27 Jenis Kain Bahan Crepe [+Karakteristik, Kelebihan, Kekurangannya, dan Perawatannya]

Bahan Crepe – Berbicara seputar bahan kain memang tidak ada habisnya, selalu ada saja yang baru. Hal tersebut tidak lepas dari perkembangan dunia fashion yang semakin hari semakin penu dengan variasi.

Salah satu bahan kain yang terus berkembang dan tidak pernah sepi peminat adalah bahan Crepe. Kualitas kain yang halus, lembut, nyaman, serta jenisnya yang beraneka ragam menjadikan bahan yang satu ini selalu menjadi pilihan dalam pembuatan dress fashion. Apa-Apa saja jenis bahan ini? yuk baca terus.

Bahan Crepe

pengertian bahan crepe adalah
Bahan Crepe via Flickr.com

Bahan Crepe merupakan salah satu jenis kain yang unik bagi para desainer busana. Salah satu keunikannya adalah bentuk permukaannya yang bertekstur seperti butiran pasir.

Meskipun memiliki bentuk permukaan yang tidak halus, bahan ini tetap bersifat lentur, tidak kaku, dan cenderung flexibel.

Disamping itu, jenis bahan yang satu ini memiliki tingkat ketebalan yang sedang yakni tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Rajutan antara benangnya sangat padat sehingga tidak tembus pandang saat digunakan, inilah yang menjadi kelebihan khusus yang disenangi para wanita yang selalu khawatir jika menggunakan kain yang sedikit tipis.

Keunikan tekstur kain Crepe ini merupakan suatu keunikan yang sangat jarang ditemukan pada kain jenis lain. Oleh karenanya, jenis kain yang satu ini diberikan nilai yang sangat tinggi oleh para desainer busana, dimana pada pengaplikasiannya umumnya disematkan pada desain-desain busana kelas premium.

Kakteristik Bahan Crepe

Setiap jenis bahan kain tentulah memiliki karakteristik masing-masing. Bagi anda yang belum begitu mengenali karakteristik bahan yang satu ini, berikut beberpa karakteristik kain Crepe yang ada di pasaran:

1. Tekstur Berkerut

karakteristik utama bahan Crepe adalah tekstrunya yang sedikit kasar dan berkerut. Jika sekilas diperhatikan tekstur permukaan kain Crepe ini mirip dengan permukaan kulit jeruk dengan bintik-bintik halus yang terlihat dipermukaannya.

2. Serat Bergelombang

jika anda menyentuh permukaan kain ini, anda akan merasakan serat kain yang bergelombang. Bentuk serat yang bergelombang inilah yang menjadi salah satu keunikan kain Crepe ini.

3. Lembut

Meskipun memiliki permukaan yang terlihat berpasir, akan tetapi sifat lembut pada kian ini tetap terasa. inilah yang menjadi pembeda antara Crepe dengan bahan jenis lainnya.

Jenis-Jenis Bahan Crepe

ragam jenis bahan crepe
Jenis-Jenis Bahan Crepe via pxhere.com

Sama seperti bahan kain jenis lainnya, kain Crepe juga terbagi menjadi berbagai varian atau jenis dengan kekhasan masing-masing.
Akan tetapi meskipun ragam jenis crepe tersebut tidak terlepas dari karakteristik utama bahan Crepe diatas.

Berikut beberapa jenis Bahan Crepe yang ada di pasaran:

1. Bubble Crepe

Bubble Crepe merupakan jenis bahan crepe yang memiliki sifat khusus yaitu lebih ringan. Dalam dunia Konveksi bahan ini termasuk dalam katergori light Weight Fabric.

Selain ringan, Bubble Crepe juga dikenal sangat lembut namun sedikit tipis. oleh karenanya dalam penggunaanya disarankan untuk tetap menggunakan lapisan sebab meskipun tidak transparan akan tetapi akan sedikit menerawang saat terkena cahaya.

2. Moss Crepe

Jenis kain Crepe Selanjutnya adalah bahan Moss Crepe. karakter khusus dari bahan ini adalah pada permukaannya yang sangat terasa berpasir jika disentuh. Meskipun begitu, kain ini tidak kehilangan sifat kelembutannya meskipun tidak selembut Buble Crepe.

Moss Crepe memiliki ketebalan kain yang baik dan tidak menerawang, cenderung jatuh, dan tidak mudah kusut. Sangat cocok di aplikasikan pada gamis atau jilbab.

3. Arabian Crepe

Arabian Crepe duplilkasi dari Moss Crepe dengan kualitas bahan yang lebih tinggi satu tingkat dari Moss Crepe.

Jika dilihat secara sepintas, Moss Crepe dan Arabian Crepe adalah dua jenis kain yang sama. Bahkan jika diberikan sentuhan maka akan sulit untuk membedakan kedua kain tersebut.

Akan tetapi jika diperhatikan dengan lebih mendalam Arabian Crepe akan terasa lebih halus, lebih tebal, serta lebih nyaman jika di bandingkan dengan Moss Crepe.

Oleh kerna itu, sebagai konsekuensinya, kain Arabian Crepe cenderung lebih mahal sebab sifatnya yang lebih Premium dari Moss Crepe.

4. Diamond Italiano

Diamond Italiano adalah salah satu bahan dari keluarga Crepe yang memiliki tekstur permukaan yang sangat mirip dengan permukaan jeruk.

Karakterisitk Diamond Italiano ini juga terbilang mirip dengan Moss Crepe yakni ringan dan bersifat jatuh, akan tetapi Diamond Italiano cenderung bresifat lebih elastis.

jika dibandingkan dengan bahan Crezie Creep, Italiano Crepe cenderung lebih tipis dan lebih ringan. Akan tetapi perlu di ketahui bahwa jenis bahan ini bersifat tembus pandang sehingga dibutuhkan lapisan dalam pengaplikasiannya.

5. Diamond Georgette

Diamond Georgette adalah saudara dari bahan Diamond Italiano, akan tetapi pada bahan yang satu ini terlihat tekstur yang merepai kulit jeruk pada permukaannya cenderung terlihat lebih samar, cukup melar dan sedikit kasar.

6. Crezie Crepe

Crezie Crepe adalah jenis kain Crepe yang bersifat elastis. Keunikan kain ini terletak pada arah renggangannya yang berbentuk diagonal sehingga memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Teksturnya unik seperti Wajik yang dibentuk menyusun.

Crezie Crepe adalah jenis kain Crepe yang bersifat elastis. Keunikan kain ini terletak pada arah renggangannya yang berbentuk diagonal sehingga memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Teksturnya unik seperti Wajik yang dibentuk menyusun.

Sifatnya yang elastis menjadikan susunan serat kain tidak begitu rapat, dengan begitu kain ini cenderung menerawang atau tembus pandang. Bagi anda yang menggunakan kain ini disarankan untuk menggunakan lapisan dalam agar tidak menerawang.

7. Bahan Barbie Ceruti / Baby Doll

Dalam keluarga Crepe, Bahan Barbie Ceruti atau Baby Doll ini merupakan bahan yang paling ringan, paling tipis, pailng jatuh, serta cenderung lebih menerawang jika dibandingkan dengan jenis Crepe yang lainnya.

Bahan ini sangat jarang diaplikasikan pada dress atau gamis. Umumnya, bahan Barbie Ceruti atau Baby doll ini banyak diaplikasikan pada pembuatan burqah.

8. Bahan WollyCrepe

bahan wollycrepe via tokopedia.com

Bahan WoolyCrepe merupakan jenis Crepe yang memiliki tekstur permukaan yang paling halus. Tekstur kulit jeruk pada permukaanya terlihat sangat halus bahkan cenderung tidak terlihat jika diperhatikan secara sepintas.

Bahan WollyCrepe memiliki tingkat ketebalan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahan lainnya dari keluarga Crepe. Tingkat ketebalan bahan WollyCerepe ini berbanding lurus dengan kepadatan serat kain sehingga dengan begitu kain ini teda tembus pandang atau menerawang.

Meskipun begitu, bahan WollyCrepe ini tetap memiliki gramasi yang baik yakni cenderung ringan, jatuh, adem, dan tetap nyaman saat digunakan.

9. Barbie Crepe

Bahan Barbie Crepe merupakan saudara kembar dari WollyCrepe. Hal tesebut dikaernakan karakteristik bahan yang satu ini sangat mirip dengan karakteristik bahan WollyCrepe.

Barbie Crepe merupakan pengembangan dari bahan WoolyCrepe sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan Barbie Crepe ini memiliki kualitas satu tingkat diata bahan WollyCrepe.

10. Bahan Amunzen

Secara visual, bahan Amunzen memiliki karakteristik yang mirip dengan bahan WollyCrepe. Akan tetapi jika diperhatikan dengan teliti maka akan terlihat efek permukaan pada kain ini yang terlihat lebih kasar namun sangat halus.

Bahan Amunzen memilik serat kain yang terbentuk menyusun dengan tampilan yang terlihat lebih mengkilap serta lebih tipis tapi tidak menerawang. Bahan Amunzen ini juga dikenal dengan nama WollyCrepe Amunzen.

11. Ity Crepe

Bahan Ity Crepe adalah jenis Crepe yang memiliki karakter khusus yakni permukaan yang tidak rata akan tetapi memiliki serat kain yang cenderung rapat dan dingin saat dikenakan.

Meskipun memiliki permukaan yang tidak rata, Ity Crepe meliliki tingkat kehalusan yang lebih baik dari bahan Moss Crepe.

12. Crepe de Chine

Bahan Crepe De Chine adalah bahan Crepe yang terbuat dari bahan Silk atau sutra sehingga tidak memiliki warna yang berkilau. Pengaplikasian bahan Crepe de Chine ini biasanya disematkan pada desain-desain kelas premium dengah harga yang fantastis.

Kekurangan bahan ini adalah sifatnya yang mudah pudar sehingga sangat tidak disarankan untuk diaplikasikan pada busana-busana luar ruangan. Dan sebaliknya, sangat cocok diaplikasikan pada busana penggunaan Indoor.

13. Bahan Crepe Maroccain

Bahan Maroccain adalah bahan Crepe dengan karakteristik bergelombang serta memiki motif garis-garis. Seperti dengan Crepe De Chine, Bahan Crepe Maroccain juga terbuat dari bahan sutera. Akan tetapi pembuatan bahan ini tidak hanya menggunakan bahan sutera akan tetapi dikombinasikan dengan bahan lain seperti bahan Wol atau bahan Rayon.

Penggunaan bahan ini juga umumnya disematkan pada desain-desain kelas premium seperti pada setelan jas atau dress-dress mewah lainnya.

14. Bahan Alwa Crepe

Alwa Crepe merupakan bahan Crepe yang termasuk dalam Prmium Quality Crepe.
Bahan ini memiliki tingkat kerapatan terkstur serta tingkat ketebalan yang lebih dari bahan lainnya dari keluarga Crepe.

Meskipun cenderung leibh teba dari bahan lainnya, penggunaan benang dengan kualitas premium pada bahan Alwa Crepe ini menjadikannya memiliki tingkat gramasi yang stabil yakni tidak berat dan tidak ringan.

Sifatnya yang sangat lembut, tidak gerah saat digunakan, serta tidak menerawang menjadikan bahan ini banyak disukai oleh para desainer busana.

15. Elena Crepe

Salah satu bahan Crepe lainnya yang sekilas mirip dengan bahan WollyCrepe adalah Elena Crepe. Akan tetapi bahan Elena Crepe diketahui memiliki tingkat kelembutan serta kenyamanan yang lebih dari bahan WollyCrepe.

Untuk tingkat ketebalannya sendiri, bahan ini tidak begitu tebal akan tetapi memiliki kerapatan tenunan yang baik sehinga tidak transparan saat digunakan. Selain itu, bahan Elena Crepe juga sangat adem, tidak kaku, dan tidak luntur saat dicuci.

16. Bahan Almira / Oxford

Bahan Almira atau bahan Oxford adalah kain Crepe yang termasuk bahan premium. Kain ini memiliki serat yang mirip dengan serta Balodior. Memiliki sifat yang tidak lemas, cendering jatuh, tidak kaku saat dipakai, memiliki tekstur tapi tetap halus, serta tidak menerawang.

Sangat cocok diaplikasikan pada desain Blouse, Dress, Atasan, Gamis, ataupun hijab.

17. Plisse Crepe

Plisse Crepe adalah jenis Crepe yang memiliki tekstur unik dan sedikit berbeda dengan tekstur lainnya. Pola kerutan pada bahan Plisse Crepe ini adalah berbentuk kerutan dengan pola garis.

18. Angel Crepe

Angel Crepe merupakan bahan dari keluarga Crepe yang juga memiliki tekstur berpasir. Akan tetapi tekstur berpasir pada Angel Crepe cenderung lebih halis dan tidak terlalu berpasir seperti bahan WollyCrepe.Tingkat ketebalan seratnya juga sangat rapat sehingga tidak menerawang saat diguanakan. Akan tetapi memiliki sifat yang cukup flowy serta tetap adem saat digunakan.

19. Exlon Crepe

Exlon Crepe merupakan bahan Crepe yang termasuk eksklusif sebab bahannya yang sangat berkualitas dan sangat sulit ditemukan di pasaran.

Bahan Exlon Crepe memiliki tingkat ketebalan yang baik serta memiliki tekstru yang mirip dengan bahan WollyCrepe Calatri namun cenderung lebih halus dan lebih jatuh dengan tingkat elastisitas yang baik sehingga sangat ringan dan halus saat dikenakan.

20. Super Titanium Crepe

Super Titanium Crepe juga termasuk kain Crepe yang memiliki kualitas premium. Bahan ini memiliki serat kain yang halus, lebih kuat, serta tahan lama. Tingkat kepadatan sertanya juga sangat baik sehingga tidak tembus pandang saat digunakan.

Sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari sebab kainnya sangat adem, nyaman, dan mampu menyerap keringat dengan baik.

21. Fezza Crepe

Fezza Crepe merupakan salah satu bahan Crepe yang memiliki kualitas yang sangat baik. Bahan Fezza Crepe terbuat dari campuran bahan Katun dan Polyster yang menghasilkan kain yang sangat halus, lembut, tingkat stretch yang pas, serta baik dalam menyerap keringat. Sangat cocok diaplikasikan dalam pembuatan gamis.

22. Amunzen Flaminggo Crepe

Amunzen Flaminggo Crepe adalah jenis crepe yang merupakan turunan dari bahan Amunzen Crepe. Amunzen Flaminggo memiliki penampakan permukaan yang cenderung lebih Glossy diatas Elena Crepe namun tidak begitu glossy jika di perhatikan dari kejauha, tidak licin dan tidak melar namun tetap bersifat Flowy.

Meskipun begitu, Amunzen Flaminggu tidak lepas dari sifat keumuman Bahan Crepe yakni tidak mudah kusut, tidak terlalu tebal, dan tidak menerawang. Sangat cocok digunakan pada iklim tropis seperti di Indonesia tercinta.

23. Linen Crepe

Linene Creep merupakan bahan WollyCrepe yang berkualitas Permium. Bahan ini sangat lembut, memiliki tenunan khas linen, memiliki slub kain yang lebih banyak, tidak mudah kusut, sedikit strech, ringan, flowy, tidak panas, serat benang padat, dan tidak menerawang.

Bahan linen ini bisanya digunakan pada rancangan busana yang memiliki tingkat Exklusifitas yang tinggi, mewah, anggun, dan berkelas.

25. Lorryzen Crepe

Bahan Crepe yang mengedepankan kemewahan tekstur tanpa mengesampingkan kenyaman pengguna seperti adem, flowy, dan kenyamanan. Bahannya tebatas dan sangat langka dipasaran.

26. Fendy Crepe

Ferndy Crepe merupakan bahan yang mengedepankan tampilan yang sangat elegan, dengan gramasi kain yang baik, tingkat kerenggangan kain yang pas, serta tidak tembus pandang.

27. Fuji Crepe

Adalah jenis lain dari bahan Crepe yang mirip dengan tekstur Diamond Crepe namun memiliki tingkat ketebalan satu tingkat lebih tinggi serta tingkat kerenggangan yang pas.

Itulah beberpa jenis bahan Crepe yang ada di pasaran. Akan tetapi selain jenis-jenis diatas, masih banya jenis-jenis bahan Crepe seperti heavy crepe, jesicca crepe. dan lainnya yang belum sempat disebutkan satu persat.

Bagaimana Bahan Crepe Tercipta?

sejarah bahan kain crepe
sejarah bahan crepe via commons.wikimedia.org

Awal mula produksi kain Bahan Crepe dimulai pada tahun 1911. Akan tetapi tingkat produksi kain ini masih terbilang sedikit pada saat itu.

Hal tersebut dikarenakan bahan pembauatan yang masih terbatas serta proses pembuatan bahan Crepe pada saat itu masih terbilang sulit untuk dilakuan.

Selain sangat sulit dilakukan, proses atau cara pembuatannya juga masih sangat dirahasiakan oleh pablrik-pablrik yang telah berhasil membuatnya terlebih dahulu.

Pada dasarnya, tekstur kasar yang ditampilkan pada permukaan kain Crepe tersebut diperoleh dari variasi proses penenunan kain.

Dari ragam variasi tenunan yang diaplikasikan pada pembuatan bahan Crepe ini, terdapat beberapa variasi tenunan yang hanya diaplikasikan pada pembuatan kain ini dan tidak ditemukan pada proses penenunan kain lain.

Diantara variasi-variasi tenunan yang diaplikasikan pada pembuatan kain ini adalah memutar benang sebelum di tenun, penambahan hiasan yang terlihat timbul, hingga pengaplikasian pola acak dan tidak beraturan dalam proses penenunan.

Penggunaan Bahan kain Crepe

Keaneka ragaman variasi kain crepe menjadikan kain ini banyak diaplikasikan pada berbagai macam desain busana baik pada sebagian maupun keseluruhan busana.

Akhir-akhir ini penggunaan bahan Crepe banyak diaplikasikan pada pembuatan jilbab, Cadar, Khimar, Gamis, dll baik sebagai bahan dasar maupun sebagai bahan tambahan.

Bagaimana Mengetahui Ciri-Ciri Kain Crepe yang Berkualitas?

Hal yang penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk membeli sebuah bahan kain adalah dengan mengetahui kualitas kain tersebut.

pada dasarnya, kualitas kain akan sangat ditentukan dari bahan dan proses pembuatannya. Untuk mengenalinya sebuah kain berkualitas atau tidak anda harus memiliki pengetahuan terkait bahan kain.

Selanjutnya, anda dapat melakuan pemeriksaan secara mendetail pada serat kain, tingkat kerapian, serta kekokohannya.

Kain dengan kualitas rendah dapat dilihat pada seratnya yang akan mudah lepas atau berkerut saat diberi tekanan atau sedikit dierikan tarikan.

Hindari membelil kain yang terlihat cacat atau mengalami masalah dalam pembuatannya seperti serat yang tidak sempurnah atau terkena noda saat pembuatannya, dll.

Kelebihan dan Kelemahan Bahan Crepe

kelebihan dan kekurangan bahan Crepe
Kelebihan dan kekurangan bahan Crepe via pxhere.com

Setiap bahan kain pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, namun hal tesebut tergantung dalam tujuan penggunaannya. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan bahan Crepe.

Kelebihan Bahan Crepe

1. Tekstur Unik

Kelebihan pertama yang dimiliki oleh bahan ini adalah tekstrunya yang unik. Keunikan tekstur bahan ini dapat dilihat dari permukaannya yang berpasir yang mirip kulit jeruk.

paduan keunikan dan kualitas kain inilah yang menjadikan bahan ini banyak dipilih oleh para desainer busana untuk diaplikasikan pada rancangannya.

2. Lembut

Meskipun terlihat memiliki tekstur yang kasar, akan tetapi tidak mengurangi sifat kelembutan yang terasa pada kain tersebut. Selain lembut, pada beberapa jenis bahan Crepe lainnya ditemukan sifat elastis atau Stretch yang banyak disenangi oleh para desainer.

3. Tidak Kaku

Kelebihan lain dari bahan ini adalah sifatnya yang tidak kaku dan cenderung jatuh atau flowy. Oleh karena itu, bahan ini banyak dipilih pada pembuatan gamis atau dress-dress lainnya yang membuatnya terlihat elegan.

4. Adem

Kualitas benang serta tingkat kepadatan yang baik menjadikan bahan ini tidak panas saat digunakan sehingga dapat diaplikasikan pada pakaian harian.

Kekuarangan Bahan Crepe

Selain memiliki kelebiha, bahan jenis ini juga memeliki beberapa kelemahan. Berikut beberpa kekurangan bahan Crepe.

1. Tembus Pandang

Salah satu kekurangan bahan Crepe adalah sifat kain tembus pandang atau menerawang. Akan tetapi sifat menerwang ini hanya ditemukan pada jenis Crepe tertentu tidak pada seluruh jenis kain.

2. Pudar

Sifat kain yang mudah pudar juga hanya ditemuka pada beberapa jenis crepe saja seperti Crepe de China sebab bahannya yang terbuat dari sutra. Akan tetapi sifat ini tidak berlaku keseluruhan.

3. Mudah Berkerut Saat Disetrika

Salah satu kelemahan lainnya adalah mudah berkerut jika dilakukan penyetrikaan pada suhu tinggi. Oleh karena itu, anda wajib meperhatikan tingkat suhu setrika saat hendak melakukan penyetrikaan pada jenis kain ini.

Cara Merawat Bahan Crepe

Pada dasarnya untuk melakukan perawatan pada bahan ini tidaklah sesulit bahan-bahan premium lainnya. Anda cukup memperhatikan beberapa hal-hal sederhana berikut:

  1. gunakan deterjen yang baik yang sesuai dengan kondisi bahan tersebut. Informasi seputar penggunaan deterjen biasanya ada pada label pakaian.
  2. Hindrai proses perendaman yang terlalu lama sebab dapat mempengaruhi kualitas kain.
  3. prelakuan kain pada proses pencucian sebaiknya dilakukan dengan selembut mungkin agar tidak merusak kain. Sebaiknya dicuci dengan manual untuk dapat mengukur tingkat kelembutannya. Hindari menggunakan mesin cuci.
  4. Perhatikan suhu setrika saat hendak melakuan penyetrikaan agar kain tidak mengkerut.

Demikianlah ulasan seputar bahan Crepe, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Comment