Ulasan Singkat Seputar KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia)

KADIN – Dalam upaya mewujudkan kondisi usaha yang sehat serta dimanis, serta demi terwujudnya kesempatan usaha yang merata dalam dunia usaha Indonesia, maka pemerintah mendorong para pengusaha untuk membangun, mengembangkan, serta membina sinergitas yang selaras dan seimbang antara pengusaha di Indonesia.

Hal tersebut didasarkan pada amat perundang-undang pasal 33 UUD 1945 dalam hal pembangunan negara dalam bidang ekonomi.

kadin - kamar dagang dan industri indonesia
via commons.wikimedia.org

Salah satu bentuk perwujudan amanat undang-undang tesebut adalah dengan terbentuknya sebuah organisasi KADIN pada tanggal 24 September 1968, yang kemudian dibentuk ulang dalam musyawarah pengusaha indonesia pada tanggal 12 Agustus 1994 berdasarkan amanata Undang-Undang no.1 tahun 1987 mengenai kamar dagang dan industri.

KADIN

KADIN adalah singkatan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia, merupakan organisasi yang menghimpun para pengusaha Indonesia khususnya yang bergerak di sektor perekonomian.

Dalam aturan perundang undangan Indonesia, aturan terkait organisasi ini diatur dalam Undang-Undang No.1 tahun 1987 terkait kamar dagang dan industri.

Dalam aturan perundang-undangan tersebut, secara umum menyatakan bahwa, seluruh pengusaha yang ada di Indonesia baik di bidang usaha negara, bidang usaha koperasi, serta bidang usaha swasta, bersama-sama mendirikan organisasi kamar dagang dan industri yang bertujuan sebagai sarana pembinaan, sarana untuk saling berkomunikasi, sarana bertukar informasi, sarana representasi, sarana untuk berkonsultasi, dan sarana advokasi bagi pengusaha Indonesia.

Hal tersebut dalam rangka menjadikan dunia usaha Indonesia menjadi semakin kuat serta memiliki daya saing yang tinggi yang didasarkan pada keunggulan sumber daya nasional yang dipadukan dengan potensi ekonomi nasional.

Anggota KADIN

Setiap perusahaan atau badan usaha yang melakukan aktifitas sebagai penyedia barang atau jasa serta mengikuti lelang baik yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, baik pada lingkungan industri MIGAS Konstruksi maupun non konstruksi, atau diluar MIGAS, di persyaratkan untuk bergabung sebagai bagian adri KADIN dengan menjadi anggota serta mempunyai sertifikat kompetensi yang di keluarkan oleh KADIN berdasarkan bidang atau sub bidang usaha masing-masing.

Setiap badan usaha yang telah resmi menjadi anggota KADIN akan diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) KADIN yang diterbitkan oleh KADIN melalui asosiasi yang telah di mandatkan oleh KADIN.

Fasilitas-Fasilitas yang Didapatkan Oleh Anggota Kadin

  • Mendapatkan akses informasi seputar peluang usaha baik lokal maupun internasional.
  • Mendapatkan akses informasi tekait informasi mengenai perusahaan-perusahaan yang tergabung atau berada dibawah bedera organisasi.
  • Berpeluang mengikuti pendidikan, pelatiha, pameran, rencana dagang, dll.
  • Mendapatkan bimbingan, bantuan, setrta perlindungan hukum.
  • Mendapatkan berbagai macam surat-surat terkait kelancaran usaha seperti rekomendasi, keterangan, dll, yang dapat berguna untuk membantu kelancaran usaha khususnya dalam hal perizinan dan birokrasi.
  • Mudah mendapatkan partner bisinis.
  • Dll.

Syarat Menjadi Anggota KADIN

Untuk menjadi bagian dari organisasi kamar dagan dan industri ini, sebuah unit usaha dapat mengajukan permohonan dengan melengkapi beberapa persyartan berikut:

Persyaratan Anggota Baru

  • Salinan akta pendiria serta akta perubahan perusahan jika ada.
  • Salinan surat keputusan mentri Kehakiman yang telah dilegalisir.
  • Salinan laporan kondisi keuangan terahkir yang di tandadangani oleh pimpinan.
  • Salinan Kartu Identitas Pimpinan atau penanggung jawab perusahaan.
  • Salinan dokukmen-doumen legalitas perusahaan (SIUP, NPWP, SKD, API, APE, SPPT terbaru).
  • Pas photo penanggung jawa perusahaan 3×4 warna sebanyak 2 lembar.

Syarat Perpanjangan KTA

  • Salinan KTA Terakhir
  • Salinan SIUP
  • Bukti pembayaran dari bank.
  • Surat permohonan perubahan data (jika ingin melakukan perubahan data keanggotaan).
  • Salinan dokumen perusahaan berdasarkan data yang baru.
  • Pas photo penanggung jawa perusahaan 3×4 warna sebanyak 2 lembar.

Sertifikat Kompetensi KADIN

Serifikat kompetensi KADIN adalah sertifikat yang diberikan kepada anggota sebagai bukti pengakuan yang sah terhadap kemampuan serta kompetensi suatu perusahaan atau badan usaha dalam menjalankan aktifitas usahanya.

Sertifikat tersebut diterbitkan oleh KADIN melalui badan sertifikasinya berdasarkan wilayah masing-masing setelah melalui beberapa penilaian kinerja terhadap badan usaha berdasarkan bidan dan sub bidang perusahaan tersebut.

Sertifikat kompetensi tersebut berisikan informasi terkait bidang dan sub bidang usaha yang telah terdaftar pada badan sertifikasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Syarat Mendapatkan Sertifikat Kompetensi

Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi, maka pemohon harus melengkapi beberapa persyaratan administrasi yang telah ditetapkan yakni:

  • Salinan Kartu Tanda Anggota (KTA) KADIN.
  • Salinan Kartu Tanda Anggota (KTA) Asosiasi bedasarkan subbidang yang telah terakreditasi oleh KADIN.
  • Salinan persetujuan investasi.
  • Salinan akta pendirian perusahaan serta akta perubahan jika pernah dilakukan perubahan.
  • Salinan surat keputusan menteri Kehakiman yang telah dilegalisir.
  • Salinan SKD perusahaan.
  • Salinan NPWP.
  • Salinan SIUP atau izin usaha lain bedasarkan bidang usaha.
  • Salinan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
  • Laporan mengenai susunan pengurus perusahaan.
  • Salinan Kartu Identitas (KTP) seluru pemegang saaham.
  • Data lengkap karyawan serta tenaga ahli perusahaan.
  • Laporan neraca keuangan tahun terahkir.
  • Laporan Pajak tahun terakhir (SPT-PPh)
  • Laporan pengalaman kerja yang telah di selesaikan oleh perusahaan dalam rentan waktu 1-5 tahun terakhir.
  • Salinan SPK serta berita acara serah terima pekerjaan.

Itulah informasi singkat terkait kamar dangan dan industri Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap anda dapat mengakses website resmi KADIN. semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Comment