak importir kemudian menyelesaikan segala urusan terkait dokumen-dokumen barang yang diimpor Baik kepada bank maupun kepada pihak kepabeanan.
  • Selanjutnya pihak importir menyelesaikan segala bentuk pembayaran kepada Bank penjamin sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Pihak importir selanjutnya menyerahkan segala dokumen dan bukti-bukti pelunasan pembayaran, baik dari bank maupun pelunasan pajak yang telah disahkan kepada pihak kepabeanan untuk mendapatkan dokumen delivery order (DO).
  • Dokumen delivery order tersebut kemudian dibawa atau diserahkan kepada pihak pengirim atau pelayaran sebagai syarat untuk mengambil atau mengeluarkan barang yang diimpor tersebut.
  • Apabila terjadi masalah pada ada barang atau proses pengiriman, maka pihak importir dapat mengajukan klaim kepada eksportir atau pihak pengiriman.

Itulah gambaran umum alur kerja atau proses impor barang dari Pemesanan hingga penerimaan barang.

Dampak Negatif Aktivitas Impor

Meskipun dapat memberikan dampak yang baik terhadap kebutuhan masyarakat dan industri domestik, akan tetapi perilaku impor yang berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk bagi negara khususnya kepada industri industri kecil dan menengah.

Salah satu dampak buruk yang saya rasakan akibat adanya produk impor yang membanjiri pasar Indonesia adalah terganggunya kestabilan harga pasar, serta persaingan produk yang sangat ketat baik dari sisi harga maupun kualitas.

Hal tersebut akan berdampak kurang baik terhadap pengusaha serta industri-industri lokal khususnya yang tergabung dalam usaha kecil dan menengah.

Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah untuk memberlakukan regulasi yang ketat terhadap produk-produk yang akan diimpor ke dalam negeri, serta menekankan kepada para pegiat industri domestik khususnya usaha kecil dan menengah untuk terus mengembangkan usahanya baik dari kualitas maupun kuantitas.

*******

Demikianlah ulasan singkat mengenai salah satu instrumen utama dalam perdagangan internasional yaitu aktivitas impor. semoga bermanfaat.

Leave a Comment