Dasar-Dasar Belajar Menjahit Untuk Anda yang Masih Pemula

belajar menjahit

Belajar menjahit – Tak bisa dipungkiri, menjahit merupakan salah satu hobi yang sangat menyenangkan.

Selain memberikan ruang berkreasi dan mengasah kreatifitas, menjahit juga dapat dijadikan salah satu sumber penghasilan yang sangat menjanjikan apabila di tekuni dengan serius.

Dahulu menjahit banyak di dominasi oleh kalangan ibu-ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu dirumah.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi menjadikan kegiatan menjahit menjadi semakin digemari oleh berbagai kalangan termasuk anak muda tentunya.

Munculnya banyak desainer-desainer mudah belakangan ini menjadikan bukti kalau dunia jahit menjahit bukan hanya menjadi dominasi kalangan ibu-ibu rumah tangga lagi.

Teknologi merupakan salah satu penyebab utama berkembangnya kesenangan jahit-menjahit ini.

Kemudahan dalam mengakses informasi, berbagi pengalaman, serta besarnya media publikasi, menjadikan banyak anak-anak mudah menjadi bersemangat belajar menjahit.

Namun pada kenyataannya, untuk menjadi seorang penjahit yang profesional yang memiliki karya-karya yang luar biasa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, apalagi belajar menjahit otodidak.

belajar menjahit secara otodidak

joann.com

Keahlian menjahit adalah skil yang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk dapat menghasilkan karya yang spektakuler.

Hal ini lah yang menjadikan kebanyakan para pemula di dunia jahit menjahit menjadi angin-anginan di awal-awal belajar menjahit.

Belajar menjahit untuk pemula dengan cara angin-anginan ini tidak akan memberikan hasil yang maksimal khususnya bagi anda yang belajar menjahit otodidak.

Oleh karena ini, perlu kesadaran penuh untuk menghilangkan sifat angin-anginan dalam belajar menjahit otodidak.

Setelah anda berhasil menghilangkan sifat belajar yang angin-anginan, dijamin anda akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Ok. Untuk menghilangkan kebiasaan angin-anginan saat belajar menjahit untuk pemula, berikut 5 hal yang harus anda perhatikan sebelum memulai belajar.

1. Yakinkan diri anda bahwa anda memang ingin belajar menjahit

Berhubung anda belajar menjahit otodidak maka andalah yang harus mengatur segalanya, mulai dari awal belajar hingga mahir.

Oleh karena itu sebelum mulai anda harus benar-benar memantapkan diri untuk siap tekun dalam belajar menjahit.

Mulailah dengan niat di dalam diri anda, komunikasikan dengan orang-orang yang anda pikir dapat memberikan dukungan kepada anda.

Sebab belajar menjahit adalah sebuah keterampilan yang membutuhkan waktu serta pembiasaan diri agar bisa menguasainya dan menjadi ahli di bidang ini.

2. Tentukan Jadwal Belajar Menjahit yang Konsisten

waktu belajar menjahit

roro44.com

Setelah anda yakin seratus persen untuk benar-benar mempelajari dunia jahit-menjahit, saatnya anda mulai membuat jadwal belajar yang akan menjadi acuan anda dalam hal waktu belajar.

Berhubung anda belajar menjahit otodidak, andalah yang menentukan sepenuhnya jadwal belajar yang cocok untuk anda.

Sesuaikan jadwal belajar anda dengan jadwal kegiatan yang lain untuk meminimalisir gangguan-gangguan saat anda belajar. Hal ini akan menjaga agar anda bisa tetap fokus saat belajar menjahit.

Sebisa mungkin untuk membuat jadwal layaknya orang yang sedang mengikuti sebuah kursus menjahit, seperti 2 atau tiga kali sepekan dengan durasi 1,5 – 2 jam.

Jangan terlalu fleksibel sebab akan memunculkan rasa malas atau angin-anginan untuk belajar. Namun, waktu yang terlalu ketat bisa juga menjadikan anda stres sendiri nantinya.

Oleh karena itu bijaklah dalam menentukan waktu belajar yang tepat untuk anda.

3. Rancanglah Langkah-Langkah Belajar Menjahit Anda

Agar pembelajaran anda lebih tepat dan terarah sebaiknya anda membuat kurikulum belajar sebagai pegangan. Anda dapat membuat kurikulum dengan mengambil dari beberapa referensi yang banyak beredar di internet.

Sebagai seorang pelajar otodidak, anda dapat menyesuaikan kurikulum pembelajaran anda dengan kemampuan anda. Dengan begitu anda bisa belajar menjahit dengan lebih menyenangkan tanpa tekanan.

Mulailah dengan materi-materi yang paling mudah, seperti, “cara membuat pola baju”. Tak perlu terburu-buru dalam menentukan target belajar. Sebab, keahlian anda akan terasa seiring berjalannya waktu.

4. Ciptakan Kondisi yang Menyenangkan Saat Belajar Menjahit

senang belajar menjahit

maxpixel.freegreatpicture.com

Belajar memang penting dan baik namun apabila tidak dibarengi dengan suasana hati yang baik semua akan menjadi kacau tak peduli seberapa serius anda.

Oleh karena itu, kondisi yang nyaman, suasana yang tenang, serta hati yang senang adalah kunci utama dalam belajar menjahit otodidak.

Saat anda memasuki tingkat mahir nantinya, kondisi suasana hati akan semakin berperan penting dalam proses penciptaan karya-karya anda.

5. Fokus, Fokus, Fokus..!

Meskipun anda telah mengatur jadwal serta telah membuat kurikulum yang akan anda patuhi dalam rangka belajar menjahit. Namun dalam prakteknya, selalu ada saja hal-hal yang mengganggu fokus anda dalam belajar.

Tidak hanya faktor eksternal seperti gangguan dari orang lain, tapi juga gangguan dalam diri sendiri seperti rasa malas juga menjadi salah satu faktor penyebab hilangnya fokus belajar.

Jadi tak perlu heran apa bila hal tersebut terjadi. Akan tetapi anda harus terus membiasakan diri anda untuk tetap fokus saat belajar.

Cara agar tetap fokus salah satunya adalah dengan memilah-milah mana hal yang penting dan yang tidak penting untuk anda lakukan.

Itulah lima hal yang perlu anda perhatikan sebelum mulai belajar menjahit otodidak. saat anda telah siap dengan semuanya, saatnya anda mulai belajar menjahit.

Sebagai perkenalan, berikut beberapa materi dasar yang dapat mulai anda pelajari sebagai langkah awal dalam belajar menjahit otodidik.

Belajar Menjahit – Cara Membuat Pola Baju 

membuat pola baju

Reference.com

berikut cara membuat pola baju yang dapat anda jadikan sebagai acuan dalam memulai belajar menjahit otodidak.

Cara Membuat Pola Baju Untuk Badan Bagian Atas

pola untuk badan bagian atas adalah pola yang dibuat untuk badan bagian bahu sampai ke pinggang. Pola ini juga biasa disebut pola badan bagian muka dan belakang.

Cara Membuat Pola Baju Untuk Badan Bagian Bawah

Pola dasar bagian bawah adalah pola yang dibuat untuk badan bagian bawah, yaitu pada bagian pinggang sampai lutut atau terkadang dibuatkan pola hingga mata kaki.

Untuk wanita, pola ini disebut pola rok bagian depan dan belakang.

Cara Membuat Pola Baju Untuk Lengan

Pola lengan adalah pola yang dibuat untuk lengan yang diukur mulai dari lengan bagian atas sampai bagian siku atau diteruskan sampai pada bagian pergelangan tangan.

Pola Badan Atas dan Pola Badan Bawah

Pola badan atas dan pola badan bawah adalah pola yang digunakan sebagai pola dasar dalam pembuatan gaun atau baju terusan.

Cara Melakukan Pengukuran Bandan

Pengukuran badan adalah hal dasar selanjutnya yang perlu dipelajari setelah mempelajari cara membuat pola baju.

cara melakukan pengukuran badan dapat dikatakan cukup mudah. Model yang akan di jadikan tolak ukur harus berdiri dengan tegak.

membuat ukuran baju

123RF.com

Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam pengukuran sehingga setiap ukuran yang diambil tepat dan akurat sesuai dengan ukuran tubuh model.

Adapun bagian-bagian tubuh yang diukur diantaranya adalah:

Pengukuran Lingkar Leher(LL)

Pengukuran pada lingkar leher dilakukan pada sekeliling leher bagian bawah dengan cara meletakkan jari telunjuk pada tekuk leher atau diukur lalu ditambah 1 cm.

Pengukuran Lingkar Badan(LB)

pengukuran lingkar badan dilakukan pada bagian atas badan. Tepatnya yaitu pada bagian dada, dengan mengambil bagian badan yang paling besar sebagai tolak ukur.

Ukuran lingkar badan yang didapatkan dari pengukuran lingkar badan model kemudian diberi tambahan empat cm atau sebesar empat ruas jari.

Pengukuran Lingkar Pinggang(LP)

seperti namanya, pengukuran ini akan menghitung seberapa besar diameter pinggang.

Pengukuran Tinggi Panggul(TPa)

pengukuran ini dilakukan pada bagian bawah pinggang sampai pada batas panggul.

Pengukuran Lingakar Panggul(LP)

Pengukuran pada bagian lingkar panggul dilakukan pada sekeliling panggul dengan menggunakan bagian terbesar dari panggul sebagai tolak ukur urutan. Ukuran lingkar panggul yang didapatkan kemudian ditambah lagi empat cm atau seukuran dengan telapak tangan.

Mengukur Panjang Sisi(PS)

Pengukuran panjang sisi badan dilakukan dengan cara menyelakan penggaris pada bagian bawah ketiak.
Selanjutnya dilakukan pengukuran yang dimulai dari batas penggaris ke bawah sampai mencapai bagian bawah pinggang, kemudian dikurangi sebanyak 2-3 cm.

Panjang Muka(PM)

Pengukuran panjang pada sisi bagian muka dilakukan dengan pengukuran yang dimulai dari lekuk leher tepat di bagian tengah kebawah hingga mencapai bagian pinggang bagian bawah. Hasil pengukurannya kemudian dikurangi 2-3 cm.

Lebar Muka(LM)

Pengukuran lebar pada sisi bagian depan atau lebar muka diukur dengan cara mengambil patokan awal 5cm dibawah lekuk leher pada bagian tengah. Kemudian dilakukan pengukuran secara mendatar yang dimulai dari lengan kiri hingga batas lengan kanan.

Pengukuran Tinggi Dada(TD)

Tinggi dada diukur dengan cara mengambil tolak ukur yang dimulai dari bagian pinggang kemudian ditarik ke atas hingga mencapai puncak buah dada.

Pengukuran Lebar Bahu(LB)

Lebar bahu di ukur dengan cara menempatkan titik ukur awal di lekuk leher atau pada bagian tertinggi dari bahu kemudian di tarik ke bagian yang paling rendah atau pada bagian ujung bahu.

Ukuran Uji(UU)

Ukuran Uji atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.

Pengukuran Rok

Cara mengukur rok muka, belakang, dan sisi, dilakukan dengan satu cara yang sama.
untuk membuat ukuran rok dapat dilakukan dengan pengukuran yang dimulai dari pingga kebawah sesuai panjang yang dikehendaki.

Membuat Ukuran Lingakar Lubang Lengan(LLL)

pengukuran lingkar lubang lengan dilakukan dengan mengukur langsung sekeliling lengan yang kemudian di berikan tambahan ukuran sepanjang 4 cm.

Menetukan Panjang Lengan Pendek(PLPd)

penentuan panjang lengan pendek dilakukan dengan melakukan pengukuran yang dimulai dari lengan bagian atas atau pada puncak lengan kemudian ditarik kebawah hingga mendekati siku. Tepatnya kurang lebih 3 cm diatas siku.

pengukuran panjang lengan panjang (PLP) dilakukan dengan pengukuran dimulai dari lengan paling atas ke bawah hingga mencapai pergelangan tangan.

Lingkar lengan panjang(LLP) pengukuran pergelangan untuk lengan panjang sama seperti pada pengukuran lingkar lengan bagian atas.

caranya yaitu mengukur lingkaran pergelangan yang kemudian ditambah 3cm.

Alat dan Bahan Untuk Membuat Pola

kebutuhan belajar menjahit

flickr.com

Adapun alat-alat yang dibutuhkan dalam belajar menjahit diantaranya adalah:

Meteran

meteran digunakan untuk melakukan pengukuran badan sebagai acuan dalam cara membuat pola baju. Gunakan meteran yang menggunakan satuan ukuran inci dan sentimeter.

Buku Pola

Buku pola adalah buku yang khusus digunakan untuk membuat pola. Buku yang berukuran folio ini berisi lebaran-lembaran yang bergaris-garis untuk mencatat ukuran dan keterangan, selang seling dan juga polos yang bertujuan untuk media menggambar pola yang dibuat dalam ukuran skala.

Skala

Skala adalah alat yang digunakan sebagai pembanding yang digunakan untuk mengukur pola berdasarkan gambar yang telah dibuat pada buku pola.

Skala terbuat dari bahan karton yang berbentuk penggaris dengan berbagai macam ukuran skala, diantarnya: 1:2, 1:3, 1:4, 1:6, dan yang terakhir 1:8.

Pensil

Terdapat berbagai macam warna pensil yang digunakan dalam cara membuat pola baju. Setiap warna memiliki fungsi yang berbeda-beda. Diantaranya:

pensi hitam dipakai untuk menggambarkan garis pola

Pensil berwarna merah digunakan untuk menggambar pola jadi untuk bagian muka.

pensil berwarna biru digunakan untuk membuat pola jadi untuk pola bagian belakang.

penggaris

Terdapat beberapa macam penggaris yang digunakan dalam menjahit. Diantanya adalah penggaris lurus, penggaris siku, penggaris yang berbentuk panggul,lengan, serta leher.

Karet penghapus

karet penghapus digunakan untuk menghapus gambar/pola apabila terjadi kesalahan dalam pembuatannya.

Kertas sampul

Kertas sampul digunakan untuk membuat rancangan dan meletakkan pola gambar ukuran yang sesungguhnya yang akan di pindahkan ke kain.

Gunting

Gunting digunakan untuk membuat atau memotong pola yang telah dibuat, baik pola kecil maupun pola besar.

Itulah ulasan singkat sebagai perkenalan bagi anda yang tertarik untuk mulai belajar menjahit. Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran singkat mengenai hal-hal seputar belajar menjahit.

Read More...

Cara Membuat pola baju Untuk Pemula

membuat pola baju

Pola baju – Dalam membuat baju atau busana, pola adalah hal utama yang harus di persiapkan. Pola merupakan blueprint dari busana yang akan dibuat.

Sempurna atau tidaknya baju buatan anda bergantung dari sebagus dan sedetail apa pola baju yang anda buat. Oleh karena itu, membuat pola merupakan salah satu elemen yang penting dalam pembuatan suatu busana.

Pola ini berupa gambaran bentuk potongan-potongan atau bagian-bagian dari baju yang akan disatukan nantinya.

Intinya, pola yang telah dibuat akan menjadi acuan dalam pembuatan baju agar tidak terjadi kesalahan dalam pembuatannya, khususnya saat proses pemotongan kain.

Sebenarnya meskipun tanpa pola, busana tetap dapat dibuat namun terkadang hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan.

Cara membuat pola tidaklah sesulit yang dibayangkan. Cukup siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti gunting, kertas, pensil, dan penghapus.

pola baju

pixabay.com

Tips Membuat Pola Baju Untuk Pemula

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pemula yang baru akan memulai membuat pola diantaranya adalah:

Mulailah Dengan Membuat Pola yang Mudah

Dalam memilih pola mana yang akan dibuat, seorang pemula sebaiknya dapat menyesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya. Ada baiknya jika pola yang dipilih dimulai dari pola yang paling sederhana.

Pemilihan pola yang mudah dan sederhana akan menghindarkan anda dari rasa jenuh yang biasa timbul saat mengerjakan pola yang sulit.

Pola baju gamis merupakan salah satu pola yang paling cocok untuk seorang pemula. Sebab, baju gamis sendiri, tidak memiliki banyak lekukan sehingga cenderung mudah dalam pengaplikasiannya.

Buatlah Pola Langsung Diatas Kain

Umumnya, Pola dibuat di atas kertas terlebih dahulu kemudian diaplikasikan ke kain yang akan di buat. Namun jika anda seorang pemula, anda sebaiknya membuat pola langsung diatas kain tanpa harus menggambarnya di atas kertas terlebih dahulu.

Membuat pola langsung diatas kain cenderung lebih mudah, apalagi pola yang akan anda buat saat ini adalah pola yang cenderung sederhana. Dengan begitu anda tidak perlu mengulang untuk menggambar sehingga kerja anda menjadi lebih efisien.

Belajarlah Untuk Selalu Mengukur Kemampuan Anda

Setelah anda membentuk pola pada kain yang akan dibuat, selanjutnya saatnya bagi anda untuk menyatukan pola yang telah dibuat dengan cara dijahit.

Inilah saat yang tepat bagi anda untuk mengukur dan serta mengasah kemampuan anda dalam hal teknik menjahit.

Pada umumnya, setiap pola yang dibuat untuk membuat baju memiliki tingkat kesulitan masing-masing.

Setiap pola terkadang memiliki bagian-bagian tertentu yang cukup sulit untuk di jahit khususnya untuk seorang pemula. Bagian-bagian inilah yang membutuhkan teknik khusus untuk menjahitnya.

Dari hal tersebut anda dapat belajar untuk terus meningkatkan kemampuan anda dalam hal peningkatan serta pembiasaan diri dalam menguasai teknik-teknik menjahit.

Gunakan Aksesoris Tambahan

Setelah anda selesai menjahit dan menyatukan pola-pola yang telah dibuat tadi, saatnya anda memasuki tahap finishing.

Terkadang setelah semua pola disatukan, selalu saja ada kesalahan-kesalahan kecil yang ditemukan apalagi hasilnya dari seorang pemula.

Agar tidak kecewa-kecewa amat, Kesalahan atau ketidaksempurnaan tersebut bisa ditutupi dengan menggunakan aksesoris tambahan seperti pita atau bros sehingga akhirnya tetap terlihat cantik dan sempurna. dengan begitu anda akan tetap semangat belajar menjahit secara otodidak.

Menggambar Pola Dasar Baju

pembuatan pola baju

pixabay.com/philriley427

Umumnya, pola pakaian terdiri dari beberapa pola dasar yang digunakan sebagai acuan dalam membuat pakaian. pola dasar tersebut adalah:

Pola Dasar Bagian Atas

Pola Dasar bagian atas adalah pola yang meliputi bagian bahu hingga ke bagian pinggang yang pola ini umumnya disebut pola badan bagian muka dan belakang.

Pola Dasar Bagian Bawah

Pola dasar bagian bawah adalah pola yang dibuat untuk bagian bawah tubuh yang diukur mulai dari pinggang hingga ke lutut atau diteruskan sampai ke mata kaki.

Untuk pakaian wanita pola ini biasa disebut pola dasar rok yang terdiri dari pola dasar rok muka dan belakang.

Pola Lengan atau Pola Dasar Lengan

Pola lengan adalah pola yang dibuat untuk membentuk bagian lengan yang meliputi bagian lengan atas hingga siku untuk lengan pendek.

Sedangkan untuk lengan panjang dapat diteruskan hingga ke pergelangan tangan.

Pola Badan Atas dan Pola Badan Bawah

berbeda dengan pola dasar bagian atas dan bawah, pola badan atas dan pola badan bawah diaplikasikan dalam pembuatan baju terusan atau gaun.

Itulah empat pola dasar yang umum berada di setiap pola baju yang akan dibuat.

pengguntingan pola

wikihow.com

Hal terpenting selanjutnya yang perlu di perhatikan saat membuat pola adalah kesesuaian antara ukuran gambar dengan dengan ukuran aslinya atau ukuran ril yang akan dibuat.

Oleh karena itu sebelum membuat pola baju seorang desainer akan melakukan pengukuran terlebih dahulu.

Adapun ukuran-ukuran yang diperlukan dalam membuat pola diantaranya adalah:

Ukuran lingkar badan, adalah ukuran keliling badan yang dapat di ukur pada bagian dada melalui bawah ketiak melewati puncak dada.

Lingkar pinggang adalah ukuran keliling lingkar pinggang.

Lingkar pinggul adalah ukuran keliling pada bagian pinggul yang paling besar.

ukuran lebar bahu adalah panjang bahu yang diukur dari ujung bahu kanan hingga ujung bahu kiri.

Panjang baju adalah panjang baju dari atas kebawah yang diukur mulai dari tengah bahu turun kebawah hingga sesuai keinginan.

Panjang lengan adalah panjang bagian lengan yang diukur mulai dari pangkal lengan bagian atas turun kebawah hingga mendekati siku.

tinggi punggung adalah ukuran antara tengkuk hingga pinggang umumnya ukuran tinggi punggung berkisar antara 36 cm hingga 42 cm.

Setelah menentukan ukuran baju yang akan dibuat, selanjutnya adalah membuat pola berdasarkan ukuran.

Contoh Pola Baju Sederhana

Berikut beberapa pola yang dapat anda gunakan untuk mulai belajar dalam melihat pola:

Contoh pola baju kaos

Pola baju kaos bagian 1

lovesewingmag.co.uk

pola baju kaos bagian 2

lovesewingmag.co.uk

Contoh pola baju gamis

pola baju gamis

google.com

Contoh Pola Lengan Baju

pola lengan

google.com

Apabila anda masih bingung dengan pola yang ada, anda dapat menggunakan alternatif terakhir. Yaitu mengambil pola baju yang sudah ada. Caranya sebagai berikut

Carilah pakaian yang sudah tidak digunakan lagi yang ukurannya sesuai dengan pakaian yang akan anda buat.

Bukalah jahitan baju tersebut secara perlahan-lahan sehingga anda dapat melihat pola yang ada pada baju tersebut.

Sebelumnya anda harus telah mengetahui pola-pola dasar yang ada pada baju sehingga anda tidak salah dalam melakukan pemotongan.

Tidak perlu membuka keseluruhan baju hingga sepenuhnya terpisah. cukup melepas sebagian pada bagian badan sebagai rujukan untuk pola muka dan belakang serta satu bagian pada lengan sebagai rujukan untuk pola lengan.

Setrika pola-pola yang akan dijadikan rujukan hingga rapi.

Tempelkan pola-pola tersebut diatas kertas karton. Agar kain tidak bergeser, rekatkan pola di atas karton dengan menggunakan jarum pentul.

Selanjutnya, mulailah menggambar pola baju dengan mengikuti bentuk baju dengan menggunakan spidol.

contoh pola baju

Crafthubs.com

Setelah selesai digambar, guntinglah pola tersebut mengikuti garis yang telah anda buat sebelumnya sampai karton tersebut membentuk pola seperti yang anda inginkan.

selamat mencoba membuat pola baju.

Read More...

Cerita kerajaan samudra pasai, Pelopor Penyebaran Agama Islam Nusantara

cerita kerajaan samudra pasai

Kerajaan Samudra Pasai – Tidak dapat dipungkiri, perkembangan agama Islam di Indonesia tidak lepas dari peran kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berjaya di Nusantara. Kerajaan-kerajaan ini berperan dalam proses penyebarannya khususnya dalam melindungi para ulama-ulama yang menyebarkan agama Islam di Wilayah kekuasaannya.

Salah satunya yang paling berperan ialah kerajaan Islam pertama yaitu Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam Tertua di Indonesia yang menjadi salah satu pelopor utama penyebaran agama Islam di Nusantara.

Sejarah Kerajaan Samudra Pasai

kerajaan samudra pasai

serbasejarah.blogspot.co.id

Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan yang berdiri sekitar abad ke-13 beberapa saat setelah kehancuran kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan ini adalah gabungan dari dua kerajaan yaitu kerajaan Pase dan Kerajaan Peurlak.

Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Mara Silu yang setelah memeluk agama Islam merubah namanya menjadi Sultan Malik As-Saleh yang memimpin Samudra Pasai selama 29 tahun.

Setelah pemerintahan Sultan Malik as-Saleh, kepemimpinan Samudra Pasai dilanjutkan oleh putranya hasil dari perkawinannya dengan putri dari kerajaan Perlak yaitu Sultan Muhammad Malik az-Zahir.

Kejayaan Kerajaan Samudra Pasai

Di masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir, kerajaan Samudra Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat khususnya dalam bidang perdagangan.

Salah satu bukti kemajuan kerajaan ini adalah penggunaan koin emas sebagai mata uang yang digunakan sebagai alat tukar dalam jual beli.

Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini semakin berkembang yang akhirnya menjadi salah satu pusat perdagangan di Nusantara yang banyak di singgahi oleh pedagang-pedagang dari luar negeri seperti Arab dan India.

lambang kerajaan samudra pasai

myrepro.wordpress.com

Banyaknya pedagang-pedagang yang datang dari Arab menjadikan Samudra Pasai tidak hanya sebagai pusat perdagangan melainkan juga menjadi tempat pengembangan dakwah Agama Islam yang dibawah oleh pedagang-pedagang Arab.

Pada tahun 1326, Sultan Mahmud Malik az-Zahir meninggal dunia. Kepemimpinan kerajaan Pasai kemudian di turunkan kepada anaknya Sultan Mahmud Malik az-Zahra yang memimpin kerajaan hingga tahun 1345 M.

Dalam masa kepemimpinannya, Ia mendapatkan kunjungan dari Ibnu Batuttah seorang sejarawan dari Maroko.

Dari sekian banyak bukti sejarah yang mencatat keberadaan kerajaan ini, Catatan dari Ibnu Battuta adalah yang paling kuat menggambarkan kerajaan ini.

Ibnu Batuttah adalah seorang sejarawan berkebangsaan Maroko yang pernah singgah di kerajaan Samudra Pasai dalam perjalanannya le Cina pada tahun 1345-1346.

Dalam catatannya ia menyebut “Sumutrah” yang merupakan ejaan untuk kata samudera yang kemudian berubah menjadi Sumatra.

Ibnu Batuttah mencatat, ketika ia singgah di kota Pasai, ia di jemput oleh seorang laksamana muda dari kerajaan Samudra Pasai yang bernama laksaman Bohruz.

Laksamana tersebut kemudian menginformasikan kerajaan tentang kedatangan Ibnu Batuttah.

Setelah menerima informasi, pihak istana kemudian mengadakan jamuan dengan mengundang Ibnu Batutta untuk bertemu dengan Sultan Mahmud yang merupakan Cucu dari Malik as-Saleh.

Setelah menghampiri kerajaan Samudra Pasai, Ibnu Batuttah kemudian melanjutkan perjanannya ke negeri Cina.

Catatan Ibnu Batuttah Mengenai Kerajaan Samudra Pasai

ibnu batutah di kerajaan samudra pasai

fiqhmenjawab.blogspot.co.id

Dalam catatannya, Ibnu Batuttah menceritakan bahwa sultan di negeri Sumutrah memberikan sambutan yang penuh dengan keramahan, dan penduduknya menganut mazhab Syafi’i.

Ibnu Batuttah menjelaskan bahwa kerajaan Samudra Pasai tidak menggunakan benteng pertahanan yang terbuat dari batu, melainkan menggunakan kayu untuk memagari seluruh kota yang berjarak beberapa kilometer dari pelabuhan.

Didalam kerajaan ini terdapat mesjid dan pasar serta di aliri oleh sungai air tawar yang bermuara ke laut. Meskipun muaranya besar namun ombaknya yang bergelora dapat mengakibatkan kapal terbalik.

Di dalam sistem pemerintahan kerajaan terdapat istilah menteri, syahbandar dan kadi. Selain itu, keturunan sultan baik lelaki maupun wanita diberi gelar Tun, demikian juga beberapa petinggi dari kerajaan.

Kesultanan Samudra Pasai memiliki beberapa kerajaan yang berada dibawah otoritasnya dengan penguasanya juga bergelar sultan.

Kondisi Sosial Ekonomi Kerajaan

Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan yang menggunakan perdagangan sebagai kekuatan utamanya, dimana lada sebagai komoditas dagang utamanya.

Catatan Ma Huan menuliskan setiap 100 kati lada dijual dengan 1 tahil perak emas. Dalam perdagangannya, kerajaan Samudra Pasai sendiri mengeluarkan mata uang sendiri berupa koin emas sebagai alat utama transaksi didalam masyarakat.

Koin emas yang digunakan sebagai alat tukar disebut dengan Deureuham atau dirham yang terbuat dari 70% emas murni seberat 0.60 gram dengan diameter 10 mm, dengan tingkat kualitas sebesar 17 karat.mata uang kerajaan samudra pasai

Masyarakat Pasai Umumnya umumnya berprofesi sebagai petani dengan menanam padi di ladang yang dipanen dua kali dalam setahun. Selain bertani, sebagian juga masyarakat juga beternak sapi perah yang menghasilkan keju.

Rumah penduduk masyarakat kerajaan berdiri setinggi 2.5 yang di sekat menjadi beberapa bilik, dengan lantai yang dibuat dari bilah batang kelapa atau pinang yang tersusun rapi yang diatasnya di hamparkan tikar yang terbuat dari rotan atau pandan.

Gejolak Kerajaan Samudra Pasai

Pada masa pemerintahah Sultan Ahmad Malik az-Zahir yang merupakan putera dari Sultan Mahmud Malik az-Zahir, kerajaan Samudra Pasai mendapatkan serangan dari pasukan kerajaan Majapahit sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1345 dan 1350.

Serangan tersebut menyebabkan Sultan kerajaan Samudra Pasai saat itu harus pergi meninggalkan ibu kota kerajaan. Hal tersebut menjadikan kondisi kerajaan saat itu menjadi sangat lemah.

Kejayaan kerajaan Pasai kembali direbut saat kerajaan dipimpin oleh sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir sekitar tahun 1383 dan memerintah hingga tahun 1405.

Cerita Runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai

Memasuki masa-masa akhir kerajaan Samudra Pasai, didalam kerajaan terjadi beberapa pertikaian yang menyebabkan meletusnya perang saudara.

Karena besarnya perang saudara yang terjadi pada saat itu, mengakibatkan Sultan Pasai meminta bantuan kepada kerajaan malaka untuk meredamnya.

Namun kondisi kerajaan yang semakin melemah menyebabkan kerajaan ini akhirnya runtuh ditangan para penjajah dari Portugis pada tahun 1521 yang sebelumnya telah menundukkan kerajaan Malaka.
Dan pada tahun 1524 wilayah kerajaan menjadi bagian dari teritorial kesultanan Aceh.

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai 

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Cakra Donya

Cakra Donya adalah peninggalan kerajaan Samudra Pasai berupa lonceng yang bentuknya seperti stupa yang dibuat di negeri Cina pada tahun 1409 M

Lonceng tersebut memiliki diameter 75 cm dengan tinggi 125 cm. Pada bagian lonceng terdapat simbol-simbol yang merupakan kombinasi antara tulisan Cina dan Arab yang menghiasi lonceng.

Makam Sultan Malik Al-Saleh

makam raja samudra pasai

gifarigraphy.blogspot.co.id

Makam Sultan Malik Al-Saleh adalah situs peninggalan kerajaan Samudra Pasai yang terletak di desa Beuringin yang letaknya sekitar 17 km dari kota Lhoksumawe.

Makam Sultan Mahmud Malik Al-Zahir

Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah putera dari sultan Malik yang menjadi pemimpin kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1287 hingga 1326 M. Letak peninggalan kerajaan Samudra Pasai yang satu ini, terletak di sebelah makan ayahnya yaitu Sultan Malik Al-Saleh.

Makam Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah

Makan ini adalah makan dari dinasiti Abbasyiah yang merupakan cicit dari Khalifah Al-Munatsir.

Teungku Sidi adalah seorang pejabat Samudra Pasai saat itu yang memegang jabatan sebagai Mentri Keuangan.

makam ini terletak di Gampong Kuta Kreung dengan bentuk batu nisannya dihiasi menggunakan tulisan kaligarafi arab.

Makan Teungku Peuet Ploh Peuet

Makam ini adalah PeninggalaN kerajaan Samudra Pasai berupa kompleks pekuburan yang berisi makam dari 44 orang ulama yang saat itu mengeluarkan fatwa haram kepada raja yang menikahi putri kandungnya sendiri.

Kompleks pemakaman ini terletak di Gampong Beuringen, kec. Samudra. Pada nisaN kuburan tersebut tertulis kaligrafi Surah Ali Imran, ayat 18.

Makam Ratu Al-Aqla

makam Ratu Al-Aqla adalah peninggalan kerajaan Samudra pasai yang terletak di Gampong Meunje Tujoh kec. Matangkuli.

Makam ini adalah makan seorang puteri Sultan Muhammad Malikul Dhahir. Pada batu nisan makam ini terdapat tulisan yang berbahasa Kawi dan bahasa Arab.

Stempel Kerajaan Samudra pasai

stempel kerajaan samudra pasai

teethadiw.wordpress.com

Peninggalan kerajaan Samudra Pasai selanjutnya adalah sebuah stempel kerajaan yang diduga dipakai pada zaman pemerintahan Sultan Muhammad Malikul Zahir. Stempel ini ditemukan di desa Kuta Kreung, Kec. Samudra – Aceh Utara.

Peninggalan Kerajaan Samudra pasai yang Terakhir Adalah Naskah Surat Sultan Zainal Abidin

Peninggalan kerajaan Samudra Pasai yang terakhir adalah sura tulisan Sultan Zainal Abidin yang ditujukan kepada Kapita modern.

Demikianlah pembahasan mengenai kerajaan Samudra Pasai, semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi anda.

Terima kasih.

Read More...

Sejarah Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara Tanpa Peperangan

Kerajaan Tarumanegara – Indonesia adalah salah satu negara dengan segudang cerita dan sejarah dari berbagai macam suku. Oleh sebab itu kita sebagai penerus generasi bangsa harus mengetahui dan tetap terus menjaga kebudayaan agar tidak di klaim oleh bangsa lain.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas kisah sejarah dari sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri di Indonesia yaitu kerajaan Tarumanegara yang diperkirakan telah ada seja abad ke-3 Masehi.

Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara adalah sebuah kerajaan yang didirikan oleh seorang raja yang bernama Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 Masehi yang sekaligus menjadi raja pertama kerajaan Tarumanegara.

Jayasingawarman adalah seorang pengembara yang berasal dinasti Salankayana di India yang telah runtuh akibat invasi Samudra Gupta dari kerajaan Gupta.

sejarah kerajaan tarumanegara

portasejarah.com

Jayasingawarman kemudian pergi meninggalkan tanah kelahirannya yang akhirnya tiba dan menetap di Jawa Barat.

Setelah sekian lama menetap di Jawa Barat, Jayasingawarman mempersunting seorang putri raja kerajaan Sunda yaitu putri dari Dewawarman VIII raja dari kerajaan Salakanagara yang bercorak India di Pulau Jawa.

Singkat cerita, Jayasingawarman akhirnya mendirikan sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Tarumanegara.

Nama Tarumanegara diambil dari kata “Tarum” yang bermakna nilai atau biru. Kerajaan Tarumanegara adalah salah satu kerajaan tertua di nusantara yang Wilayahnya meliputi hampir seluruh wilaya Jawa bagian barat sekitar tahun 400 M hingga 700 M.

Berdasarkan bukti sejarah yang ditemukan, kerajaan ini merupakan kerajaan yang bercorak Hindu yang beraliran Wisnu.

Jayasingawarman meninggal pada tahun 282 M yang kemudian dikebumikan di daerah sungai Kali Gomati dan Kekuasaannya diturunkan kepada anaknya yang bernama Dharmayawarman yang memimpin pada tahun 382 M – 395 M.

Setelah Dhayawarman turun tahta, kepemimpinan selanjutnya diberikan kepada Purnawarman pada tahun 395 M – 434 M.

Dalam masa kepemimpinan Maharaja Purnawarman, ibu kota kerajaan Tarumanegara dipindahkan ke ibukota kerajaan yang baru yang terletak di dekat pantai pada tahun 397 M.

Ibukota baru tersebut diberi nama Sundapura yang akhirnya disingkat dengan nama Sunda yang dipakai hingga saat ini.

Masa Kejayaan Kerajaan Tarumanegara

kejayaan kerajaan tarumanegara

kaulawatakkambing.wordpress.com

Menurut sejarah, dimasa kepemimpinan Purnawarman, ia memperluas kekuasaan wilayah Kertanegara. Dibawah kepemimpinannya, terdapat 48 daerah kerajaan yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura(sekitar wilayah pandeglang) hingga ke daerah Purwalingga(sekarang bernama purbalingga) di Jawa Tengah.

Kejayaan kerajaan Tarumanegara dibawah kepemimpinan Purnawarman juga tertulis didalam prasasti Ciaruteun yang berisi “Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia“.

Di Tahun 417 M Raja Purnawarman pernah memerintahkan penggalian sungai Gomati dan Candrabaga sejauh 6112 tombak atau sekitar 11 km.

Setelah penggalian, ia mengadakan acara selamatan dengan memberikan 1000 ekor sapi kepada para kaum Brahmana yang merupakan salah satu golongan masyarakat didalam agama Hindu.

Kaum Brahmana adalah golongan para cendekiawan yang mempelajari segala macam ilmu-ilmu tentang keagamaan termasuk adat dan adab agama Hindu.

Peristiwa pengembalian kekuasaan

Beberapa waktu setelah pemerintahan raja Purnawarman, terjadilah peristiwa pengembalian kerajaan bekas jajahan Tarumanegara kepada raja-raja lokal setempat sebagaimana yang tertulis didalam prasasti Pasir Muara pada tahun 536 M.

Pengembalian kekuasaan tersebut dilakukan oleh raja Suryawarman (535 M – 561 M) yaitu raja ke-7 kerajaan Trumanegara.

Sebelum Raja Suryawarman, Raja Candawarman(515 M – 535 M) telah dulu melakukan hal tersebut sebagai bentuk hadiah kepada kerajaan-kerajaan lokal tersebut atas kesetiaannya kepada kerajaan Tarumanegara.

Selain melanjutkan kebijakan politik yang dibangun oleh ayahnya, Raja Suryawarman juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur.

Pada tahun 526 M, Manikmaya yang merupakan menantu raja Suryawarman mendirikan sebuah kerajaan baru di daerah Kendan, yaitu daerah yang terletak di antara Bandung dan Limbangan, Garut.

Perkembangan daerah timur tersebut kemudian berkembang menjadi semakin pesat saat dibawah pimpinan Cicit dari Manikmaya yang juga mendirikan krajaan Galuh pada tahun 612 M.

Masa Kemunduran Kerajaan Tarumanegara

runtuhnya kerajaan tarumanegara

sejarahkelasx.blogspot.co.id

Selama berdirinya, kerajaan Trumanegara megalami pergantian rasa sebanyak 12 kali. Raja terakhirnya bernama Linggawarman yang memimpin pada tahun 669 M.

Raja Linggawarman memiliki dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih yang menikah dengan Tarusbawah dari kerajaan Sunda. Dan yang kedua adalah Sobakancana yang menikah dengan Dapuntahyang Sri Jayanasa yang merupakan pendiri Kerajaan Sriwijaya.

Setelah Kepemimpinan Linggawarman berakhir, secara otomatis pimpinan kerajaan jatuh ke tangan suami putri pertamanya yaitu Tarusbawah dari kerajaan Sunda.

Kerajaan Tarumanegara akhirnya berakhir setelah Tarusbawah memilih untuk kembali ke kerajaannya sendiri di kerajaan Sunda yang akhirnya terjadilah pengalihan kekuasaan dari Tarumanegara ke kerajaan Sunda.

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara 

 

1. Prasasti Tugu

prasasti Tugu adalah prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam prasasti tersebut dituliskan bahwa raja Purnawarman memerintahkan untuk melakukan penggalian sebuah saluran air yang sangat panjang.

Saluran air tersebut adalah saluran air Gomati dan Ghandrabaga yang ukuran panjangnya 6.112 tombak atau sekitar 11 km yang diselesaikan hanya dalam tempo 21 hari.

2. Prasasti Ciaruteun

prasasti peninggalan kerajaan tarumanegara

anangpaser.wordpress.com

Prasasti Ciruteun adalah prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ditemukan oleh masyarakat di tepi sungai Ciaruteun, Cisadane -Bogor. Prasasti ini dibuat dengan menggunakan bahasa Sansekerta yang ditulis dalam aksara Pallawa.

Prasasti tersebut mengisahkan tentang raja Purnawarman yang menjadi raja saat itu. Di prasasti tersebut juga terdapat bekas sepasang kaki yang di yakini bahwa telapak kaki tersebut adalah telapak kaki dewa Wisnu.

Raja Pulawarman saat itu sangat diagungkan oleh rakyatnya karena keberaniannya serta ketulusannya melindungi masyarakat. Hal tersebut kemudian oleh masyarakat disamakan dengan Dewa Wisnu.

3. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu adalah peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di daerah bukit Koleangkak, Bogor.

Prasasti tersebut berisi berisi bait-bait puisi yang mengandung sanjungan kepada raja Purnawarman atas kebesarannya, keberaniannya, serta kegagahannya saat menjadi raja dari Kerajaan Tarumanegara saat itu.

4.Prasasti Cidanghiang

Adalah prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di wilayah Kampung Lebak di sekitar sungai Cidanghiang provinsi Banten. Prasasti tersebut juga berisi pujian serta sanjungan kepada raja Purnawarman.
Prasasti Cidanghiang ditemukan pada tahun 1949. Nama lain dari Prasasti Cidanghiang adalah prasasti Lebak.

5. Prasasti Kebon Kopi

peninggalan kerajaan tarumanegaraPrasasti Kebon Kopi adalah peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di daerah kampung Muara Hilir.
Dalam prasasti tersebut terdapat pahatan telapak kaki gajah.

Konon kabarnya, kaki gajah tersebut merupakan bekas kaki gaja yang bernama AIRWATA yang merupakan gajah milik Dewa Wisnu.

6. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten adalah prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang hingga saat ini belum diketahui maknanya, sebab tulisan yang digunakan masih sangat sulit untuk dibaca.

7. Prasasti Lebak Lawi
Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang terakhir adalah prasati Lebak Lawi. Seperti dengan prasasti Mutiara Cinten, isi dari prasasti ini juga belum bisa diterjemahkan oleh para sejarawan.

Itulah cerita mengenai kerajaan Tarumanegara yang merupakan salah satu kerajaan bercorak hindu di nusantara.

Read More...

Sejarah Ken Arok dan Kerajaan Singasari

sejarah kerajaan singasari

Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan yang berdiri di wilayah Jawa Timur yang didirikan oleh seorang raja yang bernama Ken Arok yang berdiri sekitar abad 12 Masehi. Lokasi kerajaan ini diperkirakan terletak di daerah Singosari, Malang.

Dilihat dari prasasti Kudadu tertulis bahwa saat pertama kali didirikan pada tahun 1222, nama resmi dari kerajaan Singasari adalah kerajaan Tumapel dengan ibu kota kerajaan bernama Kutaraja.

Pada tahun 1253, nama ibu kota dirubah menjadi Singasari oleh putra dari raja Wisnuwardhanan bernama Kertanegara yang resmi diangkat menjadi Yuwaraja.

Seiring berjalannya waktu, nama Singasari menjadi lebih banyak dikenal daripada nama Tumapel sebagai nama kerajaan saat itu. Maka, Kerajaan tumapel pun terkenal dengan nama kerajaan Singasari.

Sejarah Kejayaan Kerajaan Singasari

sejarah kejayaan kerajaan kediriKertanegara adalah raja yang paling terkahir dan yang paling sukses dalam sejarah kerajaan Singasari yang memimpin pada tahun 1272 – 1292. Kertanegara adalah satu-satunya raja yang melakukan perluasan wilayak ke luar pulau jawa.

Di tahun 1275 ia melakuan pengiriman pasukan dengan tugas ekspedisi Pemalayu yang bertujuan untuk menduduki Sumatra yang kemudian dijadikan sebagai benteng pertahanan terdepan untuk menghadapi bangsa Mongol yang saat itu sedang melakukan perluasan wilayah.

Saat itu, pulau Sumatera dikuasai oleh kerayaan Dharmasraya. Kerajaan ini pun akhirnya dianggap telah ditundukkan tanpa adanya peperangan.

Raja Kertanegara menjalin pesahabatan dengan kerajaan Dharmasraya. Hal ini terbukti dengan dikirmkannya Arca Amoghapasa oleh kertanegara.

Pada tahun 1284, Raja Kertanegara kembali melakukan ekspansi menaklukkan Bali.

Pada tahun 1289 Kubilai Khan dari kerajaan Mongol mengirimkan utusan ke Singasari yang isinya meminta kerajaan ini agar tunduk di bawak kedaulatan Kerajaan Mongol.

Namun, Permintaan kerajaan Mongol tersebut ditolak dengan sangat tegas oleh Kertanegara.

Dalam kitab Negarakretagama, daerah diluar pulau jawa yang berhasil di taklukkan oleh Kertanegara dalam upaya perluasan wilayahnya adalah Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura.

Sejarah Runtuhnya Kerajaan Singasari

kerajaan singasari

Nasionalisme.co

Runtuhnya kerajaan singasari terjadi pada tahun 1292 yang terjadi akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Jayakatwang yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari kertanegara sendiri.

Pemberontakan ini dilakuan oleh Jayakatwang saat melihat kondisi internal kerajaan  yang sedang tidak fokus terhadap kondisi dalam negeri.

Fokus Kertanegara saat itu adalah melakukan ekspansi besar-besaran ke pulau Bali dengan mengirimkan sebagian besar pasukannya ke pulau Bali sehingga kekuatan dalam negeri menjadi melemah.

Kondisi tersebut menjadi cela bagi Jayakatwang untuk merebut kekuasaan kertanegara. Pemberontakan yang dilakukan oleh Jayakatwang akhirnya berhasil merebut kepemimpinan kerajaan dan membunuh Kertanegara.

Terbunuhnya Kertanegara akhirnya menjadi simbol berakhirnya sejarah kerajaan Singasari yang tunduk dibawah kekuasaan kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang.

Hubungan Antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Singasari

patung kendedes

candi1001.blogspot.com

Saat pemberontakan dilakukan Oleh jaya Katwang berhasil menaklukkan Singasari, Jaya Katwang tidak membunuh semua anggota kerajaan. Raden Wijaya merupakan salah satu keluarga kerajaan yang tidak dibunuh oleh Jaya Katwang dengan menjadikannya sebagai tawanan.

Setelah beberapa waktu, melalui bantuan Aria Wiraraja akhirnya Raden Wijaya kemudian diberikan amnesti atau pengampunan oleh Jaya Katwang dan diberikan sebuah daerah untuk dipimpinnya yang bernama Majapahit.

Dalam mendirikan Majapahit, Raden Wijaya diam-diam memendam ambisi menaklukkan kerajaan Kediri yang dimpimpin oleh Jaya Katwang.

Pada tahun 1293 kesempatan untuk menaklukkan kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang akhirnya datang.

Saat itu Kerajaan Kediri mendapatkan serangan dari pasukan Mongol dibawah pimpinan Ike Mese dalam rangka ekspansi perluasan wilayah kekuasaan Mongol.

Kondisi tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh Raden Wijaya dengan membangun kerjasama dengan pasukan Mongol melakukan penyerangan ke kerajaan Kediri.

Serang tersebut akhirnya berhasil mengalahkah Jaya Katwang yang sekaligus meruntuhkan kerajaan Kediri.

Setelah berhasil meruntuhkan kerajaan Kediri, Raden Wijaya kemudian berbalik menyerang para tentara Mongol dengan serangan besar-besaran yang akhirnya memaksa pasukan Mongol meninggalkan pulau Jawa.

Setelah berhasil mengusir para tentara Mongol, Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan Majapahit dan dinobatkan sebagai raja pertama yang Memimpin kerajaan Majapahit.

Silsilah Kerajaan Singasari

silsilah kerajaan Singasari

historia.id

Dari catatan-catatan sejarah yang didapatkan, ditemukan dua versi mengenai silsilah kerajaan Singasari yaitu versi Pararaton dan versi Nagarakretagama. Dari keduanya terdapat perbedaan dalam menyebutkan urutan-urutan raja Singasari.

Silsilah kerajaan Singasari yang ditulis dalam kitab versi Pararaton banyak diwarnai dengan pertumpahan darah yang dilatraberlakangi dendam.

Sedangkan silsilah kerajaan Singasari dari versi kitab Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja dalam perebutan kepemimpinan kerajaan Singasari.

Berikut Nama-nama raja yang pernah memimpin dalam sejarah kerajaan Singasari

Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 – 1247)

Ken arok adalah raja pertama dalam sejarah Kerajaan Singasari yang lahir di Jawa Timur pada tahun 11812 dan dari sejarah peniggalan sejarah di temukan bahwa ken arok meningga pada tahun 1247 atau 1227.
Dalam sejarah kerajaan Singasari Ken arok memerintah pada tahun 1222- 1227 dengan gelar Sri Rajasa san Amurwahbhumi.

Anusapati (1247 – 1249)

Anuspati memerintah sejak 1227 menggantikan ayahnya. Sejarah Kerajaan Singasari dibawah kempemimpinannya berjalan dengan tenang. Seluruh wilayah jawa berhasil ditundukkan namun tetap hidup dengan tenang tanpa ada isu-isu pemberontakan didalam kerajaan dan wilayah kekuasaannya.

Anuspati meninggal pada tahun 1248 yang kemudian digantikan oleh puteranya yang bernama Wisnuwardhana (Merujuk pada kitab Nagarakretagama) .

Tohjaya (1249 – 1250)

Menurut kitab vesi Pararaton, Tohjaya merupakan raja Singasari menggantikan raja sebelumnya Raja Anuspati pada tahun 1249 – 1250. Akan tertapi, menurut kitab Nagarakretagama Tohjaya tidak pernah sama sekali memerintah atau menjadi raja di dalam sejarah kerajaan Singasari.

Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 – 1272)

Raja Wisnuwardhana adalah raja yang meresmikan nama Singasari sebagai ibu kota kerajaan Tumapel. Sebelumnya, nama ibukota kerajaan adalah Kutaraja. Seiring berjalannya waktu, nama Singasari lebih populer dibanding nama kerajaan Tumapel sendiri yang akhirnya dikenal dengan nama Kerajaan Singasari.

Kertanagara (1272 – 1292)

Sri Maharaja Kertanegara adalah raja terakhir pada silsilah kerajaan Singasari. Meskipun sebagai raja yang terakhir dia pula lah yang mengantarkan kerajaan Singasari menuju puncak kejayaannya.

Ia adalah satu-satunya raja dalam silsilah kerajaan Singasari yang berambisi menyatukan wilayah Nusantara. Meskipun tidak berhasil menyatukan nusantara di masa pemerintahannya, ambisi tetap hidup didalam diri Raden Wijaya yang akhirnya berhasil menguasai sebagian besar wilayah di nusantara bersama kerajaannya yaitu Majapahit.

peninggalan kerajaan singasari

meskipun Kerajaan ini telah runtuh, kerajaan ini meninggalkan banyak peninggalan-peninggalan kerjaan yang menggabarkan kejayaan serta kemajuan peradaban pada masa itu.

peniggalan kerajaan singasari

Berikut beberap peninggalan kerajaan Singasari yang masih dapa anda temukan hingga saat ini:

1. Cadi Singasari

Candi singasari adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang pertama. Candi ini terletak di kec. Singosari, malang – Jawa Timur.

Candi ini berlokasi di sebuah lembah yang diapit oleh gunung Arjuna dan gunung Tengger.
Berdasarkan tulisan dalam prasasti Gajah Mada, candi ini merupakan tempat pendermaan raja-raja Singasari.

2. Candi Jago

Candi Jago adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang terletak di kecamatan Tumpang, Malang – Jawa Timur.

Candi ini terbuat dari batu andesit yang tersusun dengan rapi menyerupai teras punden berundi-unduk. pada bagian atas candi terpenggal dan hanya menyisakan sebagian.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, terpenggalnya bagian atas candi terjadi akibat terkena sambaran petir.

Candi ini didirikan pada pemerintaha Kertanegara yang didirikan sebagai bentuk penghormatan pada ayah Kertanegara yaitu Wisnuwardhana yang meninggal pada tahun 1268.

3.Candi Sumberwadan

Candi Sumberawan adalah candi peninggalan kerajaan singasari yang berbentuk stupa yang berlokasi di desa Toyomarto, kec. Singosari, Malang – Jawa Timur. Dahulu candi ini menjadi tempat ibadah umat Budha yang dibangun pada abad ke-14 M.

4. Candi Jawi

Candi Jawi adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang lain yang terletak di desa Candi Wates, Kec.Prigen, Pasuruan – Jawa Timur. Candi ini terletak tepat dibawah kaki gunung Welirang.

Dahulu tempat ini dikenal sebagai tempat penyimpanan abu mendiang raja Singasari yang tekahir, prabu Kertanegara.

5.Candi Kidal

Candi Kidal adalah candi peninggalan kerajaan Singasari yang terletak di desa Rejokidal, kec. Tumpang, Malan-Jawa Timur. Candi ini diperkirakan dibuat pada pertengahan abad ke=13 M.

Candi kidal merupakan wujud penghormatan terhadap jasa besar Anuspati yang telah memerintah kerajaan ini selama 20 tahun.

6.Arca Dwarpala

Arca Dwarpala adalah peninggalan kerajaan Singasari yang berupa patung berbentuk monster besar yang dahulu kala digunakan sebagai pertanda pintu masuk atau sebagai bentuk selamat datang saat hendak memasuki wilayah Kotaraja.

7. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mulamalurung adalah prasasti yang berupa lempengan tembaga yang merupakan peninggalan dari kerajaan kediri pada masa pemerintahan Kertanegara.

Prasasti ini terdiri dari lempengan tembaga sejumlah 10 buah yang menjelaskan hal-hal yang berbeda di setiap lempengannya.

8. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri adalah peninggalan kerajaan singasari berupa sebuah manuskrip kuna yang di pahat pada bagian belakang Arca Manjusri.

Prasasti Manjusri ini berisi tentang penghormatan pada keluarga kerajaan dengan isi teks sebagai berikut:

Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Ibu Yang Mulia Rajapatni maka Adityawarman itu, yang berasal dari keluarganya, yang berakal murni dan bertindak selaku menteri wreddaraja, telah mendirikan di pulau Jawa, di dalam Jinalayapura, sebuah candi yang ajaib- dengan harapan agar dapat membimbing ibunya, ayahnya dan sahabatnya ke kenikmatan Nirwana.

9 Prasasti singosari

Prasasti Singosari adalah peninggalan kerajaan Singasari yang terletak di desa Singosari, Malang-Jawa Timur. Pembuatan prasasti ini diduga sebagai peringatan sebuah pemakaman.

10. Prasasti Wurare

prasasti Wurare adalah peninggalan kerajaan Singasari yang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada raja Kartanegara.

itulah sejarah singkat mengenai kerajaan Singasari mulai dari awal berdirinya hingga keruntuhannya. Semoga Informasi diatas dapat menabah pengetahun anda mengenai sejarah kerajaan Singasari.

Read More...

Cerita Kekejaman Raja Kertajaya Penyebab Kehancuran kerajaan Kediri

kerajaan kediri

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan yang telah ada sekitar abad 10 Masehi yang terletak di Jawa Timur. Dimasa silam, kerajaan ini memiliki pusat kota yang bernama Daha yang letaknya berada di sekitar kota Kediri saat ini.

Kerajaan Kediri adalah kerajaan yang bercorak Hindu yang berdiri sekitar 1045 – 1222 Masehi. Selain Bernama kerajaan Kediri, kerajaan ini juga di kenal dengan nama Panjalu dan Dhaha.

Menurut bukti sejarah yang ditemukan, kerajaan ini adalah satu dari dua kerajaan yang merupakan pecahan dari kerajaan Kahuripan pada tahun 1045.

Kerajaan Kahuripan adalah kerajaan yang dahulu dipimpin oleh Airlangga yang dibagi menjadi dua yang diberikan kepada kedua anaknya.

Airlangga terpaksa membagi kerajaannya menjadi dua disebabkan oleh sikap kedua putera nya yang saling bersaing memperebutkan tahta untuk menggantikan ayahnya kelak.

Airlangga sendiri setelah membagi kerajaannya menjadi dua, ia memutuskan untuk turun tahta dan mengasingkan diri menjadi seorang petapa.

Pembagian Kerajaan Kahuripan

Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang pemuka agama Hindu atau Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yang bernama Mpu Bharada.

Kedua kerajaan yang telah dibagi tersebut yakni Kerajaan Jenggala(Kahuripan) dan kerajaan Panja(Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas sebagaimana dituliskan didalam prasasti Mahakabya, kitab Negarakertagama dan kitab Calon Arang.

Kerajan Panja diberikan kepada putra yang bernama Sri Samarawijaya yang berpusat di satu kota yang baru dibentuk yang bernama Daha.

Luas daerah kekuasaan kerajaan Panjalu meliputi area Kediri dan daerah Madiun.

Sedangkan kerajaan Janggala diserahkan kepada putra yang bernama Mapanji Garasakan yang berpusat di kota yang lama yaitu Kahuripan.

Luas wilayah kerajaan Janggala meliputi daerah Malang, sungai Brantas, Rembang dan Pasuruan.

Sejarah Kerajaan Kediri

sejarah kerajaan kediri

betulcerita.blogspot.com

Meskipun kedua kedua kerajaan telah dibagi secara adil, kedua anak Airlangga masih merasa memiliki hak penuh atas keseluruhan kerajaan Airlangga.

Hal tersebut akhirnya menimbulkan ketegangan antara kedua raja yang bersaudara tersebut hingga akhirnya terjadi peperangan antara keduanya.

Ketegangan antara kedua kerajaan tersebut menyebabkan kerusuhan serta menjadikan kerajaan Panjalu (Kediri) terus dilanda kecemasan sebab merasa terus dibayang bayangi oleh kaum Jenggala.

Dimasa awal-awal ketegangan antara kedua kerajaan Kerajaan, Jenggala terus memberikan tekanan kepada kerajaan Panjalu.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kondisi menjadi berubah berbalik arah dimana setiap peperangan dimenangkan oleh kerajaan Panjalu.

Kemenangan demi kemenangan yang di raih kerajaan Panjalu menjadikan kerajaan tersebut perlahan-lahan menguasai hampir seluruh kerajaan Airlangga sampai akhirnya menguasai sepenuhnya tahta keajaan Airlangga tersebut.

Dengan demikian Berdirilah kerajaan Kediri di Jawa Timur sebagaimana yang terlihat dari bukti-bukti sejarah seperti prasasti-prasasti dan melalui kitab-kitab sastra kuno.

Kitab sastra yang menuliskan sejarah tersebut diantaranya adalah kitab Kakawinan Bharatayudha yang ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang banyak bercerita mengenai kemenangan kerajaan Pajalu/Kediri atas kerajaan Jenggala.

Raja-Raja yang Pernah Memerintah Kerajaan Kediri

Dalam Sejarah kerajaan Kediri dari awal berdirinya hingga runtuhnya, kerajaan ini mengalami beberapa pergantian raja, diantaranya adalah:
Sri jayawarsa (1104-1115)

Kameswara I (1116-1135)

Sarweswara (1159-1161)

Aryaaswara (1171-1174)

Gandra (1181)

Kameswara II (1182-1185)

Kertajaya (1185-1222)

Masa Kejayaan Kerajaan Kediri

bukti kejayaan kerajaan kediri

surabaya.panduanwisata.id

Tak banyak bukti-bukti sejarah yang dapat menggambarkan periode-periode awal berjalannya kerajaan ini.

Dari bukti sejarah yang ditemukan, Raja Kameswara(1116 – 1136)menikahi Dewi Kirana yang merupakan Puteri kerajaan Jenggala.

Pernikahan tersebut akhirnya menyambungkan kembali hubungan antara kedua kerajaan yang pernah bersitegang tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Kediri perlahan-lahan menjadi kerajaan yang kuat di Jawa Timur.

Hal tersebut tertulis didalam kitab Kakawin Smaradahana yang ditulis oleh Mpu Dharmaja yang dalam kesusasteraan jawa dikenal dengan cerita Panji. Selai itu, bukti kebesarannya juga tertulis didalam kitab Kakawin Lubdaka dan Wetasancaya.

Raja Kediri yang paling terkenal adalah Raja Jayabaya yang memimpin Kediri pada tahun 1135 – 1159. Konon kabarnya Raja Jayabaya dikenal memiliki kemampuan meramal masa depan.

Pada masa pemerintahannya, Kediri melakukan perluasan wilayah hingga ke pantai Kalimantan hingga Ternate.

Di zamannya pula lah tercatat dalam sejarah Kerajaan Kediri bahwa ia membentuk kekuatan armada laut yang sangat tangguh.

Dia Juga lah yang memerintahkan Penggubahan Kakahwin Bharatayuddah yang di lakukan oleh Mpu Sedah dan kemudian dilanjutkan oleh Mpu Panuluh hingga selesai.

Didalam catatan sejarah Kerajaan Kediri tercatat bahwa puncak keemasan kerajaan ini tercapai dibawah kepemimpinan Raja Jayabaya.

Selain cakap dalam urusan kenegaraan, Raja Jayabaya juga memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kesenian dan sastra.

Dimasa kepemimpinannya dunia seni dan sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat khususnya karya-karya para pujangga.

Selain itu, Raja Jayabaya juga membuat takjub banyak orang dengan kemampuan meramalnya yang sangat akurat. Bahkan ramalan-ramalannya akhirnya dikumpulkan menjadi satu dalam satu kitab yang bernama kita Joko Joyoboyo.

Sikapnya yang sangat merakyat menjadikan dia sangat dicintai rakyatnya sehingga mendapatkan banyak dukungan dalam membawa kerajaan ini menuju puncak keemasaannya.

Kejayaannya terus berlanjut hingga pergantian kursi kekuasaan yang diturunkan kepada raja berikutnya yaitu kepada Prabu Sarwaswera.

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Kejayaan kerajaan Kediri mulai meredup sejak dipimpin oleh prabu Sarwaswera yang akhirnya ditundukkan oleh raja Kertajaya.

Raja Kertajaya Mengambil alih kekuasaan kerajaan pada tahun 1185 hingga 1222.

Raja Kertajaya terkenal memerintah dengan sangat kejam. Kekejaman raja Kertajaya akhirnya mencapai puncaknya saat mendapatkan perlawanan dari Kaum Brahmana.

Perlawanan kaum Brahmana terhadap Raja kertajaya bukannya tanpa alasan. Hal tersebut terjadi saat raja Kertajaya yang memimpin Kerajaan Kediri saat itu memaksa para pemeluk agama Hindu saat itu untuk menyembahnya sebagai Dewa.

Masyarakat Kediri yang saat itu adalah pemeluk agama yang taat tentulah menganggap hal tersebut melanggar aturan agama sehingga memancing pertentangan yang tidak kunjung usai.

Dalam pertentangan yang cukup panjang tersebut, akhirnya kaum Brahmana meminta perlindungan pada Akuwu Tumpel atau Ken Arok.

Puncak perseteruan antara raja dan kaum Brahmana terjadi pada sebuah pertempuran di desa Ganter pada tahun 1222 M.

Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel atau Ken Arok untuk merebut keududukannya.

Dipertempuran tesebut Ken Arok berhasil membunuh Penguasa Tumapel Tunggul Amateul dan kemudian mendirikan kerajaan Singasari pada tahun 1222.

Selanjutnya Ken Arok terus melancarkan pemberontakannya terhadap kerajaan Kediri dengan bekerja sama dengan para kaum Brahmana.

Pemberontakan yang terus dilancarkan oleh Ken Arok bersama para kaum Brahmana akhirnya berhasil dengan terbunuhnya Raja Kertajaya.

Kemenangan tersebut menjadikan kerajaan Kediri harus tunduk dibawah kekuasaan rasa Singasari.

Seiring berjalannya waktu, kerajaan Singasari juga mengalami pergolakan internal yang membuka peluang bagi raja Kediri pada saat itu yaitu Raja Katwang untuk menyusun kembali kekuatan dan memberontak terhadap kerajaan Singasari.

Pemberontakan Raja Katwang tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah dibantu oleh Bupati Sumenep dan menjatuhkan Kertanegara.

Pada tahun 1929 Raja Katwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali sejarah kerajaan Kediri yang baru.

Namun, Berdirinya kembal kerajaan ini tidak bertahan lama sebab kembali mendapatkan serangan dari tentara mongol yang bekerajasama dengan pasukan Singasari yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

Sejak saat itu tidak tidak ada lagi bukti sejarah  kerajaan Kediri selanjutnya.

Itulah sejarah singkat mengenai sejarah kerajaan Kediri, semoga bermanfaat.

Read More...

Kisah Kejayaan Kerajaan Demak, Pelopor Penyebar Agama Islam di Pulau Jawa

kerajaan demak

kerajaan Demak – Mendengar nama Demak tentu tidak asing lagi terdengar di telinga anda bukan.
“Kota Wali” yang menjadi julukan dari kota Demak memang menyimpan banyak cerita-cerita sejarah yang sangat mencengangkan.

Salah satu fakta sejarah kerajaan Demak yang dapat anda temukan di kota ini adalah bahwa ditempat ini pernah berjaya sebuah kerajaan besar yang menggunakan panji Islam di dalam sistem kerajaannya.

Tepatnya, pada abad ke-16 Masehi silam di kota ini berdiri kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di wilayah pantai utara pulau Jawa.

Besarnya pengaruh Islam yang dibawah oleh kerajaan Demak dimasa itu menjadikan kerajaan ini sebagai pelopor penyebaran agama Islam di pulau jawa dan Nusantara.

Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak

Dirunut dari tradisi jawa, Jauh sebelum menjadi sebuah kerajaan besar, Demak merupakan sebuah kadipaten yang termasuk dalam wilayah otoritas kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raden Patah sebagai Adipatinya.

Di akhir abad ke-15, kerajaan Majapahit mengalami pelemahan yang membuat wilayah-wilayah yang berada dibawah otoritasnya mulai memisahkan diri.

Selain memisahkan diri, ada juga kadipaten-kadipaten yang saling menyerang untuk memperebutkan tahta kerajaan Majapahit yang semakin melemah.

Disisi lain, Demak yang saat itu masih merupakan kadipaten dari otoritas Majapahit memilih untuk tidak terlibat dalam pertikaian perebutan kepemimpinan kerajaan Majapahit.

Sebaliknya, Raden Patah yang merupakan Adipati saat itu memilih jalan mandiri dengan membangun kekuatan sendiri yang akhirnya muncul sebagai kekuatan baru yang takterkalahkan.

Sejarah Kerajaan Demak

sejarah kerajaan demak

demak.kemenag.go.id

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah yang sekaligus menjadi raja pertama dalam sejarah kerajaan Demak pada tahun 1500 M.

Raden Patah adalah anak dari Barawijaya V dan Putri Champa dari Tiongkok.

Saat memasuki usia dewasa, Raden Patah berangkat ke jawa dan menimba ilmu pada Sunan Ampel.

Setelah beberapa saat menuntut ilmu, Raden Patah diminta oleh Sunan Ampel untuk pindah ke Jawa tengah untuk mendirikan sebuah pesantren di sebuah wilayah di hutan Glagah Wangi.

Seiring berjalannya waktu, pesantren yang didirikan oleh Raden patah semakin berkembang yang ditandai dengan semakin banyaknya santri yang datang belajar di pesantren tersebut.

Perkembangan yang dialami pesantren tersebut menjadikan daerah sekitarnya juga ikut berkembang pesat.

Selanjutnya, Raden Patah akhirnya diangkat menjadi Adipati untuk wilayah Demak oleh raja Majapahit dan merubah nama Demak menjadi Bintara yang kemudian disebut Demak Bintara.

Selang beberapa waktu, Kerajaan Majapahit mengalami pelemahan akibat banyaknya pemberontakan yang terjadi di wilayah-wilayah otoritas Majapahit.

Melihat kondisi tersebut, Raden Patah memanfaatkannya untuk melepaskan diri dari wilaya otoritas kerajaan Majapahit.

Dengan bantuan para pejabatnya kala itu, Raden Patah akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaan Demak.

Akhirnya berdirilah kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh Raden Patah sebagai raja pertamanya.

Masa Kejayaan Kerajaan Demak

sejarah kejayaan kerajaan demakSetelah berdiri sebagai kerajaan Islam yang pertama di Jawa, Kerajaan pun berjalan dengan baik.

Dalam sejarah kerajaan Demak, masa keemasan kerajaan ini terjadi pada saat Demak berada dibawah pimpinan raja ketiga setelah Pati Unus yaitu Sultan Trenggono yang memimpin pada tahun 1521 – 1526.

Sultan Trenggono adalah anak ketiga dari Raden Patah yang merupakan adik dari Patih Unus.

Dalam periode pemerintahannya, kerajaan ini berhasil merebut Sunda kelapa dari tangan kerajaan Pajajaran serta melakukan blokade terhadap kapal-kapal portugis yang akan berlabuh disana.

Selain merebut Sunda Kelapa, Demak juga melakukan ekspansi ke daerah Tuban, Surabaya, Pasuruan, Madiun, Malang, serta menyerang kerajaan Blambangan yang merupakan kerajaan Hindu terakhir yang terletak di bagian timur pulau Jawa.

Namun sayangnya Dalam pertempuran menaklukkan Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggono meninggal dunia.

Runtuhnya Kerajaan Demak

Wafat Sultan Trenggono menyebabkan munculnya konflik internal kerajaan yaitu perebutan kekuasaan.

Catatan buruk dalam sejarah kerajaan Demak ini terjadi antara Pangeran Sido Lapen yang merupakan saudara dari pangeran Trenggono dengan Pangeran Prawoto yang merupakan anak dari pangeran Trenggono.

Konflik internal ini berujung pada melemahnya kerajaan Demak yang akhirnya membawa kerajaan ini ke titik terendah dalam sejarah kerajaan Demak.

Peninggalan Kerajaan Demak

Runtuhnya Kerajaan Demak meninggalkan berbagai macam peninggalan yang menjadi bukti kejayaan kerajaan ini. Diantaranya adalah:

Mesjid Agung Demak

mesjid agung demak

youtube.com

Salah satu situs peninggalan kerajaan Demak yang paling terkenal adalah Mesjid Agung Demak yang terletak di desa Kauman, Demak – Jawa tengah. .

Mesjid ini dibangun pada tahun 1479 dan masih berdiri hingga sampai sekarang meskipun telah melalui beberapa kali renovasi.

Bentuk mesjid Agung Demak memiliki keunikan arsitektur serta sarat akan nilai-nilai filosifis yang menjadi bukti tingginya peradaban kerajaan Demak saat itu.

Mesjid ini menjadi salah satu bukti sejarah bahwa Kerajaan Demak adalah salah satu pusat penyebaran Agama Islam di pulau Jawa dan di Nusantara pada umumnya.

Peninggalan Kerajaan Demak Makam Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga wafat pada tahun 1500 M, yang dimakamkan di area sebuah surau yang ia bangun saat masih hidup.

Pembangunan surau tersebut disempurnahkan oleh puteranya yang bernama Sunan Hadi yang hingga saat ini masih digunakan.

Pintu Bledeg

Pintu Bledeg dahulu adalah pintu utama mesjid agung Demak. Pintu ini dibuat langsung oleh ki Ageng Selo pada tahun 1466 M.

Bledek dalam bahasa Indonesia artinya petir. Konon kabarnya ki Ageng Selo membuat pintu ini dari petir yang menyambar. Oleh karena itu pintu ini disebut pintu bledek.

Saat ini, Pintu Bledeg tidak lagi digunakan sebagai pintu utama di mesjid Agung Demak.

Pintu Bledek kini telah dimuseumkan sebagai sebagai salah satu bukti sejarah peninggalan kerajaan Demak yang disimpan didalam mesjid Agung Demak.

Bedug dan Kentongan yang Dibuat oleh Wali Song

bedug peninggalan kerajaan demak

franksidous.blogspot.com

Bedug dan juga kentongan yang berada di mesjid Agung Demak juga merupakan benda peninggalan kerajaan Demak yang tak boleh dilupakan.

Dahulu, kedua alat tersebut digunakan sebagai panggilan adzan kepada masyarakat yang akan dibunyikan setiap waktu sholat tiba.

Bentuk kentongan yang unik memiliki makna filosofi tersendiri. Bentuknya seperti tapal kuda menyiratkan makna bahwa apabila kentong itu dibunyikan masyarakan akan segera bergegas ke mesjid secepat orang yang mengendarai kuda.

Tiang Mesjid Agung

Tiang mesjid Agung Demak memiliki bentuk yang unik yaitu diameternya yang mencapai hingga satu meter.

Tiang besar ini berfungsi sebagai utama berdirinya Mesjid Demak.

Dalam bahasa jawa Tiang ini disebut Soko Guru dan Soko Tatal. Terdapat empat buah tiang Soko Guru yang menurut cerita dibuat oleh Sunan Kalijaga.

Ada cerita unik dibalik pembuatan tiang soko guru.

Menurut cerita, Pembuatan keempat tiang soko guru ditugaskan kepada Sunan Kalijaga. Namun saat Masjid telah siap berdiri, Sunan kali jaga baru menyelesaikan tiga dari empat tiang yang ditugaskan.

Ringkas cerita, akhirnya Sunan Kalijaga membuat tiang keempat dari potongan-potongan kayu sisa pembuatan ketiga tiang sebelumnya dengan menggunakan kekuatan spiritual.

potongan-potongan kayu tersebut akhirnya dibuat menjadi satu tiang tambahan yang akhirnya disebut dengan Soko Tatal yaitu tiang yang terbuat dari tatal.

Piring Campa

piring campa

akucintanusantaraku.blogspot.co.id

Piring campa adalah peninggalan kerajaan Demak berupa piring hiasan yang diberikan oleh putri campa yang tidak lain adalah ibu kandung dari Raden Patah.

Koleksi piring hiasan ini berjumlah 65 buah yang sebagian digunakan sebagai hiasan pada dinding mesjid, yang sebagian lagi di simpan di tempat imam.

Kolam Wudhlu

Peninggalan kerajaan Demak lainnya adalah kolam wudhlu yang terletak di area bangunan mesjid Demak. Kolam ini telah ada sejak dibangunnya mesjid Demak tersebut.

Namun saat ini, kolam tersebut tidak digunakan lagi untuk berwudhlu yang kemudian dilestarikan sebagai situs peninggalan sejarah kerajaan Demak.

Maksurah

Maksuran adalah dinding yang berhias tulisan kaligrafi arab yang ada di mesjid Demak. Kaligrafi tersebut berisi tentang kea-Esa-an Allah.

Dinding tersebut kini telah menjadi bagian dari koleksi peniggalan sejarah kerajaan Demak.

Maksurah tersebut dibuat pada tahun 1866 M tepat pada saat Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati di Demak.

Dampar Kencana

Dampar Kencara adalah mimbar khutba di mesjid Agung Demak. Sebelumnya, mimgar ini adalah Singgasana para sultan yang pernah memimpin kerajaan Demak.

Dampar Kencana tersebut adalah salah satu peniggalah kerajaan Demak yang masih terawat rapi yang masih di simpan di Mesjid Demak.

Itulah sejarah singkat mengenai salah satu kerajaan Islam yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Read More...

Kisah 6 kerajaan islam terbesar di indonesia Yang Membawa Islam Hingga Puncak Kejayaan

kerajaan Islam di Indonesia

Kerajaan Islam di Indonesia – Pasang surut yang dialami kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara menjadi tonggak awal berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Kerajaan Islam di Indonesia memiliki andil yang besar dalam proses penyebaran agama Islam di Nusantara.

Kerajaan-kerajaan ini menjadi umumnya menjadi pendukung dan pelindung bagi penyebaran Islam di Nusantara.

Hal ini disebabkan karena agama Islam mampu menjadi solusi dari persoalan-persoalan yang terjadi didalam masyarakat.

Masuknya Agama Islam di Nusantara membawa dampak yang sangat nyata dalam perubahan kehidupan sosial masyarakat menjadi semakin baik.

Perubahan sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat inilah yang mempengaruhi pergeseran keyakinan keagamaan dari keyakinan sebelumnya menjadi yakin terhadap agama Islam.

Kejayaan kerajaan Islam di nusantara dimulai dari abad ke-13 sampai abad ke-16 bahkan hingga sampai sekarang.

Munculnya kerajaan-kerajaan islam ini sedikit banyak dipengaruhi oleh para pedagang yang datang dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll.

Berikut nama kerajaan islam di indonesia  yang pernah berjaya dan menyebarkan agama islam di pelosok nusantar:

Kerajaan Islam di Indonesia – “Kesultanan Samudera Pasai” Sang Penguasa Jalur Perdagangan 

kerajaan islam samudera pasaiSamudera Pasai adalah kerajaan Islam yang pertama di indonesia. kerajaan ini mulai ada sejak abad ke-13, terletak di wilayah Aceh utara tepatnya di kabupaten Lhoksumawe.

Kerajaan ini didirikan oleh Marah Situ yang lebih dikenal dengan nama Sultan Malik As-Saleh sekitar tahun 1267.

Pada tahun 1927 Sultan Malik Al-Saleh wafat yang kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Mahmud.

Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan islam di indonesia yang memegang bandar utama pelabuhan dengan posisi yang sangat strategis di jalur perdagangan antar negara.

Oleh karena itu kerajaan ini menjadi salah satu pusat perdagangan yang kemudian juga dijadikan sebagai pusat pengembangan agama Islam pada saat itu.

Kejayaan Kesultanan Samudera Pasai didapatkan melalui usaha perdagangan yang saat itu dipimpin oleh Sultam Malik az-Zahir yang pertama kali memperkenalkan koin emas sebagai mata uang di Kesultanan Pasai.

Pada Masa kepemimpinan Sultan Ahmad Kesultanan Samudera Pasai pernah mendapatkan kunjungan dari seorang utusan dari Sultan Delhi yaitu Ibnu Bathtutha yang akhirnya banyak menceritakan tentang Kesultanan Samudera padai.

Selain Ibnu Bhatutha dari Delhi, Kesultanan Samudera Pasai juga pernah beberapa kali mendapat kunjungan dari Laksamana Cheng Ho Yang salah satunya membawa hadiah dari Kaisar Cina.

Kesultanan Ternate – Kerajaan Islam di Indonesia yang Menumpas Portugis Hingga ke Akar-Akarnya

kerajaan islam ternate

luk.staff.ugm.ac.id

Dari urutan nama – nama kerajaan islam di indonesia, kesultanan Ternate adalah kerajaan islam tertua kedua di Indonesia setelah kesultanan Samudera Pasai.

Kesultanan Ternate berdiri sekitar abad ke-13 Masehi. Pada saat itu Di Maluku telah berdiri beberapa kerajaan namun kerajaan Ternate lah yang paling maju diantara semua kerajaan yang ada.

Islam Mulai berkembang di Ternate pada abad ke 14 yang kemudian mengubah kerajaan Ternate menjadi kerajaan Islam.

Kekayaan alam yang dimiliki oleh kerajaan Ternate menarik portugis untuk datang berdagang di wilayah kerajaan Ternante.

Namun kedatangan mereka tidak disambut baik oleh rakyat Ternate. Hal ini disebabkan oleh politik dagang yang dilakukan oleh portugis yang menggunakan sistem monopoli.

Selain itu mereka juga sering berbuat onar dan bertindak sewenang-wenang dan bahkan ikut mencampuri urusan dalam negeri kerajaan Ternate.

Hal tersebut akhirnya memicu terjadinya perang antara kerajaan Ternate dan para penjajah dari portugis.

Pada tahun 1570 portugis mengajukan perundingan damai dengan kerajaan Ternate yang ternyata hanya merupakan tipuan yang menjebak sultan Ternate sehingga menyebabkan sultan Ternate tewas dibunuh oleh pasukan Portugis.

sultan Ternate yang wafat selanjutnya digantikan oleh Sultan Baabullah yang merupakan anak dari sultan Ternate.

Penghianatan yang dilakukan oleh portugis menimbulkan kemarahan bagi rakyat Maluku yang akhirnya membakar semangat rakyat Maluku bertempur habis habisan melawan Potugis.

Perang pun berkobar selama empat tahun yaitu pada tahun 1570 – 1574 yang dipimpin langsung  oleh Sultan Baabullah.

Besarnya semangat juang yang dimiliki oleh masyarakat Maluku ini membuat pasukan portugis kewalahan dan terdesak.

Benteng Portugis akhirnya berhasil dikuasai dan memaksa para penjajah portugis meninggalkan tanah Maluku untuk selamanya.

pada saat itulah kerajaan islam di indonesia ini mencapai puncak kejayaannya.

Kerajaan Pagaruyung Kerajaan Islam di Indonesia Dari Tanah Minang

kerajaan Islam Pagaruyung di Indonesi

jv.wikipedia.org

Kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan melayu yang berada di sekitar wilayah sumatra barat.

Belum ada yang mengetahui dengan pasti kapan berdirinya kerajaan ini. Namun dari beberapa rujukan yang ada mengatakan bahwa kerajaan ini didirikan oleh Adityawarman.

Sejarah masuknya Islam di wilayah Pagaruyung dimulai pada abad ke-14 masehi yang sebelumnya banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu.

namun perkembangannya tidak secepat kerajaan islam di indonesia lainnya yang berada di daerah yang lain.

Dari catatan sejarah yang di temukan, mencatat bahwa dari ke tiga raja yang memimpin Minangkabau hanya satu yang menjadi muslim.

Perkembangan ajaran Islam di Pagaruyung mulai terlihat pada abad ke-16 Masehi. Yang dibawa oleh para musafir dan guru-guru agama yang menyinggahi aceh dan malaka.

Menurut sejarah ajaran Islam di kerajaan Pagaruyung pertama kali disebarkan oleh Syaikh Burhanuddin Ulakan.

Syech Burhanuddin Ulkan adalah salah satu murid dari seorang ulama tersohor dari aceh yang bernama Syech Abdurrauf Singkil atau Tengku Syiah Kuala.

Kerajaan Pagarayung akhirnya benar-benar berubah menjadi Kerajaan Islam pada abad ke-17 dengan raja pertamanya yang beragama Islam bernama Sultan Alif.

Dengan berubahnya Kerajaan Pagaruyung menjadi Kesultanan Islam maka segala aturan-aturan adat yang tidak sejalan dengan aturan agama Islam perlahan-lahan mulai di hilangkan dan digantikan dengan aturan-aturan yang syariyah.

Namun perubahan aturan ini tidak berjalan mulus sebab banyak mendapat tentangan dari para pemangku adat.

Tentangan demi pertentangan yang muncul dalam penegakan aturan Islam akhirnya memicu terjadinya perang saudara antara ulama dan pemangku adat yang disebut perang Padri.

Perang Padri inilah yang kemudian dimanfaatkan belanda dengan mengambil kesempatan ikut berperang melawan kerajaan.

Kerajaan Islam di Indonesia – Kesultanan Aceh, Kesultanan Dengan Ribuan Pejuang Tangguh

kerajaan islam kesultanan aceh

myrepro.wordpress.com

Kerajaan aceh adalah kerajaan selanjutnya dari jajaran nama kerajaan islam di indonesia yang pernah berjaya di Nusantara.

Di abad ke-16 setelah kerajaan Malaka berhasil ditaklukkan oleh portugis, muncullah kerajaan Aceh sebagai sebuah kekuatan baru di selat Malaka.

Setelah jatuhnya kerajaan Malaka ke tangan Portugis, Para pedagang Islam memindahkan jalur perniagaan mereka ke bandar-bandar lainnya di berbagai wilayah di seluruh nusantara.

Kejayaan Kesultanan Aceh dicapai saat kesultanan ini dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636.

Kejayaan Kesultanan Aceh ini umumnya dicapai melalui perdagangan. Dimana saat itu peran malaka yang sebelumnya sebagai pusat perdagangan dari beberapa negara diambil alih oleh kesultanan Aceh.

Disisi lain, Sultan Iskandar Muda juga melakukan penaklukan di wilayah-wilayah sekitar Aceh seperti di daerah Deli, Bintan, Kampar, Perak, Pariaman, Minang, Pahang, serta Kedang.

Perkembangan agama Islam di aceh mencapai punckanya pada saat Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan iskandar Sani Muda sepeninggalan Sultan Iskandar Muda.

Sultan Iskandar Sani adalah Menantu dari Iskandar Muda.

Berbeda dengan Sultan Iskandar Muda, Sultan Iskandar Sani tidak lagi mengutamakan ekspansi ke luar negeri. Iskandar Sani lebih mengutamakan pembangunan dalam negerinya.

Meskipun masa pemerintahannya tidak lama, Sultan Iskandar Sani berhasil membawa rakyatnya kedalam kondisi yang damai dan sejahtera.

Hukum syariat di jalankan,serta jalinan komunikasi dengan daerah-daerah jajahan sebelumnya dilakukan dengan pendakatan politik bukan dengan kekuatan militer.

Pada masa inilah Aceh menjadi salah satu kerajaan islam di indonesia yang menjadi pusat perkembangan agam Islam. Saat itu Ilmu-ilmu islam di Aceh berkembang dengan sangat pesat.

Hal ini di tandai dengan kehadiran Nuruddin ar-Raniri yang merupakan seorang pemimpin tarekat yang berasal dari daerah Gujarat di India.

Nuruddin ar-Raniri pun diangkat menjadi penasehat kesultanan Aceh.

Namun setelah kondisi diatas tercapai, bukan berarti perjalanan kesultanan Aceh berjalan mulus.

seiring berjalannya waktu, kerajaan aceh pernah di terpa pertikaian internal antara sultan Aceh Saiful Alam dengan Jawharul Alam Aminuddin yang kemudian dimenangkan oleh Aminuddin yang kemudian mejadi sultan Aceh.

Pada tahun 1873 Kesultanan Aceh mendapatkan serangan dari pasukan belanda yang sedang melakukan ekspansi di wilayah ke daerah Aceh.

Sejak saat itu Aceh terlibat perang yang cukup panjang dengan belanda yang akhirnya melahirkan banyak pejuang-pejuang tangguh seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien dan Panglima Polim.

Kesultanan Banten – Keajaan Islam di Indonensia Pengendali Pusat Perdagangan Jawa

kerajaan Islam kesultanan Banten

sebandung.com

Kesultanan Banten adalah salah satu kerajaan Islam yang menonjol dan berpengaruh besar pada perkembangan Islam di tanah Jawa.

Kerajaan ini terletak di daerah pesisir bagian barat pulau jawa. Pada awalnya kesultanan Banten berada dibawah kendali Kerajaan Demak.

pada tahun 1525 Sultan Trenggono dari kerajaan Demak mengutus Syarif Hidayatullah untuk melakukan ekspansi wilayah ke daerah Banten.

Ekspansi itu selain bertujuan untuk memperluas wilayah kekuasaan juga membawa misi menyebarkan ajaran agama Islam.

Banten awalnya hanyalah sebuah sebuah wilayah kadipaten. Perkembangan ajaran Islam di wilayah itu diiring dengan perkembangan Banten hingga menjadi negara bagian Demak.

Yang kemudian memerdekakan diri menjadi Kesultanan Banten setelah kerajaan demak mengalami pelemahan setelah ditaklukkan oleh kerajaan Pajang.

Pemimpin Kesultanan banten yang pertama bernama Sultan Hasanuddin yang memegang kendali Banten selama 48 tahun yaitu periode 1522-1570.

Dalam perjalanan kepemimpinannya sebagai sultan Banten, Sultan Hasanuddin berhasil menjadikan Kesultanan Banten sebagai kerajaan islam di indonesia yang mengendalikan pusat perdagangan.

Selanjutnya, sultan Banten kemudian melakukan ekspansi perluasan wilayah hingga ke daerah lampung.

Sultan Hasanuddin meniggal pada tahun 1570 yang kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Maulana Yusuf yang berhasil meneruskan kejayaan Kesultanan banten dengan menaklulkkan kerajaan Padjadjaran.

Puncak kejayaan kesultanan Banten terjadi saat dibawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa.

Sultan Ageng Tirtayasa berhasil membangun armada dengan menduplikasi cara Eropa serta mempekerjakan pekerja Eropa.

Banten menjadi pusat perdagangan dengan salah satunya dengan menguasai rempah-rempah di yang ada di daerah Lampung.

Namun sayangnya kejayaan kesultanan Banten terusik dengan tindakan penjaja belanda yang mengusik setiap kapal dagang yang akan menuju Banten dengan melakukan blokade laut.

Selain gangguan dari luar, Kesultanan Banten juga mendapatkan gangguan dari Internal Kerajaan berupa perebutan kekuasaan yang mengakibatkan kesultanan Banten semakin melemah.

Kesultanan Cirebon Penyebar Agama Islam di Jawa Barat

kesultanan cirebon kesultanan Islam

sebandung.com

Kesultanan Cirebon merupakan kerajaan Islam yang juga memiliki peran penting dalam proses penyebatan agama Islam di pulau Jawa.

Kesultanan Cirebon berdiri antara abad ke-15 dan 16 Masehi. Kesultanan memegang peran penting dalam simpul perdagangan antar pulau di Nusantara.

Hal tersebut disebabkan oleh posisi kesultanan Cirebon yang terletak di perbatasan antara jawa tengah dan jawa barat.

Posisinya yang sangat strategis itu mejadikannya sebagai pelabuhan penghubung yang menjembatani dua kebudayaan yaitu kebudayaan Jawa dan kebudayaan Sunda.

Kesultanan Cirebon dibangun di Dalem Agung Pakungwati sekaligus menjadi pusat pemerintahan kesultanan Cirebon yaitu Keraton Kesepuhan Cirebon.

Dahulu sebelum Cirebon merdeka dan menjadi salah satu kerajaan islam di indonesia, Cirebon merupakan daerah yang berada dibawa otoritas pakuan padjadjaran.

Kerajaan Padjdjaran menempatkan Walangsungsang sebagai juru labuan di wilayah Cirebon yang diberi gelar Cakrabumi.

Namun, Seiring berjalannya kekuatan kesultanan Cirebon semakin meningkat. Akhirnya setelah merasa cukup kuat, Walangsungsang akhirnya memproklamasikan kemerdekaan kesultanan Cirebon.

Kemerdekaan kesultanan Cirebon akhirnya menambah lagi satu nama baru dari nama – nama kerajaan islam di indonesia.

Setelah Cirebon berdiri sendiri, Walangsungsan dan Nyai Rara santang berangkat ke Makkah untuk melaksanakan Ibadah Haji.

Setelah melaksanakan Ibadah Haji Walangsungsang memindahkan pusat pemerintahan ke Lemahwungkuk yang telah berdiri keraton baru bernama Pakungwati.

Dengan menjadi pemegang simpul perdagangan nusantara serta limpahan sumber daya alam yang dimiliki, Kesultanan Cirebon kemudian  menjadi sebuah kerajaan yang kuat dan menjadi salah satu pusat penyebaran agama islam di Jawa Barat.

Itulah cerita kejayaan 6 kerajaan Islam di Indonesia yang membawa agama Islam hingga puncak kejayaannya. Selain dari enam keajaan diatas, masih banyak lagi kerajaan islam yang lain di nusantara yang menjadi tonggak utama dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia.

Read More...

Kisah Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua Dari Kalimantan

kerajaan kutai

Kerajaan Kutai adalah salah satu kerajaan tertua dan terbesar yang ada di kalimantan. Kerajaan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5.

Bukti eksistensi kerajaan Kutai ini diketahui dari ditemukannya prasasti berupa tugu batu berbentuk tiang yang disebut Yupa sebanyak tujuh buah di Muara Kaman, Kalimantan Timur.

dari Yupa tersebut di peroleh informasi bahwa raja pertama adalah bernama Kudungga yang mempunyai seorang anak yang bernama Asawarman.

Asawarman memiliki penerus yaitu seorang anak yang bernama mulawarman.

Sebelumnya, Raja Kudungga adalah seorang kepala suku yang memimpin sebuah desa.

Setelah dipengaruhi oleh kebudayaan India yang masuk di Nusantara, suku ini pun berubah menjadi kerajaan dan menjadikan kepala suku sebagai seorang raja.

Kerajaan Hindu Pertama di Indonesia

Pengaruh agama Hindu mulai masuk ke kerajaan Kutai tidak lama setelah kerajaan itu berdiri.

Hal tersebut dilihat dari penggunaan nama-nama raja seperti Asmawarman serta raja-raja selanjutnya yang kebanyakan diambil dari bahasa Sansekerta.

Nama Kudungga sendiri masih merupakan nama asli pribumi yang belum mendapatkan pengaruh dari agama Hindu.

Nama yang menggambarkan corak agama hindu mulai diberkan kepada anak Kudungga yaitu Mulawarman.

Penambahan kata “Warman” adalah kata yang diambil dari bahasa Sansekerta yang kemudian diberikan kepada raja-raja selanjutnya.

Raja Kutai yang Pertama Kali Memeluk Agama Hindu

Tak ada yang tahu persis siapa raja Kutai yang pertama kali memeluk agama hindu adalah siapa.

Namun, Kuatnya pengaruh Hindu dalam kerajaan kutai mulai terlihat sejak penobatan Asmawarman menjadi raja.

Penobatan Asmawarman sebagai raja Kutai dilakukan dengan cara Hindu yang dilakukan dalam upacara Vratyastoma yaitu upacara pengangkatan kasta seseorang menjadi kasta yang paling tinggi.

Dari hal tersebut muncullah dugaan bahwa raja Kutai yang pertama kali memeluk agama hindu adalah Asmawarman.

Silsila Kerajaan Kutai

Silsila Kerajaan KutaiMaharaja Raja Kudungga

Raja Kudungga adalah raja pertama yang memimpin kerajaan Kutai. Kedudukan Kudungga awalnya adalah sebagai kepala suku.

Setelah dipengaruhi oleh budaya india yang masuk ke Nusantara, Suku yang dipimpin oleh Kudungga berubah menjadi kerajaan yang akhirnya menobatkan Kudungga sebagai Raja Kutai pertama.

Maharaja Raja Asmawarman

Setelah kepemimpinan raja Kudungga berakhir, selanjutnya kerajaan ini dipimpin oleh Asmawarman yang merupakan anak dari raja Kudungga.

Raja Asmawarman dikenal sebagai seorang raja yang kuat. Pada masa kepemimpinannya, raja Asmawarman melakukan perluasan wilayah kekuasaan Kutai.

Hal ini dibuktikan dari diadakannya upacara Asmawedha saat pemerintahan Asmawarman.

Upacara Asmawedha adalah upacara yang dilakukan ketika ingin memperluas wilayah.

Maharaja Raja Mulawarman

Raja Mulawarman adalah raja ketiga setelah Asmawarman yang merupakan anak dari Asmawarman.

Dari catatan sejarah, Masa kejayaan kerajaan Kutai tercapai saat dipimpin oleh Mulawarman, dimana luas wilayah kekuasaan kerajaan ini mencakupi hampir seluruh wilayah kalimantan.

Kejayaan Kutai saat itu dilihat dari keadaan rakyatnya yang hidup dengan tenteram dan sejahtera.

Ia bahkan melakukan kurban emas yang sangat banyak. Selain itu raja Mulawarman juga pernah menyerahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Selain ketiga raja diatas, Masih banyak lagi raja-raja selanjutnya yang memimpin kerajaan Kutai hingga akhir.

Berikut nama-nama raja yang pernah memimpin kerajaan Kutai selanjutnya:

  • Maharaja Irwansyah
  • Maharaja Sri Aswawarman
  • Maharaja Marawijaya Warman
  • Maharaja Gajayana Warman
  • Maharaja Tungga Warman
  • Maharaja Jayanaga Warman
  • Maharaja Nalasinga Warman
  • Maharaja Nala Parana Tungga
  • Maharaja Gadingga Warman Dewa
  • Maharaja Indra Warman Dewa
  • Maharaja Sangga Warman Dewa
  • Maharaja Singsingamangaraja XXI
  • Maharaja Candrawarman
  • Maharaja Prabu Nefi Suriagus
  • Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
  • Maharaja Riski Subhana
  • Maharaja Sri Langka Dewa
  • Maharaja Guna Parana Dewa
  • Maharaja Wijaya Warman
  • Maharaja Indra Mulya
  • Maharaja Sri Aji Dewa
  • Maharaja Mulia Putera
  • Maharaja Nala Pandita
  • Maharaja Indra Paruta Dewa
  • Maharaja Dharma Setia

Runtuhnya Kerajaan Kutai

Runtuhnya kerajaan Kutai terjadi saat kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja bernaman Maharaja Dharma Setia.

Maharaja Dharma Setia tewas terbunuh di tangan Raja Kutai Kartanegara yang bernama Aji Pangeran Anum Mendapa.

Terbunuhnya Maharaja Dharma Setia tersebut menjadi akhir dari kerajaan Hindu tertua ini yang kemudian dikuasai oleh kerajaan Kutai Kartanegara yang selanjutnya pada tahun 1735 menjadi salah satu kerajaan Islam yang ada di nusantara.

Peninggalan Kerajaan Kutai

prasasti yupa kerajaan kutaiSalah satu peninggalan dari kerajaan Kutai yang paling populer adalah prasasti Yupa.

Prasasti Yupa adalah tugu berbentuk tiang yang dibuat dari batu berjumlah tujuh buah.

Prasati Yupa ini dibuat oleh kaum brahmana sebagai penghormatan kepada raja Mulawarman.

Namanya tertulis dalam Yupa atas kedermawanannya yang telah menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada para kaum brahmana.

Adapun Isi prasasti yupa adalah:

śrīmatah śrī-narendrasya; kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ; putro śvavarmmo vikhyātah; vaṅśakarttā yathāṅśumān; tasya putrā mahātmānaḥ; trayas traya ivāgnayaḥ; teṣān trayāṇām pravaraḥ; tapo-bala-damānvitaḥ; śrī mūlavarmmā rājendro; yaṣṭvā bahusuvarṇnakam; tasya yajñasya yūpo ‘yam; dvijendrais samprakalpitaḥ.

Yang artinya:

Sang Mahārāja Kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarman namanya, yang seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.

Itulah penjelasan singkat mengenai kerajaan kutai. Tidak banyak peninggalan kerajaan kutai yang dapat ditemukan saat ini. Sebabab sejak awal berdirinya, Kejaan ini tidak banyak terhubung dengan dunia luar.

Read More...

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Dari Awal Berdirinya hingga Keruntuhannya

kerajaan sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan terbesar di indonesia yang memiliki pengaruh yang sangat besar di Nusantara dan Asia Tenggara.

Dengan kekuatan armada lautnya yang besar, Kerajaan Sriwijaya menaklukkan nusantara serta membentangkan pengaruhnya sampai sampai ke Thailand, Kamboja, semenanjung Malaya bahkan menjalin hubungan hingga ke India.

Asal Usul Kerajaan Sriwijaya

Menurut catatan sejarah, asal usul kerajaan Sriwijaya mulai berdiri sejak abad ke-7 Masehi.

Berdasarkan dari catatan seorang pendeta Tiongkok yang pernah mengunjungi Sriwijaya, kerajaan ini telah berdiri pada tahun 671 yang dipimpin oleh seorang raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa.

Nama Sriwijaya dalam bahasa Sansekerta berarti “Cahaya Kemenangan” yang diambil dari kata “Sri” yang berarti “cahaya”, dan “Wijaya” yang berarti “kemenangan”. Kerajaan ini adalah kerajaan yang menganut Agama buddha.

Mengapa Kerajaan Sriwijaya Disebut Kerajaan Maritim

Banyak yang bertanya mengapa kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan maritim?. Hal tersebut dikarenakan Kerajaan ini dalam sejarahnya di masa lampau dikenal memiliki kekuatan armada angkatan laut yang sangat tangguh.

Kehebatan armada laut kerajaan ini terbukti dapat menguasai jalur perdagangan laut di asia tenggara yang juga memperluas pengaruhnya di sekitar wilayah asia tenggara.

Itulah yang menyebabkan mengapa kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan maritim.

Sistem Pemerintahan Kerajaan Sriwijaya

Sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya saat itu menganut sistem monarki dimana struktur pemerintahan dipimpin langsung oleh raja Sriwijaya.

Namun karena luasnya wilayah kekuasaan kerajaan maka kerajaan menganggap perlu untuk melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang ditaklukkannya.

Oleh karena itu raja akhirnya menempatkan utusan-utusannya di beberapa daerah taklukannya sebagai wakil raja pada daerah itu.

Wakil raja yang ditempatkan sebagai penguasa daerah tertentu biasanya adalah keturunan raja yang telah diambil sumpahnya untuk patuh kepada raja Sriwijaya.sistem pemerintahan pesantren sintesa

Hal ini dapat dilihat pada prasasti peninggalan Sriwijaya yang berisi kutukan bagi anggota keluarga kerajaan yang melakukan penghianatan.

Prasasti tersebut juga menjadi sebuah bentuk penegasan oleh raja kepada setiap penguasa daerah untuk tetap tunduk kepada sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya.

Selain itu, kontrol terhadap kekuasaan dalam sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya juga dilakukan melalui jalan militer.

Yaitu dengan melakukan pengerahan pasukan apabila diketahui ada penguasa wilayah yang tidak patuh terhadap raja.

Selain melakukan pengawasan terhadap wilayah kerajaan. Raja Sriwijaya juga membangun hubungan diplomasi dengan kerajaan kerajaan besar di negara tetangga.

Salah satu negara yang memiliki hubungan diplomasi dengan Sriwijaya adalah kekaisaran Tiongkok.

Diplomasi dengan Kekaisaran Tiongkok dilakukan dengan mengirim utusan utusan ke kerajaan Tiongkok dan Campa yaitu pada tahun 713 M, 960 M, 962 M, dan 983 M.

Pada tahun 992 M, kerajaan ini mendapatkan serangan dari jawa sehingga utusan kerajaan Sriwijaya yang sedang berkunjung saat itu meminta bantuan kepada Kaisar Tiongkok.

Selain dengan Tiongkok, raja Sriwijaya juga menjalin hubungan yang baik dengan kerajaan-kerajaan yang ada di India. Seperti kerajaan Pala, dan kerajaan Cholamandala yang berada di pantai timur india selatan.
Hubungan kerajaan Sriwijaya dengan kerajaan Pala terjalin dengan sangat baik khususnya hubungan dalam bidang budaya dan keagamaan sebab kedua kerajaan ini menganut kepercayaan Buddha.

Dari gambaran diplomasi tersebut tergambar jelas bahwa raja Sriwijaya juga menggunakan sistem diplomasi.

Diplomasi banyak dilakukan oleh raja Sriwijaya untuk mendapatkan dukungan dalam rangka memperkuat kedudukannya di dalam sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya sebagai raja.

Selain itu diplomasi juga dilakukan untuk meminimalisir bahaya serangan yang terjadi dari luar yang dapat mengancam sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya saat itu. Seperti saat terjadi serangan dari kerajaan Jawa.

peninggalan kerajaan sriwijaya

Pixabay.com

Raja yang Memerintah Kerajaan Sriwijaya

Dalam perjalanannya, Sriwijaya mengalami beberapa periode pergantian kepemimpinan.

Berikut beberapa raja yang memerintah kerajaan Sriwijaya yang tercatat dalam sejarah:

Raja Dapunta Hyang Srijayasana (prasasti Kedukan Bukit dan prasasti Talang Tuwo)

Pada masa pemerintahan raja Dapunta Hyang, kerajan Sriwijaya telah berhasil melakukan perluasan wilayah sampai ke daerah Jambi. Raja Dapunta Hyang juga lah yang menjadikan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim.

Raja Dharmasetu

Diawah kendali raja Dharmasetu, kerajaan Sriwijaya semakin berkembang hingga mencapai wilayah semenanjung malaya.

Selain itu raja Dahrmasetu juga berperan besar dalam memperkuat arus pedagangan ke Sriwijaya sehingga setiap kapal yang baik dari Cina maupun dari India selalu berlabu di pelabuhan-pelabuhan Sriwijaya.

Raja BalaPuutradewa

Raja Balaputradewa memegang kendali kerajaan sekitar abad ke-9.

Pada masa pemerintahannya lah kerajaan Sriwijaya mencapai puncak keemasannya yaitu menjadi sebuah kerajaan yang besar termasuk menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara.

Raja Sri Sudamaniwarmadewa

Raja Sanggarama Wijayatungga Warman

Masa Masa Kejayaan Sriwijaya

Masa kejayaan kerajaan Sriwijaya mencapai puncaknya ketika berada dibawah kepemimpinan raja Balaputradewa.

Dibawah kekuasaannya kerajaan ini mampu memperluas wilayahnya hingga mencakup hampir seluruh pulau sumatra, daerah kalimantan barat, bagian jawa barat dan semenanjung melayu.

Selain itu, Kerajaan Sriwijaya juga semakin mengokohkan dirinya sebagai kerajaan dengan kekuatan maritim yang sangat tangguh, menjadi pusat perkembangan agama Buddha, serta menjadikan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Notey.com

Hubungan kerajaan Sriwijaya dengan kerajaan Cholamandala yang awalnya sangat baik, akhirnya berubah menjadi permusuhan akibat persaingan di bidang pelayaran dan perdagangan.

Pada tahun 1006 M dan 1007 M, Kerajaan Sriwijaya mendapatkan serangan dari kerajaan Cholamandala yang akhirnya merebut kota-kota dan bandar-bandar strategis milik kerajaan Sriwijaya.

Bahkan raja Sanggrama Wijayatunggawarman juga akhirnya ikut ditawan oleh mereka namun akhirnya kembali dibebaskan.

Meskipun serangan yang dilakukan oleh kerajaan Chola tdak mengakibatkan kehancuran pada kerajaan Sriwijaya, akan tetapi hal tersebut akhirnya melemahkan kekuatan kerajaan.

Kondisi kerajaan yang lemah saat itu membuka peluang bagi kerajaan di Jawa Timur yang dipimpin oleh Airlangga berhasil menyusun dan memperkuat kekuatan perangnya.

Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran pada akhir abad ke-13. Akibat pergolakan politik yang sangat kuat serta permasalahan ekonomi.

Kedudukan kerajaan Sriwijaya semakin terdesak akibat munculnya kerajaan-kerajaan besar yang juga igin mengabil andil dalam arus perdagangan di selat malaka.

Kerajaan Siam di Sebelah Utara berhasil merebut daerah kekuasaan sriwijaya di semenanjung malakan serta di sebelah timur pasukan Sriwijaya terdesak oleh kerajaan Singosari yang semakin kuat melakukan ekspedisi ke arah barat.

Dari kondisi-kondisi tersebut akhirnya kerajaan Sriwijaya semakin tersudut dan menjadi kerajaan kecil dengan wilayah yang terbatas di wilayah palembang yang akhirnya dihancurkan oleh kerajaan Majapahit yang sedang melakukan Ekspansi besar-besaran.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Bekas peninggalan kerajaan Sriwijaya

hyraceum63.rssing.com

Besarnya kerajaan ini dapat dilihat dari prasasti-prasasti peninggalannya yang ditemukan tersebar di seantero nusantara, bahkan ada yang ditemukan di wilayah Malaysia dan India selatan.

Prasasti-prasasti tersebut memberikan gambaran tentang kondisi kerajaan yang berkembang hingga abad ke-14 dan merupakan simbol kebesaran sumatra.

Meskipun letak pasti kerajaan ini masih dalam perdebatan para peneliti sejarah, Namun dari peninggalan kerajaan Sriwijaya yang berhasil di temukan dapat membuktikan secara nyata akan kejayaan dan besarnya pengaruh kerajaan ini di masa silam.

prasasti kerajaan sriwijaya

Berikut beberapa prasasti kerajaan Sriwijaya yang berhasil ditemukan:

Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan bukit ditemukan di kampung Kedukan Bukit, Sumatra Selatan. Berbentuk batu berukuran 45 x 80 Cm ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa.

Isi Prasasti Kedukan Bukit

Selamat ! Tahun Śaka telah lewat 604, pada hari ke sebelas
paro-terang bulan Waiśakha Dapunta Hiyang naik di
sampan mengambil siddhayātra. di hari ke tujuh paro-terang
bulan Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga
tambahan membawa bala tentara dua laksa dengan perbekalan
dua ratus cara (peti) di sampan dengan berjalan seribu
tiga ratus dua belas banyaknya datang di mata jap (Mukha Upang)
sukacita. di hari ke lima paro-terang bulan….(Asada)
lega gembira datang membuat wanua….
Śrīwijaya jaya, siddhayātra sempurna….

Prasasti Karang Berahi

Prasasati Karang Berahi Ditemukan pada tahun 1904 di daerah Batang Merangin Dusun Batu Besurut, Desa Karang Berangin – Jambi.

Isi prasasti mirip dengan prasasti Kota Kapur dan Prasasti Telaga Batu yaitu kutukan bagi mereka yang tidak tunduk dan setia pada sang raja.

Prasasti Palas Pasemah

Prasasti palas pesamah ditemukan di daerah palas pesama di tepian sungai pisang daerah lampung.

Prasasti ini ditulis dengan menggunakan aksara Plaawa menggunakan bahasa Melayu kuno. prasasti ini diperkirakan dibuat di abad ke-7 masehi.

Prasasti ini berisi kutukan bagi siapa saja yang melawan raja.

Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu ditemukan di dekat kolam Telaga Biru, Ilir Timur kota Palembang pada tahun 1935.

Prasasti ini diukir diatas batu yang telah berbentuk prasasti dengan ukuran tingg 118 cm dan lebar 148 cm.

Dibagian atas prasasti terdapat ukiran kepala ular kobra berjumlah 7 ekor dan pada bagian bawahnya terdapat pancuran yang mengalirkan air.

tulisan yang digunakan adalah aksara Pallawa dengan menggunakan bahasa Melayu Kuno.

Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota kapur ditemukan di pesisir barat pulau bangka di sebuah dusun kecil bernama “Kota Kapur”.

Penulisannya menggunakan aksara Pallawa dengan menggunakan bahasa melayu kuno.

Prasasti ini di pahat pada sebuah batu yang berbentuk tugu bersegi banyak.

Prasasti ini berisi ancaman atau kutukan bagi orang yang memberontak, melawan kerajaan, menghasut orang untuk melakukan pemberontakan dll. Dan juga berisi doa bagi orang yang patuh pada kerajaan.

Demikianlah pembahasan sejarah mengenenai asal usul kerajaan Sriwijaya, sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.
Terima Kasih.

Read More...