Sejarah Ken Arok dan Kerajaan Singasari

sejarah kerajaan singasari

Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan yang berdiri di wilayah Jawa Timur yang didirikan oleh seorang raja yang bernama Ken Arok yang berdiri sekitar abad 12 Masehi. Lokasi kerajaan ini diperkirakan terletak di daerah Singosari, Malang.

Dilihat dari prasasti Kudadu tertulis bahwa saat pertama kali didirikan pada tahun 1222, nama resmi dari kerajaan Singasari adalah kerajaan Tumapel dengan ibu kota kerajaan bernama Kutaraja.

Pada tahun 1253, nama ibu kota dirubah menjadi Singasari oleh putra dari raja Wisnuwardhanan bernama Kertanegara yang resmi diangkat menjadi Yuwaraja.

Seiring berjalannya waktu, nama Singasari menjadi lebih banyak dikenal daripada nama Tumapel sebagai nama kerajaan saat itu. Maka, Kerajaan tumapel pun terkenal dengan nama kerajaan Singasari.

Sejarah Kejayaan Kerajaan Singasari

sejarah kejayaan kerajaan kediriKertanegara adalah raja yang paling terkahir dan yang paling sukses dalam sejarah kerajaan Singasari yang memimpin pada tahun 1272 – 1292. Kertanegara adalah satu-satunya raja yang melakukan perluasan wilayak ke luar pulau jawa.

Di tahun 1275 ia melakuan pengiriman pasukan dengan tugas ekspedisi Pemalayu yang bertujuan untuk menduduki Sumatra yang kemudian dijadikan sebagai benteng pertahanan terdepan untuk menghadapi bangsa Mongol yang saat itu sedang melakukan perluasan wilayah.

Saat itu, pulau Sumatera dikuasai oleh kerayaan Dharmasraya. Kerajaan ini pun akhirnya dianggap telah ditundukkan tanpa adanya peperangan.

Raja Kertanegara menjalin pesahabatan dengan kerajaan Dharmasraya. Hal ini terbukti dengan dikirmkannya Arca Amoghapasa oleh kertanegara.

Pada tahun 1284, Raja Kertanegara kembali melakukan ekspansi menaklukkan Bali.

Pada tahun 1289 Kubilai Khan dari kerajaan Mongol mengirimkan utusan ke Singasari yang isinya meminta kerajaan ini agar tunduk di bawak kedaulatan Kerajaan Mongol.

Namun, Permintaan kerajaan Mongol tersebut ditolak dengan sangat tegas oleh Kertanegara.

Dalam kitab Negarakretagama, daerah diluar pulau jawa yang berhasil di taklukkan oleh Kertanegara dalam upaya perluasan wilayahnya adalah Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura.

Sejarah Runtuhnya Kerajaan Singasari

kerajaan singasari

Nasionalisme.co

Runtuhnya kerajaan singasari terjadi pada tahun 1292 yang terjadi akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Jayakatwang yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari kertanegara sendiri.

Pemberontakan ini dilakuan oleh Jayakatwang saat melihat kondisi internal kerajaan  yang sedang tidak fokus terhadap kondisi dalam negeri.

Fokus Kertanegara saat itu adalah melakukan ekspansi besar-besaran ke pulau Bali dengan mengirimkan sebagian besar pasukannya ke pulau Bali sehingga kekuatan dalam negeri menjadi melemah.

Kondisi tersebut menjadi cela bagi Jayakatwang untuk merebut kekuasaan kertanegara. Pemberontakan yang dilakukan oleh Jayakatwang akhirnya berhasil merebut kepemimpinan kerajaan dan membunuh Kertanegara.

Terbunuhnya Kertanegara akhirnya menjadi simbol berakhirnya sejarah kerajaan Singasari yang tunduk dibawah kekuasaan kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang.

Hubungan Antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Singasari

patung kendedes

candi1001.blogspot.com

Saat pemberontakan dilakukan Oleh jaya Katwang berhasil menaklukkan Singasari, Jaya Katwang tidak membunuh semua anggota kerajaan. Raden Wijaya merupakan salah satu keluarga kerajaan yang tidak dibunuh oleh Jaya Katwang dengan menjadikannya sebagai tawanan.

Setelah beberapa waktu, melalui bantuan Aria Wiraraja akhirnya Raden Wijaya kemudian diberikan amnesti atau pengampunan oleh Jaya Katwang dan diberikan sebuah daerah untuk dipimpinnya yang bernama Majapahit.

Dalam mendirikan Majapahit, Raden Wijaya diam-diam memendam ambisi menaklukkan kerajaan Kediri yang dimpimpin oleh Jaya Katwang.

Pada tahun 1293 kesempatan untuk menaklukkan kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang akhirnya datang.

Saat itu Kerajaan Kediri mendapatkan serangan dari pasukan Mongol dibawah pimpinan Ike Mese dalam rangka ekspansi perluasan wilayah kekuasaan Mongol.

Kondisi tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh Raden Wijaya dengan membangun kerjasama dengan pasukan Mongol melakukan penyerangan ke kerajaan Kediri.

Serang tersebut akhirnya berhasil mengalahkah Jaya Katwang yang sekaligus meruntuhkan kerajaan Kediri.

Setelah berhasil meruntuhkan kerajaan Kediri, Raden Wijaya kemudian berbalik menyerang para tentara Mongol dengan serangan besar-besaran yang akhirnya memaksa pasukan Mongol meninggalkan pulau Jawa.

Setelah berhasil mengusir para tentara Mongol, Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan Majapahit dan dinobatkan sebagai raja pertama yang Memimpin kerajaan Majapahit.

Silsilah Kerajaan Singasari

silsilah kerajaan Singasari

historia.id

Dari catatan-catatan sejarah yang didapatkan, ditemukan dua versi mengenai silsilah kerajaan Singasari yaitu versi Pararaton dan versi Nagarakretagama. Dari keduanya terdapat perbedaan dalam menyebutkan urutan-urutan raja Singasari.

Silsilah kerajaan Singasari yang ditulis dalam kitab versi Pararaton banyak diwarnai dengan pertumpahan darah yang dilatraberlakangi dendam.

Sedangkan silsilah kerajaan Singasari dari versi kitab Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja dalam perebutan kepemimpinan kerajaan Singasari.

Berikut Nama-nama raja yang pernah memimpin dalam sejarah kerajaan Singasari

Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 – 1247)

Ken arok adalah raja pertama dalam sejarah Kerajaan Singasari yang lahir di Jawa Timur pada tahun 11812 dan dari sejarah peniggalan sejarah di temukan bahwa ken arok meningga pada tahun 1247 atau 1227.
Dalam sejarah kerajaan Singasari Ken arok memerintah pada tahun 1222- 1227 dengan gelar Sri Rajasa san Amurwahbhumi.

Anusapati (1247 – 1249)

Anuspati memerintah sejak 1227 menggantikan ayahnya. Sejarah Kerajaan Singasari dibawah kempemimpinannya berjalan dengan tenang. Seluruh wilayah jawa berhasil ditundukkan namun tetap hidup dengan tenang tanpa ada isu-isu pemberontakan didalam kerajaan dan wilayah kekuasaannya.

Anuspati meninggal pada tahun 1248 yang kemudian digantikan oleh puteranya yang bernama Wisnuwardhana (Merujuk pada kitab Nagarakretagama) .

Tohjaya (1249 – 1250)

Menurut kitab vesi Pararaton, Tohjaya merupakan raja Singasari menggantikan raja sebelumnya Raja Anuspati pada tahun 1249 – 1250. Akan tertapi, menurut kitab Nagarakretagama Tohjaya tidak pernah sama sekali memerintah atau menjadi raja di dalam sejarah kerajaan Singasari.

Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 – 1272)

Raja Wisnuwardhana adalah raja yang meresmikan nama Singasari sebagai ibu kota kerajaan Tumapel. Sebelumnya, nama ibukota kerajaan adalah Kutaraja. Seiring berjalannya waktu, nama Singasari lebih populer dibanding nama kerajaan Tumapel sendiri yang akhirnya dikenal dengan nama Kerajaan Singasari.

Kertanagara (1272 – 1292)

Sri Maharaja Kertanegara adalah raja terakhir pada silsilah kerajaan Singasari. Meskipun sebagai raja yang terakhir dia pula lah yang mengantarkan kerajaan Singasari menuju puncak kejayaannya.

Ia adalah satu-satunya raja dalam silsilah kerajaan Singasari yang berambisi menyatukan wilayah Nusantara. Meskipun tidak berhasil menyatukan nusantara di masa pemerintahannya, ambisi tetap hidup didalam diri Raden Wijaya yang akhirnya berhasil menguasai sebagian besar wilayah di nusantara bersama kerajaannya yaitu Majapahit.

peninggalan kerajaan singasari

meskipun Kerajaan ini telah runtuh, kerajaan ini meninggalkan banyak peninggalan-peninggalan kerjaan yang menggabarkan kejayaan serta kemajuan peradaban pada masa itu.

peniggalan kerajaan singasari

Berikut beberap peninggalan kerajaan Singasari yang masih dapa anda temukan hingga saat ini:

1. Cadi Singasari

Candi singasari adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang pertama. Candi ini terletak di kec. Singosari, malang – Jawa Timur.

Candi ini berlokasi di sebuah lembah yang diapit oleh gunung Arjuna dan gunung Tengger.
Berdasarkan tulisan dalam prasasti Gajah Mada, candi ini merupakan tempat pendermaan raja-raja Singasari.

2. Candi Jago

Candi Jago adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang terletak di kecamatan Tumpang, Malang – Jawa Timur.

Candi ini terbuat dari batu andesit yang tersusun dengan rapi menyerupai teras punden berundi-unduk. pada bagian atas candi terpenggal dan hanya menyisakan sebagian.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, terpenggalnya bagian atas candi terjadi akibat terkena sambaran petir.

Candi ini didirikan pada pemerintaha Kertanegara yang didirikan sebagai bentuk penghormatan pada ayah Kertanegara yaitu Wisnuwardhana yang meninggal pada tahun 1268.

3.Candi Sumberwadan

Candi Sumberawan adalah candi peninggalan kerajaan singasari yang berbentuk stupa yang berlokasi di desa Toyomarto, kec. Singosari, Malang – Jawa Timur. Dahulu candi ini menjadi tempat ibadah umat Budha yang dibangun pada abad ke-14 M.

4. Candi Jawi

Candi Jawi adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang lain yang terletak di desa Candi Wates, Kec.Prigen, Pasuruan – Jawa Timur. Candi ini terletak tepat dibawah kaki gunung Welirang.

Dahulu tempat ini dikenal sebagai tempat penyimpanan abu mendiang raja Singasari yang tekahir, prabu Kertanegara.

5.Candi Kidal

Candi Kidal adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang terletak di desa Rejokidal, kec. Tumpang, Malan-Jawa Timur. Candi ini diperkirakan dibuat pada pertengahan abad ke=13 M.

Candi kidal merupakan wujud penghormatan terhadap jasa besar Anuspati yang telah memerintah kerajaan ini selama 20 tahun.

6.Arca Dwarpala

Arca Dwarpala adalah peninggalan kerajaan Singasari yang berupa patung berbentuk monster besar yang dahulu kala digunakan sebagai pertanda pintu masuk atau sebagai bentuk selamat datang saat hendak memasuki wilayah Kotaraja.

7. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mulamalurung adalah prasasti yang berupa lempengan tembaga yang merupakan peninggalan dari kerajaan kediri pada masa pemerintahan Kertanegara.

Prasasti ini terdiri dari lempengan tembaga sejumlah 10 buah yang menjelaskan hal-hal yang berbeda di setiap lempengannya.

8. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri adalah peninggalan kerajaan singasari berupa sebuah manuskrip kuna yang di pahat pada bagian belakang Arca Manjusri.

Prasasti Manjusri ini berisi tentang penghormatan pada keluarga kerajaan dengan isi teks sebagai berikut:

Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Ibu Yang Mulia Rajapatni maka Adityawarman itu, yang berasal dari keluarganya, yang berakal murni dan bertindak selaku menteri wreddaraja, telah mendirikan di pulau Jawa, di dalam Jinalayapura, sebuah candi yang ajaib- dengan harapan agar dapat membimbing ibunya, ayahnya dan sahabatnya ke kenikmatan Nirwana.

9 Prasasti singosari

Prasasti Singosari adalah peninggalan kerajaan Singasari yang terletak di desa Singosari, Malang-Jawa Timur. Pembuatan prasasti ini diduga sebagai peringatan sebuah pemakaman.

10. Prasasti Wurare

prasasti Wurare adalah peninggalan kerajaan Singasari yang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada raja Kartanegara.

itulah sejarah singkat mengenai kerajaan Singasari mulai dari awal berdirinya hingga keruntuhannya. Semoga Informasi diatas dapat menabah pengetahun anda mengenai sejarah kerajaan Singasari.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>