Tahu Kah Anda Perbedaan Etika dan Etiket?, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Perbedaan etika dan etiket – Perkembangan teknologi sepertinya benar-benar tak ter-elakkan, bagaimana dari satu perangkat diganti dengan perangkat baru yang lebih modern dan canggih.

Tapi sangat disayangkan seiring berkembang teknologi, manusia banyak mengalami kemunduran. Para penikmat teknologi sepertinya memiliki kepribadiannya sendiri.

Bahkan membuat dunianya sendiri, manusia kemundungaran yang sangat besar yang sangat berbanding terbalik dengan teknologi itu sendiri.

Contohnya saja baru-baru ini terjadi, seorang anak sekolah melaporkan gurunya ke polisi karena dimarahi oleh guru tersebut.

Sepertinya manusia mulai kehilangan etika mereka dengan manusia lainnya, tunggu dulu yang benar yang mana sih etika apa etiket.

Mimin juga bingun dengan kedua kata ini, mereka sama apa bedad sih?, apa sih perbedaan etika dan etiket?.

Mari kita bahas!!!, mulai dari pengertian, contoh sampai perbedaan etika dan etiket. Karena masih banyak orang yang keliru akan perbedaan etika dan etiket ini.

Pertama dari etika dulu, apa sih etika itu?.

Etika

etika adalah
pixabay.com

Pengertian etika

Kata etika diambil dari bahasa Yunani “ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan.

St. John of Damascus pada abad ke-7 Masehi, mengkaji etika di dalam kajian filsafat praktis atau practical philosophy. Bahkan etika sebagai sebuah ilmu telah perkembang sejak abad ke-4.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika dikatan sebagai salah satu bidang keilmuan yang mempelajari hal tentang apa yang baik dan apa yang buruk, serta hak dan kewajiban moral (akhlak).

Etika juga diartikan sebagai sebuah sikap yang menunjukkan kesedian atau kesanggupan seseorang untuk mentaati ketentuan serta segala norma norma kehidupan lainnya yang berlaku di dalam suatu masyarakat.

Menurut David Brooks, etika adalah cabang filsafat yang mengulas tentang penilaian normatif terkait dengan apakah perilaku tersebut benar atau apa yang seharusnya dilakukan.

Sifat Etika

Secara sederhana, etika diartikan sebagai moral.

Etika sendiri bersifat absolut, maksudnya apa?, yaitu etika memiliki prinsip yang tak bisa ditawar-tawar lagi, di mana perbuatan baik akan mendapatkan pujian. setiap perbuatan buruk harus mendapatkan sanksi atau hukuman.

Etika tetap harus berlaku baik ada maupun tidak ada saksi atau orang lain. Ada beberapa jenis etika menurut para filsuf etika, yakni Etika filosofis yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dikerjakan manusia.

bentuk sifat etika
pixabay.com

Oleh sebab itu sebenarnya etika termasuk bagian dari filsafat. Lalu Etika Teologis di mana mengatur segala tata cara atau adab terhadap para penganut agama, etika teologis bisa berbeda dari tiap agama.

Dan yang terakhir adalah Etika Filosofis dan Teologis yang merupakan etika yang biasanya teologis bertugas untuk mengoreksi dan memperbaiki etika filosofis.

Contoh Etika

Untuk semakin mudah memahaminya ada beberapa contoh mengenai etika dalam keseharian, misalnya;
seorang remaja yang dilarang orang tuanya keluar di malam hari. Jika melihat dari sisi etika maka seorang remaja tidak akan melakukannya meskipun tidak ada yang mengawasi atau pun memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Hal tersebut juga berlaku terhadap hal yang lainnya, misalnya;
Mengambil barang milik orang lain, atau ketika datang terlambat ke kantor atau yang lainnya.

Bagaimana, sudah dapat perbedaan etika dan etiket nya?, belum ya?. Santai pembahasan perbedaan etiket dan etika akan di bahas tuntas di akhir artikel.

Etiket

pengertian etiket
pixabay.com

Pengertian Etiket

Sedangkan untuk etiket sendiri etiket berasal dari bahasa Perancis “etiquette” yang artinya kartu undangan yang lazim dipakai oleh raja-raja Prancis apabila mengadakan pesta.

Banyak yang berpendapat bahwa tradisi ini dimulai pada abad ke-9. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah etiket berubah tidak lagi berarti kartu undangan yang dipakai raja-raja dalam mengadakan pesta.

Kini istilah etiket lebih menitikberatkan pada tata cara kita bertutur kata yang sopan, cara berpakaian, cara menerima tamu dirumah maupun di kantor dan sopan santun lainnya.

Terdapat beberapa definisi dari kata etiket, dalam kamus besar etiket berarti, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etiket didefinisikan sebagai tata cara (adat, sopan santun, dan lain sebagainya dalam rangka memelihara hubungan yang baik di antara sesama manusia dalam sebuah lingkungan masyarakat.

Akan tetapi, karena etiket yang dimiliki seseorang menghubungkannya dengan orang lain, maka etiket adalah sebuah peraturan sopan santun dalam pergaulan, serta hidup bermasyarakat. Jadi simpelnya etiket adalah sebuah sopan santun.

Sifat Etiket

Etiket sendiri bersifat relatif, di mana sesuatu yang menurut suatu budaya dianggap sebagai hal yang tidak sopan, akan tetapi belum tentu budaya lain mempunyai anggapan yang sama.

Bisa saja hal tersebut dianggap sebagai hal yang wajar atau hal yang sopan. Biasanya etiket hanya menilai seseorang dari apa yang terlihat saja.

Contoh Etiket

perbedaan etiket dan etika
pixabay.com

Saya akan memberikan contoh agar kalian bisa mendeteksi sendiri dimana letak perbedaan etiket dan etika ini. Dari pengertian saja mereka sudah jauh berbeda. Untuk lebih jelas antara perbedaan etiket dan etika nya berikut contoh etiket dalam sehari-hari.
Beberapa contoh dalam menjalani keseharian yang termasuk ke dalam etiket, seperti makan tanpa sendok di wilayah Eropa atau kalangan borjuis dianggap pelanggaran, sementara sementara di beberapa wilayah Asia ini adalah hal yang sangat biasa terjadi.

Atau melakukan buang angin, meludah atau membersihkan kotoran hidung tidak boleh dilakukan jika di depan orang lain, namun bisa saja anda lakukan jika tak ada orang lain.

Perbedaan Etika dan Etiket

Nah sekarang kita bahas perbedaan etika dan etiket, hal ini perlu diketahui sebab karena perbedaan etika dan etiket ini sangatlah berbeda jauh.

Berikut penjelasan mengenai perbedaan etiket dan etika.

Bagaimana sobat toriolo?, ternyata etika dan etiket tak seperti yang kita kira bukan.

Meskipun penggunaan istilah ini sering bersamaan namun sebenarnya keduanya punya perbedaan yang cukup banyak.

Sebagai manusia yang terdidik sudah seharusnya kita tahu bagaimana menerapkannya.

Manakah yang benar, Etika berbicara dengan orang yang lebih tua atau Etiket berbicara dengan orang yang lebih tua?”

Sudah menjadi hal lumrah ketika penggunaan etika dicampuradukkan dengan etiket. Padahal, dua pengertian itu sangat berbeda ya sobat, jadi perbedaannya seperti ini.

Etika mengacu pada ranah moral seseorang (KKBI: ilmu tentang apa yg baik dan apa yg buruk dan tentang hak dan kewajiban moral/akhlak),

Sedangkan Etiket mengarah ke ranah sopan santun (KBBI: yaitu tata cara (adat sopan santun, dsb) dl masyarakat beradab dl memelihara hubungan baik antar sesama mahluk sosial).

Perbedaan etiket dan etika sebenarnya bisa kita ketahui dengan bacaan diatas, sangat jelas bahwa etika adalah moral dan etiket adalah sopan santun.

Mengapa Etika dan Etiket Sering Dianggap Sama?

beda etika dan etiket
pixabay.com

Mengapa etika dan etiket sering kali disamakan?, padahal perbedaan eiket dan etika sangatlah berbeda.

Pertama, bentuk kedua kata itu dalam bahasa Indonesia sangat mirip, seolah-olah yang salah satunya hanya sekadar variasi dari yang lain.

Kedua, dan lebih penting lagi, baik etika maupun etiket mengandung norma pada tingkah laku kita.

Menurut etiket, kita sebagai pegawai perusahaan tidak dibolehkan berbicara dengan pelanggan di telepon dengan nada tinggi atau dengan cara tidak sabar.

Menurut etika, kita tidak boleh berdusta baik didalam telepon ataupun dengan cara lain.

Dalam dua contoh ini, etiket dan etika memberi norma tentang perilaku yang sama, tetapi dari sudut pandang yang sangat jauh berbeda.

Etiket menyoroti baik-buruknya perilaku seseorang dalam arti sopan santun. Etika menyoroti baik-buruknya perilaku dalam artian moral.

Di sini tentu tidak dimaksudkan bahwa segi sopan santun tidak penting dalam pergaulan di masyarakat senagai mahluk sosial. Hanya saja dikatakan bahwa segi moral jauh lebih penting lagi.

Mengapa demikian? Karena etiket hanya menilai manusia dari luar, sedangkan etika menilai manusia dari dalam dengan menilai berdasarkan apa yang di dalam hatinya.

Misalnya, kita melihat bagaimana seorang koruptor melalui pembicaraan di WAnya dengan pejabat pemerintah merencanakan suatu usaha korupsi besar-besaran.

Perilakun tersebut sangat sopan. Berulang kali kita dengar, ”Ya, Pak”, ”Tidak, Pak”, ”Terima kasih, Pak” dengan nada yang halus dan hormat.

Namun, bagaimana dari sudut etika? Walaupun kita tidak mengerti isi pembicaraan karena orang itu terus pakai kode, namun pada kenyataannya perilakunya sangat tidak etis dan tidak terpuji.

Barangkali sekarang sudah jelas mengapa etika dan etiket tidak bisa dicampuradukkan.

Kalau kita lakukan begitu, saja kita bisa membuat kesalahan fatal dalam menilai tingkah laku seseorang.

Banyak penipu yang berhasil dalam melakukan kejahatan justru karena berlaku sangat halus dan sopan.

Pencuri tersebut sepenuhnya memenuhi norma etiket, namun dari segi etika tetap munafik.

Etiket bisa menjadi kedok untuk menutupi perbuatan yang tidak etis sekalipun. Dalam konteks etika, hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Bagaimana sudah jelas tentang pengertian, contoh serta perbedaan etiket dan etika nya?. Jadi jangan salah mengertikan lagi ya sobat, harapan saya semoga artikelnya bermanfaat dan sobat bisa tahu perbedaan etiket dan etika itu.

Jadi sobat toriolo sekalian etika adalah hal yang sangat penting, harusnya seiring berkembangnya teknologi maka semakin berkembang pula kita sebagai manusia entah dari segi moral maupun pemikiran.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Etiket dan Etika. Semoga dengan memahami keduanya anda dapat mengetahui perbedaan etika dan etiket.

Leave a Comment