Pelabuhan Paotere, Suguhan Pemandangan Klasik di Era Moderen

pelabuhan paotere

Pelabuhan Paotere – Saat berkunjung ke Makassar, mungkin salah satu tempat yang paling ingin anda kunjungi adalah Pantai Losari. Sebab, belum sah rasanya berkunjung ke Makassar apabila belum mengunjungi Pantai Losari.

Tapi, tahukah anda bahwa selain Pantai Losari, Makassar memiliki banyak destinasi wisata bahari yang tidak kala menariknya untuk di kunjung. Salahsatunya adalah Paotere, pelabuhan rakyat yang menyuguhkan pemandangan klasik di zaman modern.

Pelabuhan Paotere

sejarah pelabuhan paotere

Img Src: tanpaide.blogspot.com

Pelabuhan Paotere adalah pelabuhan rakyat di Makassar yang berada pada bagian utara kota, tepatnya di kelurahan Busung, kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, berjarak sekitar 5 km dari Pantai Losari.

Sejarah Pelabuhan Paotere

Penulis tak tau persis kapan Paotere berdiri. Namun, pada abad 14, pelabuhan ini merupakan salah satu aset terpenting yang dimiliki oleh kerajaan Gowa Tallo saat itu.

Dahulu pabuhan ini merupakan salah satu tujuan para pelaut dari berbagai daerah. Baik dari daerah di sekitar kerajaan Gowa Tallo, maupun para pelaut dari penjuru Nusantara.

Paotere sendiri merupakan salah satu saksi sejarah perlawanan kerajaan Gowa Tallo terhadap penjajah Belanda.

Dimana saat itu raja Gowa Tallo mengirimkan dua ratus kapal tradisional Pinisi melalui pelabuhan ini untuk untuk berperang melawan para penjajah belanda.

paotere di malam hari

Img Src: WinNetNews.com

Asal Usul Nama Paotere

Nama Paotere sendiri berasal dari dua kata yaitu “Pa” dan “Otere”.
“Pa” berarti orang(pelaku), sedangkan “Otere” berarti tali(tali rajutan). Jadi kata Paotere dapat diartikan orang yang pandai merajut tali.

Istilah Paotere (orang yang pandai merajut tali) ini bermula saat banyaknya pelaut yang datang menjual hasil laut mereka di pelabuhan ini.

Disamping menjual hasil laut, mereka juga sering terlihat memperbaiki perlengkapan melaut mereka. Salah satunya tali temali yang disebut Otere(tali rajut).

Kepandaian mereka merajut tali menarik perhatian nelayan sekitar untuk belajar merajut dari mereka.

Masyarakat sekitar memanggil mereka sebagai “para ahli merajut tali” yang dalam bahasa lokalnya di sebut “Paotere”. Itulah asalmuasal nama Paotere.

Memasuki awal tahun 70-an, bandar ini semakin banyak diminati oleh para pelaut di nusantara.

Banyaknya pelaut yang singgah di sini, menjadikannya tidak lagi hanya diisi dengan kapal-kapal Pinisi.

Seiring berjalannya waktu, pelabuhan ini pun akhirnya dipadati para pelaut dengan berbagai macam kapal tradisional seperti Lete, Pajala, Patorani Lambo, Sandeq, dan Kororo.

Paotere Saat Ini

paotere saat ini

Img Src: arsy.co.id

Kehadiran pelabuhan baru di kota Makassar ternyata tidak serta merta menjadikan Paotere tersingkir.

Aktifitas di tempat ini sebagai pelabuhan rakyat tetap berjalan seperti sedia kala.

Kegiatan perdagangan seperti bongkar muat barang, serta hilir mudik kapal-kapal tradisional yang mengangkut penumpang antara pulau masih tetap terlihat.

Kapal-kapal yang keluar masuk pun masih di dominasi oleh kapal-kapal tradisional.

aktifitas pelelangan paotre

Img Src: akuariumhiasku.blogspot.co.id

Saat ini, selain sebagai lalulintas perdagangan dan terminal penumpang antar pulau, pelabuhan Paotere juga menjadi pusat pelelangan ikan terbesar di kota Makassar.

Hal tersebut dikarenakan para pelaut yang pergi menangkap ikan di malam hari, umumnya akan melabuhkan kapal mereka di lokasi ini untuk menjual hasil tangkapan mereka.

Maka tak heran lagi kalau pelabuhan Paotere kini menjadi salah satu pusat pelelangan ikan terbesar di kota Makassar yang menyediakan ikan segar dan murah tentunya.

Berkunjung ke Pelabuhan Paotere

aktifitas paotere

Img Src: wartatimur.com

Bagi anda yang penasaran dengan spot wisata yang satu ini, anda dapat langsung berkunjung ke sana.

Adapun pemadangan yang dapat anda nikmati saat mengunjungi tempat tersebut adalah adanya pemandangan berbagai macam kapal tradisional seperti, kapal Phinisi, kapal-kapal nelayan lokal seperti Patorani, Karoro, Katinting, dan Jolloro yang sangat klasik dan unik.

Selain pemandangan kapal-kapal tradisional, suasana klasik yang masih sangat kental di tempati ini juga menjadi daya tarik utama pelabuhan ini.

Oleh karena itu, lokasi ini selalu dipilih oleh banyak fotografer sebagai salah satu spot favorit untuk pengambilan gambar mereka.

Adapun aktifitas pelabuhan dimulai sejak dini hari. So, untuk melihat aktifitas nelayan yang menjual hasil tangkapan mereka anda haus datang dini hari.

aktifitas di pelabuhan paotere

Img Src: panduanwisata.id

Pada siang hari, suasana di tempat ini terliha sedikit lengang dengan kurangnya aktifitas mayarakat di siang hari. Aktifitas akan kembali terlihat ramai di sore hari.

Selain pemandangan kapal-kapal tradisional dan aktifitas bongkar muat barang atau penumpang yang terlihat klasik, menikmati sun set disini juga tidak kalah menariknya.

Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk menikmati sun set sambil memancing ikan di tepi laut atau diantara kapal-kapal yang sedang sandar.

Anda tak perlu repot membawa pancing dari rumah, sebab di sana terdapat jasa penyewaan pancing untuk pengunjung.

Wisata kuliner di Pelabuhan Paotere

kuliner paotere

Img Src: okeinfo.net

Jalan-jalan ke pelabuhan Paotere, kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner-kuliner khas yang ada di sekitar.

Sebab, selain terkenal sebagai pelabuhan tradisional, paotere juga terkenal dengan kekhasan kulinernya.

Kuliner khas Paotere tentulah tidak jauh dari olahan-olahan seafood segar sebagai bahan utamanya, Kepiting, Udang, Cumi-cumi, dan aneka ikan(Kerapu, Kakap, Baronang, Dll) semua ada di sini.

Tak lupa ditambah dengan sambal cobek-cobek extra pedas khas Makassar.

Sedangkan untuk kebutuhan oleh-oleh, di sekitar tempat ini juga banyak menyediakan aneka oleh-oleh yang umumnya merupakan hasil laut yang diawetkan secara alami. Seperti ikan pindang Kakap Merah, ikan Teri, dan ikan asin.

Bagaimana Akses Menuju Pelabuhan Paotere?

Tidaklah sulit untuk sampai di tempat ini, Jika anda berangkat dari pasar sentral, anda dapat melalui jalan Barukan dan Jalan Sabutung. Atau apabila anda berangkat dari sekitar jalan tol, anda dapat kesana melalui jalan tinumbu.

Kalau petunjuk diatas masih membingungkan bagi anda, anda dapa menggunakan jasa taksi atau ojek online yang telah dilengkapi dengan sistem GPS :D.

****
Demikianlah ulasan singkat mengenai pelabuhan Paotere. Semoga bermanfaat. Thanks.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>