Sampah Organik dan Anorganik Serta Cara Pengolahannya

sampah organik dan anorganik

Sampah organik dan anorganik – Sampah adalah sisa material yang tidak terpakai baik dari manusia, hewan atau tumbuhan yang tidak digunakan lagi dan dilepas(dibuang) ke alam.

Terdapat berbagai macam jenis sampah dalam kehidupan kita ada yang berupa sampah rumah tangga, industri, perkebunan, sampah rumah sakit, sampah pertanian dan lain sebagainya.

Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Terdapat berbagai jenis klasifikasi sampah. Kalau berdasarkan asalnya, sampah bisa di klasifikasikan menjadi dua bagian. yaitu organik dan anorganik.

Sampah Organik

Sampah organik adalah jenis sampah yang bisa terurai atau mengalami pelapukan dan akhirnya terurai menjadi semakin kecil dan tidak berbau.

Yang termasuk dalam jenis sampah ini diantaranya adalah daun, kayu, bangkai hewan, kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, kertas, dan lain lain.

Sampah jenis ini termasuk dalam jenis pencemaran sampah yang ramah lingkungan. Bahkan sampah ini dapat di recycle atau di daur ulang menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Manfaat Sampah Organik

manfaat sampah organik

ResearchItaly.it

Sampah-sampah organik yang di olah dengan baik dapat diubah menjadi kompos yang berfungsi untuk meningkatkan tingkat kesuburan tanah.

Kesuburan tanah diperoleh dari kompos yang terurai oleh bakteri yang kemudian menjadi nutrisi yang sangat bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Tanaman yang ditanam di atas tanah yang diberi kompos memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik jika dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di atas tanah yang tidak diberi kompos.

Selain bisa diolah menjadi pupuk kompos, sampah  ini juga bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai lainnya seperti akar-akar tanaman yang jika diolah dapat dijadikan hiasan atau serbuk kayu dari limbah gergaji yang dapat dijadikan perabot rumah tangga.

Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak mudah terurai sehingga apabila dibiarkan menumpuk dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan khususnya pencemaran tanah.
yang termasuk dalam sampah anorganik diantaranya adalah plastik, botol, gelas, kaleng, dan sebagainya.

Manfaat Sampah Anorganik

Seperti sampah organik, sampah anorganik pun dapat diolah dan didaur ulang menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

Bahkan nilai barang yang dihasilkan dari sampah anorganik ini cenderung lebih tinggi dibanding hasil daur ulang dari limbah organik sebab variasi olahannya lebih banyak.

Sampah-sampah anorganik dapat di olah menjadi mainan plastik, kursi, aksesoris, dll.

Melakukan Pengelolaan Sampah Dengan Sistem 3R(Reduce, Reuse, Recycle)

pengelolaan sampahMelakukan pengelolaan sampah dengan metode 3R adalah salah satu solusi yang termuda dan murah dalam menanggulangi pencemaran sampah di lingkungan sekitar kita.

Reduce

Reduce berasal dari bahasa inggris yang berarti mengurangi.

Mengatasi permasalahan pencemaran sampah dengan sistem reduce berarti mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berpotensi merusak lingkungan termasuk barang-barang yang sulit terurai dialam.

Mengurangi belanja bahan yang tidak dibutuhkan sebab hanya akan menyebabkan penumpukan limbah, mengurangi penggunaan material sekali pakai, menggunakan email dalam hal surat menyurat, dll.

Inti dari pengelolaan pencemaran sampah dengan sistem reduce ini adalah meminimalisir penggunaan barang yang tidak dibutuhkan serta memaksimalkan apa yang dimiliki sekarang.

Reuse

Reduce artinya penggunaan kembali. Artinya, barang-barang lama yang masih bisa digunakan sebaiknya tetap digunakan daripada diganti dengan yang baru.

Contohnya adalah pakaian saudara yang telah kekecilan baginya namun masih layak untuk digunakan dapat diberikan kepada adik untuk digunakan kembali.

Atau pakaian pakaian yang sudah tidak digunakan namun masih dalam kondisi layak pakai dapat disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.

Dengan begitu, kita mampu meminimalisir penumpukan sampah-sampah yang sulit terurai di alam.

Recycle

Recycle adalah pengelolaan sampah dengan melakukan daur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai. Recycle adalah pilihan terakhir yang diambil apabila barang tersebut tidak bisa diminimalisir serta di gunakan lagi.

Untuk memudahkan proses pendauran ulang sampah maka dianjurkan untuk memisahkan antara limbah organik dan anorganik diawal saat ingin membuang sampah.

Contoh daur ulang sampah adalah mengolah menjadi kompos, membuat kerajinan barang bekas yang bernilai tinggi, dll.

Demikianlah penjelasan mengenai sampah organik dan sampah anorganik. Semoga dari penjelasan diatas anda bisa mendapatkan pengetahuan baru yang dapat anda aplikasikan dalam rangka mencegah pencemaran lingkungan.
Terima kasih.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>