Penjelasan Lengkap 11 Tahapan siklus akuntansi Perusahaan

Siklus akuntansi – Apa kabar teman-teman Toriolo?, mimin doakan supaya semuanya baik.

Kali ini kami akan menjelaskan perihal Siklus Akuntansi lengkap dengan tahapan-tahapannya. Siklus akuntansi ini sangat penting untuk dipahami dan diterapkan bagi kalian yang sedang membuka usaha baru agar mampu mengontrol perihal keadaan keugangan anda.

Karena beberapa perusahaan khususnya kelas UKM yang masih belum berpedoman pada siklus ini, dalam pencatatan keuangannya. Biasanya pembukuan yang dilakukan hanya bertujuan mencakup data pengeluaran dan pemasukan dalam bentuk format yang sederhana.

Bukan sebuah hal yang salah, tapi bentuk data sederhana seperti itu sama sekali tidak bisa dijadikan sebuah patokan. Adapun patokan dalam pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan.

Sehingga untuk menghasilkan Informasi akuntansi yang lengkap, akurat dan mampu dipertanggungjawabkan, maka haruslah melalui alur kerja siklus tersebut.

Pengertian Siklus Akuntansi

pengertian siklus akuntansi
pxhere.com

Siklus akuntansi adalah serangkaian proses yang dilakukan dalam menyusun sebuah laporan financial (keuangan) perusahaan yang dapat diterima dan dipertanggungjawabkan.

Definisi diatas adalah sebuah definisi umum. Untuk memahami lebih banyak tentang definisi siklus akuntansi, berikut uraiannya berdasar pada penyusun katanya.

  • Akuntasi sebenarnya berarti sebuah pencatatan, pelaporan dan analisa data keuangan sebuah perusahaan. Jadi bias kita tarik sebuah kesimpulan tentang apa definisi dari siklus akuntansi tersebut.
  • Adapun kata siklus ini karena alur kerja yang terbentuk adalah berupa lingkaran (circle)atau membuat sebuah siklus. Diawali dengan terjadinya proses transaksi, pencatatan transaksi di buku jurnal, hingga pada penyusunan laporan keuangan.

Dan kegiatan tersebut berulang secara periodic dan tersusun sedemikian rupa. Dalam periode tertentu, prosesnya akan kembali ke awal. Sehingga alur perputaran inilah yang dinamakan dengan istilah siklus akuntansi.

Itu sedikit gambaran tentang rutinitas yang dilakukan oleh seorang akuntan. Yakni melakukan pembukuan dengan berpedoman pada siklus akuntasi tersebut.

Dalam sebuah pengerjaan pencatatan laporan keuangan idealnya adalah berpedoman pada siklus akuntansi ini.
Siklus ini memiliki peranan sangat penting dalam controlling neraca keuangan sebuah perusahaan.

Dengan begitu, pemilik perusahaan kemudian hari dapat menganalisa sehat atau tidaknya kondisi keuangan perusahaan yang ia kelola tersebut.

Berikut mimin berikan siklus akuntansi yang mimin maksud :

Tahapan Siklus Akuntansi

tahapan dalam siklus akuntasi
pixabay.com

Agar dapat menghasilkan sebuah laporan keuangan yang lengkap maka haruslah melewati alur yang cukup panjang.

Pada prosesnya, terdapat banyak sekali urutan yang harus dilakukan agar menghasilkan laporan yang akuntabel dan valid. Dan tahapan atau urutan-urutan tersebutlah yang dinamakan siklus akuntansi.

Seperti yang kami jelaskan diawal, bahwa siklus akuntansi itu berjalan secara periodik. Siklus akuntansi dicatat dalam periode tertentu. Jika tiba masa habis periode, maka berulanglah ke proses paling awal dan begitu seterusnya.

Tujuan utama sebuah akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan sebuah keputusan. Agar nantinya dapat menghasilkan sebuah informasi yang diinginkan,

Akuntan akan melakukan serangkaian kegiatan yang biasanya berupa pengumpulan dan pengolahan beberapa data akuntansi secara sistematik selama periode berjalan, periode biasanya berjalan selama satu tahun.

Aktivitas-aktifitas pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi tersebutlah yang dikenal sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi.

Menurut Harnanto (2002), siklus akuntansi yang lengkap pasti ada 11 tahap, tetapi dua tahap diantaranya bersifat opsional.

Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam siklus akuntansi :

1. Identifikasi Transaksi

tahap identifikasi pada siklus akuntasi
pxhere.com

Langkah pertama dalam sebuah siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi. Akuntan harus selalu mengidentifikasi transaksi sehingga dapat dicatat dengan benar.

Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang bisa dicatat adalah transaksi yang dapat mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan dan mampu dinilai ke dalam unit moneter secara objektif.

Selain itu, transaksi yang akan dicatat juga harus mempunyai bukti, jika tidak ada bukti maka transaksi tidak dapat dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan atau dinyatakan tidak valid.

Bukti transaksi adalah berupa kuitansi, nota, faktur, bukti kas keluar, memo penghapusan piutang dan lain sebagainya. Bukti-bukti tersebut haruslah sah dan diverifikasi.

2. Analisis Transaksi

Nah setelah selesai mengidentifikasi transaksi, akuntan harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan.

Agar memudahkan, guanakanlah persamaan matematis ini: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas. Sistem pencatatan adalah double-entry system, yaitu setiap transaksi yang dicatat akan berdampak pada posisi keuangan didebit dan dikredit dalam jumlah yang sama.

Sehingga semua transaksi akan mempengaruhi sekurang-kurangnya dua rekening pembukuan.

3. Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

proses pencatatan transaksi siklus akuntasi
pxhere.com

Setelah informasi transaksi dianalisis, barulah akan dicatat secara runtut di buku jurnal. Jurnal adalah sebuah catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi di suatu periode akuntansi.

Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal ini disebut penjurnalan (journalizing). Terdapat dua macam jenis jurnal yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.

Jurnal umum biasanya dikenal dengan istilah jurnal saja. Biasanya pencatatan transaksi dimasukan kedalam satu rekening yang didebit dan juga satu rekening kredit.

Sedangkan, jurnal khusus, dibuat untuk meningkatkan efisiensi pencatatan pada setiap transaksi yang berulang. Contohnya yaitu jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan lainnya.

4. Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya adalah mem-posting transaksi yang telah dicatat dalam jurnal ke dalam buku besar.

Buku besar sendiri adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat semua informasi tentang aktiva tertentu.

Pada umumnya, perusahaan memiliki daftar susunan rekening-rekening buku besar yang disebut chart of accounts.

Setiap rekening inipun biasanya diberi nomor kode, agar memudahkan dalam mengidentifikasi dan membuat cross-reference dengan pencatatan transaksi di dalam jurnal.

5. Penyusunan Neraca Saldo

proses penyusunan neraca saldo akuntasi perusahaan
pxhere.com

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar dalam periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo pun terkesan sangat mudah,

Yang perluanda lakukan hanyalah memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan.

Saldo yang ada pada neraca saldo harus sama jumlahnya. Jika jumlah saldo debit tidak sama dengan jumlah yang terteraa di kredit maka dikatakan bahwa neraca saldo tidak seimbang, terdapat sebuah kesalahan.

Jika hal tersebut terjadi, maka akuntan wajib mencari kesalahan yang terjadi sebelum laporan disusun.

6. Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat transaksi yang masih belum tercatat, atau terdapat transaksi yang salah, atau perlu disesuaikan maka dicatat harus ditempatkan dalam jurnal penyesuaian.

Penyesuaian sendiri dilakukan secara periodik, disusun pada saat laporan. Pencatatan penyesuaian persis seperti pencatatan transaksi pada umumnya.

Transaksi penyesuaian dicatat pada jurnal penyesuaian dan selantunya dapat dibukukan kedalam buku besarnya. Kemudin saldo yang ada di buku besar siap untuk disajikan dalam laporan keuangan.

Dengan kata lain, hasil akhir proses akuntansi ialah berupa laporan keuangan yang disusun secara akrual basis.

7. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

neraca saldo siklus akuntansi
pxhere.com

Pada tahap ini, yang perlu anda lakukan adalah menyusun neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang sebelumya sudah disesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru.

Saldo yang didapat dari akun-akun pada buku besar dikelompokan kedalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini haruslah seimbang.

Namun, ingat saldo yang seimbang belum tentu benar adanya tetapi saldo yang benar sudah pasti seimbang.

8. Penyusunan Laporan Keuangan

Berdasar pada informasi pada neraca saldo selepas penyesuaian, maka tahapan selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan.

Laporan keuangan yang disusun seperti:

a.) Laporan laba rugi, untuk menggambarkan kinerja sebuah perusahaan.
b.) Laporan perubahan modal, untuk memantau perubahan modal yang telah terjadi.
c.) Neraca, dapat digunakan untuk memprediksikan likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas.
d.) Laporan arus kas, haruslah menyajikan informasi yang relevan mengenai kas keluar dan kas masuk pada periode berjalan.

9. Penyusunan Jurnal Penutup

siklus jurnal penutup akuntansi
pxhere.com

Setelah laporan keuangan selesai, akuntan wajib membuat sebuah jurnal penutup. Jurnal penutup harus dibuat pada akhir periode akuntansi saja.

Rekening yang ditutup adalah rekening nominal atau rekening laba-rugi saja. Yaitu dengan cara me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait.

Rekening-rekening nominal wajib ditutup karena rekening tersebut akan digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi seama periode berjalan.

Di akhir periode akuntansi, rekening nominal sudah selesai menjalankan fungsinya sehingga akan dilakukan penutupan. Selanjutnya, pada periode berikutnya bisa anda gunakan kembali untuk mengukur aktivitas yang baru dan mulai terjadi.

10. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan (Opsional)

Pada langkah ini, akuntan akan melakukan penyusunan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo ini merupakan daftar saldo rekening-rekening buku besar setelah dibuatnya jurnal penutup.

Oleh karena itu biasanya neraca saldo hanya memuat saldo rekening-rekening permanen saja. Tujuan pembuatannya sendiri setelah penutupan adalah untuk mendapatkan keyakinan bahwa saldo yang seimbang tersebut sudah benar.

Sehingga penyusunan neraca saldo ini tidak lagi wajib dan hanya bersifat opsional.

11. Penyusunan Jurnal Pembalik (Opsional)

Tujuan jurnal pembalik adalah menyederhanakan segala prosedur pencatatan transaksi-transaksi tertentu yang terjadi secara repetitif di periode berikutnya.

Karena sifatnya bertujuan untuk menyederhanakan maka tahap terakhir ini juga bersifat opsional. Jurnal pembalik akan dibuat pada awal periode berikutnya.

Caranya dengan membuat jurnal pembalik dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.

Dengan kata lain membalikan akun yang sudah dibuat pada jurnal penyesuaian dari yang pada awalnya adalah sebuah debit menjadi kredit atau dari yang awalnya kredit menjadi debit.

Secara garis besar sebuah perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu : perusahaan jasa dan perusahaan dagang.

Mimin akan coba jelaskan siklus akuntansi kedua perusahaan ini, simak berikut ini :

Siklus Akuntasi Perusahaan jasa

siklus akuntansi perusahaan jasa
pxhere.com

Perusahaan Jasa adalah suatu perusahaan yang seperti namanya jasa maka produk mereka yaitu menjual dan menawarkan produk dalam bentuk pelayanan jasa.

Sama kasusnya ketika seseorang mendirikan badan usaha yang menghasilkan produk tertentu dan kemudian dijual kepada konsumen dan berusaha meraih keuntungan, hal tersebut juga berlaku pada badan usaha jasa.

Perusahaan jasa juga sering disebut sebagai perusahaan penyedia layanan jasa sebagaimana kita ketahui menawarkan keahlian tertentu yang bermanfaat untuk konsumen.

Contoh umumnya misalnya saja pada bisnis jasa travel, jasa penjualan tiket, jasa akupuntur, jasa laundry, jasa keuangan, maupun produk jasa lainnya yang kini sudah berkembang di Indonesia.

Karakteristik Perusahaan Jasa

Berdasar pada pengertian badan usaha jasa maka berikut mimin berikan 2 karakteristik badan usaha jasa:

1. Kegiatan Utamanya Adalah Menjual Jasa

Sesuai dengan pengertian diatas badan usaha jasa adalah perusahaan yang menjual produk berupa jasa yang bermanfaat dan dibutuhkan konsumen. Sehingga kegiatan pokok dalam operasional perusahaan yaitu menjual dan menawarkan jasa.

2. Tidak Menyediakan Produk dalam Bentuk Fisik

Umumnya pada perusahaan penyedia jasa tidak terdapat produk dalam bentuk fisik atau barang. Badan usaha jasa menjual produk-produk yang sama sekali tidak dapat disimpan dan tidak kasat mata (abstrak) namun yang dirasakan adalah manfaatnya.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Berikut siklus akuntansi perusahaan jasa secara umum :
1. Analisa Transaksi
2. Pembuatan Jurnal
3. Posting Buku Besar
4. Neraca Saldo / Neraca Percobaan
5. Jurnal Penyesuaian
6. Neraca Lajur
7. Laporan Keuangan
8. Jurnal Penutup
9. Jurnal Pembalik
10. Neraca Akhir

Itu tentang perusahaan jasa selanjutnya adalah tentang perusahaan dagang :

Siklus Akuntasi Perusahaan Dagang

siklus perusahaan dagang
pxhere.com

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah membeli, menyimpan dan menjual kembali barang dagang tanpa ada nilai tambah.

Nilai tambah di sini maksudnya yaitu mengolah kembali atau mengubah bentuk sifat barang, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Sederhananya, perusahaan dagang adalah perusahaan yang akang membeli barang dan kemudian akan menjualnya kembali tanpa melakukan sedikitpun produksi ulang terhadap barangnya dalam artian merka membeli untuk menjual.

Karakteristik perusahaan dagang

Karakteristik perusahaan dagang secara umum terbagi atas 3 yaitu :
1. Kegiatan utamanya adalah membeli barang lalu menjualnya
2. Tidak ada proses produksi
3. Keuntungan utama berasal dari penjualan.

Siklus akuntansi perusahaan dagang

secara umum siklus akuntansi seperti berikut ini :
1. Identifikasi Transaksi Jurnal Umum
2. Jurnal khusus
3. Buku besar pembantu
4. Posting ke buku besar
5. Laporan harga poko penjualan
6. Membuat neraca saldo
7. Jurnal penyesuaian
8. Neraca saldo setelah penyesuaian
9. Menyiapkan laporan keuangan
10. Membuat jurnal penutup
11. Neraca saldo setelah penutupan
12. Jurnal pembalik

Sebagai calon ataupun seorang akuntan yang baik maka anda sebaiknya mengetahui dengan baik keilmuan ini.

Indonesia sendiri pada awalnya menggunakan metode Kontinental dalam proses pengelolaan data transaksi keuangan.

Sebelum ilmu accounting seperti ini diperkenalkan, Sehingga dengan menggunakan ilmu ini, maka sebuah lembaga dapat lebih optimal dalam memanajemen keuangannya.

Demikian lah perihal siklus akuntansi kedua perusahaan tersebut, keduanya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang yang benar-benar berbeda.

Keduanya juga memiliki perbedaan pada karakternya masing-masing, itu tentu saja karena berdasar pada tujuan masing-masing yang berbeda pula.

Siklus akuntansi keduanya pun sangat berbeda bisa kita lihat bahwa siklus akuntansi perusahaan dagang sedikit lebih banyak prosesnya ketimbang siklus perusahaan jasa.

Karena itu mimin akan menarik sebuah kesimpulan tentang artikel kali ini, siklus akuntansi perusahaan adalah proses dalam membuat laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu.

Namun bisa kita lihat secara garis besarnya siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.

Setiap transaksi harus dicatat dalam jurnal dan kemudian secara periodik dibukukan ke dalam rekening-rekening di buku besar.

Demikian semua informasi yang mampu mimin berikan tentang siklus akuntansi, semoga bermanfaat.

Leave a Comment