Derita Muslim Uighur dan Diamnya Masyarakat Internasional

Belakangan ini, berita Internasional banyak memberitakan banyak memberitakan mengenai tindakan-tindakan China terhadap masyarakat muslim Uighur yang semakin tidak manusiwi.

Numun sayangnya berita-berita tersebut hanya menjadi angin lalu yang berlalu begitu saja.

Hingga saat ini China tidak juga berniat untuk mengurangi aksi-aksi diskriminatif yang mereka lakukan terhadap warga muslim uighur yang berada di wilayah otonomi uighur, xianjing.

Muslim Uighur di China

muslim uighur di xinjiang
flickr.com/90987386@N05

Wilayah Xinjiang merupakan wilayah yang dihuni oleh kurang lebih 12 juta warga etnis Uighur yang juga dikenal dengan nama turkistan timur.

Dahulu wilayah ini merupakan sebuah negara yang merdeka hingga akhirnya negara komunis China melakukan invasi serta melakukan pendudukan pada tahun 1949.

Kasus Muslim Uighur di China

selama dekade terakhir banyak sekali tragedi yang diberitakan mengenai wilayah dikuasai secara ketat di China tersebut.

Menurut kabar yang beredar, China telah melakukan serangkaian serangkaian aksi-aksi brutal untuk membasmi budaya uighur dan masyarakatnya.

Setiap bentuk ekspresi yang berbau Islam di xinjiang dilarang oleh pemerintah Cina.

Tak hanya menutup Masjid akan tetapi pemerintah China juga telah melarang setiap tulisan-tulisan keislaman yang termasuk didalamnya dalah tulisan Alquran.

Selain itu, setiap nama yang terdengar Islami Islam juga dilarang. Bahkan beberapa syariat-syariat Islam lain semisal jenggot dan hijab juga dilarang.

Informasi terbaru memberitakan bahwa pemerintah Cina telah mengistruksikan kepada semua muslim Uighur agar memasang alat pelacak sejenis GPS pada kendaraan mereka.

GPS tersebut wajib dipasang baik pada sepeda motor ataupun mobil. Sehingga dengan begitu, pihak pemerintah China dapat mengetahui keberadaan mereka kapanpun dan dimanapun.

Intimidasi Muslim Uighur di China

muslim uighur china
flickr.com/mike_benedetti

Berdasarkan pemberitaan dari para pengamat hak asasi mengungkap bahwa pemerintah pusat China telah memerintahkan para pejabatnya yang berada di wilayah Xinjiang untuk membawa hampir separoh dari penduduk Uighur ke camp-camp konsentarasi yang mereka buat.

Camp-camp konsentrasi tersebut mereka buat untuk melakukan pendidikan-pendidikan ulang kepada para masyarakat Uighur.

Adapaun mereka yang terus membangkang atau melakuan penentangan mengenai program indoktirinisasi pemenrintah akan diancam dengan hukuman penjara hingga hukuman mati.

Oleh karena hal tersebut, tersebar informasi mengenai maraknya perlakukan yang tidak manusiawi terhadap masyarakat muslim Uighur yang berasa di wilayah Xinjiang atau Turkistan Timur.

Hal tersebut dikonfirmasi dari para pengungsi Muslin yang berhasil melarikan diri dari penangkapan pemerintah China.

Berdasarkan keterangan dari seorang Muslim Uighur yang berhasil mendapatkan status pencari suakan di pemerintahan Australia pada tahun 2017 kemarin.

Berdasarkan informasi darinya, diketahui bahwa pemerintah China telah menangkap dan memenjarakan banyak penduduk muslim Uighur yang ingin keluar negeri.

Bahkan istri dan anaknya yang masih berusia 9 bulan bulan menjadi bagian dari mereka yang dipenjarakan oleh pemerintah China.

Pemerintah China sendiri melakukan hal tersebut karena mereka Khawating jika kabar mengenai kekejian yang mereka lakukan terhadap masyarakat muslim Uighur tercium oleh dunia Internasional.

Kisah Pilu Muslim Uighur di China

derita muslim uighur
flickr.com/malcsb

Salah satu kekejaman yang dilakukan pemerintah China adalah seperti apa yang terjadi pada anak dan istri Musafir.

Diman dalam 60 hari kedepan, saat putranya genap berusia 1 tahun, istrinya akan dipenjarakan selama lima tahun, dan kemudian anaknya yang telah berumur 1 tahun akan di jual kepada para agen pengadopsi anak.

Adapun alasan penangkapan istri dan anak Musafir adalah karena mereka berusaha untuk meninggalkan China untuk menuju Australia bersama suaminya.

“China sangat takut jika dunia mengetahui perlakuan mereka terhadap etnis Uighur” Ujarnya.

Nasib yang sama juga dialami oleh salah seorang muslin China yang bernama Zang. Zang merupakan seorang Muslim Hui yang kini telah tinggal di Amerika Serikat.

Nasib Zang mirip dengan yang dialami oleh Musafir. Zang mengatakan bahwa Istrinya juga ditangkap dan dijatuhi hukuman karena berusaha meninggalkan China secara Illegal pada tahun 2016 silam.

Namun sayangnya, beberapa saat setelah penangkapannya, Istri Zang yang menderita kanker dikabarkan mengalami koma setelah menjalani penyiksaan serta penganiayaan dan akhirnya meninggal dunia.

Pada dasarnya Zang tidak tinggal diam setelah kejadian tersebut.

Beberapa saat setelah kematian istrinya, Zang berusaha menuntut dan mencari keadilan. Akan tetapi bukan keadlilan yang didapat Zang malah mendapatkan ancaman pembunuhan.

Zang mengalami percobaan pembunuhan oleh pemerintah China dengan cara memanipulasi kecelakaan terhadap dirinya.

Menurutnya, cara-cara busuk seperti itu adalah cara yang lazim digunakan oleh pemerintah China dalam rangka melakukan pembungkaman terhadap orang-orang yang mengkiritik pemerintahan.

Khawatir dengan keselamatan dirinya, Zang pun akhirnya berhasil keluar dari China menuju Amerika pada tahun 2017.

Meskipun telah berada jauh dari China, namun Zang masih tetap merasa khawatir akan dirinya yang akan terus dikejar oleh pemerintah China.

Selain informasi dari masyarakat yang berhasil melarikan diri dari China, Berita-berita kekejaman pemerintah China terhadap masyarakat muslim juga banyak diberitakan oleh media-media Internasional.

Salah satu media yang memberitakan kejadian tersebut adalah Washington Post.

Namun para wartawan yang memberitakan kabar tentang kondisi masyarakat muslim di China tersebut juga tidak terlepas dari Intimidasi pemenrintah China.

Adalah keluarga dari salahsatu wartawan yang bekerja di radio Free Asia ditangkap oleh petugas keamanan China guna memaksa wartawan tersebut untuk tidak meliput berita tentang masyarakat musli Uighur di xinjiang.

Wartawan tersebut didesak oleh pemerintah untuk berhenti memberitakan berita-berita seputar muslin Uighur dan wilayah Xinjiang.

Namun terlepas apakah dunia Internasional telah mengetahui kekejaman yang menimpah masyarakat muslim Uighur di Xinjiang, hingga saat ini belum terlihat aks-aksi intervensi dunia internasional terhadap hal ini.

Bahkan Organisasi-organisasi dunia seperti PBB juga terkesan tidak mampu berubuat apa-apa.

Bagaimanana kabar saudara-saudara kita di Xinjian saat ini..,? Tak ada yang tahu pasti.

Marilah kita sama-sama Mendoakan mereka agar selalu berada dibawa lindungan Allah. Sebab sejatinya pertolongan bukanlah datang dari dunia Internasional, pertolongan hanya datang dari Allah. Wassalam.

Leave a Comment