[Lengkap] Cara Membuat Surat perjanjian sewa menyewa + Contoh

Surat perjanjian sewa menyewa – Dalam setiap kesepakatan baik berupa jual beli maupun sewa-menyewa sebaiknya diikuti dengan surat kesepakan bersama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Surat kesepakatan bersama yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak tersebut kemudian dijadikan pegangan oleh masing-masing pihak yang terlibat. Baik untuk dipatuhi maupun untuk dijadikan bahan rujukan jika suatu waktu terjadi perselisihan antara pihak-pihak terkait.

Hal-Hal Yang Harus Ada Dalam Sebuah Surat Perjanjian Sewa Menyewa

Surat perjanjian sewa menyewa
Surat perjanjian sewa menyewa via pxhere.com

Dalam membuat sebuah perjanjian, anda harus memperhatikan beberapa point-point penting yang harus diperjelas dalam sebuah perjanjiannagar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Berikut beberapa hal-hal yang harus diperjelas dalam sebuah perjanjian:

1.. Identitas Pihak-Pihak Terkait
Hal pertama yang harus diperhatikan saat membuat sebuah surat kesepakatan sewa menyewa adalah kejelasan identitas para pihak-pihak terkait. Baik berupa nama, alamat, jenis kelamin, dll, yang sesuai dengan identitas asli.

Hal tersebut dimaksudkan agar setiap orang yang terkait mengetahui dengan jelas siapa-siapa saja yang terkait dalam perjanjian ini.

2. Isi Perjanjian
Setelah semua identifikasi identitas dilakukan, selanjutnya adalah menuliskan sejara jelas dan rinci mengenai hal-hal apa saja yang menjadi hak dan kewajiban setiap pihak.

3. nksi-Sanksisi
Sanksi-sanksi merupakan point point yang menjelaskan secara rinci mengenai konsekuensi-konsekuensi yang akan diterima oleh pihak-pihak terkait jika tidak menjalankan kesepakatan yang telah disepakati bersama yang tertuang dalam pasal-pasal sebelumnya.

4. Saksi-Saksi
Hadirnya saksi-saksi dalam setiap perjanjian adalah sebagai penguatan terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat dan disepakati oleh kedua belah pihak.

5. Materai
Penggunaan materai pada setiap tanda tangan yang dibubuhkan oleh pihak-pihak terkait dapat menguatkan status perjanjian tersebut Dimata hukum.

Hal tersebut dikarenakan penggunaan materai telah diatur dalam ketentuan undang-undang yang berlaku.

Dengan demikian perjanjia nyang menggunakan materai dapat dikatakan memiliki kekuatan hukum yang tidak boleh disalahgunakan atau dilanggar seenaknya.

Ragam Surat Perjanjian Sewa Menyewa

Berikut ini beberapa contoh-contoh surat kesepakatan bersama terkait penyewaan yang dapat anda gunakan sebagai rujukan dalam pembuatan surat-surat terkait penyewaan.

Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kendaraan

Surat perjanjian sewa mobil
Sewa menyewa kendaraan via pxhere.com

Menyewakan kendaraan kepada orang lain berbeda dengan menyewakan barang barang sederhana lainnya.

Hal tersebut dikarenakan kendaraan umumnya memiliki nilai ekonomi yang terbilang tinggi sehingga tidak sedikit orang yang ingin memilikinya.

Oleh karena itu, sangat perlu bagi seorang pemilik kendaraan untuk benar-benar awas terhadap kendaraan miliknya tersebut. Termasuk dalam hal ini jika sang pemilik ingin menyewakannya kepada orang lain.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat menyewakan kendaraan kepada orang lain, maka sangat dianjurkan kepada pemilik kendaraan untuk membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan penyewa. Salah satunya dengan membuat surat kesepakatan mengenai sewa menyewa kendaraan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat terkait kesepakatan sewa menyewa kendaraan. Diantaranya adalah:

  • Identitas lengkap dari pihak penyewa baik perorangan atau perusahaan.
  • Gambaran lengkap mengenai kondisi kendaraan secara detail sebelum diserahkan kepada pihak penyewa sehingga dapat dibandingkan saat kendaraan dikembalikan.
  • Lama waktu, biaya, serta kesepakatan-kesepakatan mengenai keterlambatan atau perpanjangan waktu penyewaan.
  • Solusi jika terjadi kerusakan atau masalah lain saat kendaraan dikembalikan.
    Solusi-solusi penyelesaian masalah.

Surat Perjanjian Sewa Mobil

Surat perjanjian sewa mobil adalah surat yang berisi kesepakatan antara pemilik dan penyewa dengan menggunakan mobil sebagai objek yang disewakan.

Oleh karena itu, pihak pemilik kendaraan sebaiknya memperhatikan poin-poin penting dalam perjanjian sewa menyewa kendaraan sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Namun perlu untuk diketahui bahwa poin-poin perjanjian yang telah disebutkan di atas pada dasarnya tidaklah mengikat dan baku sehingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses sewa menyewa dapat menambahkan ataupun menguranginya.
Berikut contoh surat perjanjian rental mobil:

SURAT PERJANJIAN SEWA MOBIL

Pada hari ini, Senin 17 Agustus 2018, Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :
Alamat :
No. Telp :
No. KTP :
Selanjutnya bertindak sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama :
Alamat :
No. Telp :
No. KTP :
Selanjutnya bertindak sebagai PIHAK KEDUA (PENYEWA).

Dengan ini menyatakan bahwa PIHAK PERTAMA menyewakan satu unit kendaraan berupa mobil kepada PIHAK KEDUA dengan spesifikasi sebagai berikut :
Merek :
Tipe :
No. Polisi :
No. Mesin:
No. Rangka:

Berikut poin-poin perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak:

  • Penyewaan dilakukan dalam durasi waktu selama …. Hari terhitung sejak (hari, tanggal, bulan, tahun) hingga (hari, tanggal, bulan, tahun) dengan total biaya sewa sebesar Rp. …………. (Terbilang).
  • Segala perubahan kondisi, kerusakan, hingga kehilangan selama durasi peminjaman menjadi tanggung jawab penyewa.
  • Jika dikemudian hari terjadi perbedaan pendapat, perselisihan, atau permasalahan diantara kedua belah pihak maka akan diselesaikan melalui jalur musyawarah/mufakat.
  • Dan jika didalam proses musyawarah/mufakat tidak menemukan jalan keluar maka selanjutnya akan diselesaikan dengan jalur hukum melalui pihak pengadilan negeri berdasarkan domisili pihak pertama.

Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan di tandatangani oleh kedua secara sadar, ikhlas, serta tanpa paksaan dari pihak manapun serta di saksikan oleh saksi-saksi dan selanjutnya untuk di patuhi secara bersama.
Jakarta, …. – …. – 2020

PIHAK PERTAMA
materai Rp.6000.-

(————————-)

PIHAK KEDUA
materai Rp.6000.-

(————————–)

SAKSI – SAKSI

1.


Itulah contoh surat kerjasama sewa mobil sederhana yang dapat anda contoh saat ingin membuat perjanjian sewa mobil.

Contoh surat diatas dapat dirubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan penyewa seperti sewa mobil bulanan, mingguan, hingga harian.

Surat Perjanjian Sewa Alat Berat

Sewa alat berat
Pxhere.com

Selain surat perjanjian penyewaan mobil, surat kerjasama mengenai sewa menyewa kendaraan lainnya yang perlu untuk di pertegas adalah surat yang berisi kesepakatan mengenai sewa alat berat.

Sebab diketahui bahwa alat berat merupakan salah satu objek transportasi yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi yang bahkan hingga bernilai miliaran.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Alat Berat

Oleh karenanya penting untuk benar-benar memperhatikan isu-isu atau pasal-pasal perjanjian saat membuat surat perjanjian rental alat berat.

Berikut contoh surat perjanjian rental alat berat yang dapat dijadikan rujukan saat membuat surat perjanjian kerja sama sewa alat berat.

SURAT PERJANJIAN SEWA ALAT BERAT

Hari ini, (hari/tanggal/bulan/tahun) telah disepakati oleh pihak-pihak sebagai berikut:
Nama :
Perusahaan :
NIK :
Jabatan :
No. Identitas :
Sebagai penerima kuasa dari PT. XYZ dan dalam hal ini bertindak sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama :
Perusahaan :
NIK :
Jabatan :
No. Identitas :
Sebagai penerima kuasa dari PT/CV. XYZ dan dalam hal ini bertindak sebagai PIHAK KEDUA.

Dengan ini kedua belah pihak telah menyepakati surat penyewaan alat berat dengan pasal-pasal perjanjian sebagai berikut:

Pasal 1
Objek Penyewaan

  • PIHAK KEDUA menyewakan Alat berat berupa 1 unit Buldozer dan 5 unit tronton Colt Diesel sebagaimana yang tercantum pada lampirannkepada PIHAK PERTAMA.
  • Alat berat yang disewakan tersebut diantarkan langsung oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dengan biaya yang ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.
  • Pemilik alat berat menjamin alat berat yang disewakan masih dalam kondisi siap pakai sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA.
  • Biaya perawatan selama periode penyewaan ditanggun oleh PIHAK PERTAMA.
  • PIHAK PERTAMA wajib mengembalikan alat berat yang disewa setelah masa sewa berakhir dalam kondisi baik.
  • Segala kerugian serta kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi eksternal (Force Majeure) diluar tanggung jawab kedua pihak.

Pasal 2

Kondisi Eksternal (Force Majeure)

  • Kondisi eksternal (Force Majeure) yang dimaksudkan pada pasal pertama dapat berupa bencana alam, peperangan, kebakaran, huru-hara, dll.
  • Kejadian-kejadian terkait Force Majeure seperti yang dijelaskan pada point’ pertama harus segera dilaporkan kepada PIHAK KEDUA maksimal sehari setelah kejadian yang dilengkapi dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan dan tanpa rekayasa.

Pasal 3
Penutup

  • Segala perincian yang tidak termuat dalam kesepakatan dan diatur serta disepakati melalui regulasi akan menjadi tambahan dan bagian takbterpisahak dari kesepakatan ini.
  • Segala perselisihan yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini akan dibicarakan melalui jalur musyawarah mufakat sebelum melalui jalur hukum.
  • Surat ini di buat dalam dua rangkap yang kemudian dijadikan pegangan oleh masing-masing pihak.

Demikianlah surat ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak serta saksi-saksi secara sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun.

Bandung, (hari/tanggal/bulan/tahun).
PIHAK PERTAMA
materai Rp.6000

(————————-)

PIHAK KEDUA
materai Rp.6000

(————————)

SAKSI-SAKSI
1.
2.
3.


Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah

Sewa menyewa rumah
Pxhere.com

Meski masih belum banyak yang belum menuangkan kesepakatan sewa rumah dalam bentuk surat, akan tetapi surat perjanjian penyewaan rumah tetap memiliki peranan yang penting dalam sebuah kesepakatan penyewaan.

Jika suatu saat terjadi masalah antara penyewa dan pemilik rumah maka surat kesepakatan bersama mengenai sewa rumah dapat menjadi rujukan pemecahan masalah.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah

Berikut contoh surat sewa menyewa rumah secara lengkap yang dapat dijadikan rujukan dasar dalam membuat surat kesepakatan sewa menyewa rumah.

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH

Kami yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama :
Alamat :
Tempat tanggal lahir :
Pekerjaan :
No. Identitas:
Dalam perjanjian ini bertindak sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama :
Alamat :
Tempat tanggal lahir :
Pekerjaan :
No. Identitas:
Dalam perjanjian ini bertindak sebagai PIHAK KEDUA.

Pada hari ini (hari/tanggal/bulan/tahun) telah disepakati perjanjian sewa menyewa rumah dengan pasal-pasal kesepakatan sebagai berikut:

PASAL 1
PIHAK PERTAMA menyewakan satu unit rumah yang beralamat di jl. ……… Kepada PIHAK KEDUA dengan masa sewa selama 1 tahun terhitung sejak (hari/tanggal/bulan/tahun) hingga (hari/tanggal/bulan/tahun).

PASAL 2
Segala jenis pemeliharaan serta perbaikan kerusakan bangunan selama masa sewa menjadi tanggung jawa PIHAK KEDUA yang harus di perbaiki sebelum masa sewa berakhir atau sebelum dikembalikan kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 3
Selama masa sewa belangsung, semua kewajiban terkait rumah tersebut seperti listrik, air, keamanan, kebersihan, dll, menjadi tanggung jawa PIHAK KEDUA.

PASAL 4
Apabila kewajiban terkait rumah selama masa sewa tidak dipenuhi/menunggak yang berakibat sanksi dari pihak terkait maka PIHAK KEDUA wajib menyelesaikan permasalahan tersebut hingga tuntas selambat-lambatnya sebelum masa sewa berakhir.

PASAL 5
PIHAK KEDUA tidak diperkenankan melakukan perubahan baik berupa penambahan maupun pengurangan bentuk bangunan yang sifatnya mayor tanpa seizin PIHAK PERTAMA.

PASAL 6
PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memindah sewakan rumah tersebut kepada orang lain tanpa seizin PIHAK PERTAMA.

PASAL 7
PIHAK KEDUA tidak diperkenankan melakukan aktifitas-aktifitas terlarang atau melanggar hukum selama menempati rumah tersebut.

PASAL 8
Setelah masa sewa berakhir, PIHAK KEDUA berkewajiban mengembalikan rumah tersebut kepada PIHAK PERTAMA dalam keadaan kosong, terawat, dan bersih seperti saat pertama kali menempati rumah.

PASAL 9
Perpanjangan sewa dikonfirmasikan kepada PIHKA PERTAMA selambat-lambatnya satu bulan sebelum masa sewa berakhir yang selanjutnya dilakukan perjanjian sewa baru.

PASAL 10
Pemberhentian sewa sebelum masa sewa berakhir harus dikonfirmasikan selambat-lambatnya dua pekan sebelum berhenti.

PASAL 11
Apabila pemutusan sewa sebelum masa sewa berakhir dilakukan oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA berhak untuk tidak mengembalikan sisa uang sewa kepada PIHAK KEDUA.

PASAL 12
Apabila pemutusan sewa sebelum masa sewa berakhir dilakukan oleh PIHAK PERTAMA maka PIHAK PERTAMA wajib untuk mengembalikan seluruh uang sewa yang telah dibayar oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 13
Segala kesepakatan bersama yang belum termuat pada surat ini akan dijadikan addendum dan menjadi kesatuan yang tak terpisahkan dari perjanjian ini.

PENUTUP
Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dengan debenar-benarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun.

Surabaya, (hari/tanggal/bulan/tahun)

PIHAK PERTAMA
materai Rp.6000

(———————–)

PIHAK KEDUA
materai Rp.6000

(———————-)

SAKSI-SAKSI
1.
2.
3.


Itulah contoh surat kesepakatan mengenai sewa menyewa rumah yang dapat anda jadikan rujukan dalam membuat surat sewa menyewa rumah.

Contoh surat tersebut bersifat fleksibel sehingga dapat anda tambahkan atau kurangi sesuai dengan kebutuhan anda.

Surat Perjanjian Sewa Tempat Usaha

Membuat surat kesepakatan yang disepakati bersama saat menyewa sebuah tempat atau lokasi untuk dijadikan tempat usaha merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Hal tersebut guna mengantisipasi permasalahan yang mungkin akan timbul dikemudian hari yang bisa saja berdampak pada usaha anda kedepannya.

Oleh karena itu baik dari pihak penyewa maupun pemilik lahan atau gedung sangat dianjurkan untuk membuat kesepakatan tertulis secara terperinci seperti deskripsi objek sewaan, lama penyewaan, dll yang dituangkan dalam bentuk surat perjanjian sewa tempat usaha.

Contoh Surat Perjanjian sewa tempat Usaha

Surat perjanjian sewa tempat usaha
Pxhere.com

Berikut contoh surat perjanjian penyewaan tempat usaha yang dapat anda jadikan rujukan saat ingin membuat surat kesepakatan bersama.

SURAT PERJANJIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama :
Alamat :
Pekerjaan :
No. Identitas :
Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama :
Alamat :
Pekerjaan :
No. Identitas :
Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak telah bersepakat untuk melakukan perjanjian sewa menyewa tempat usaha dengan poin-poin perjanjian sebagai berikut:

PASAL 1
PIHAK PERTAMA menyewakan sepetak ruangan seluas …. M2 di daerah …. Kepada PIHAK KEDUA dengan jangka waktu sewa selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak (hari/tanggal/bulan/tahun) hingga (hari/tanggal/bulan/tahun) dengan biaya sewa sebesar Rp. ……… (Terbilang).

PASAL 2
PIHAK KEDUA wajib menjaga serta merawat ruangan yang disewa selama masa penyewaan dengan selayaknya.

PASAL 3
Selama periode penyewaan, Segala bentuk biaya perawatan serta perbaikan kerusakan ruangan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

PASAL 4
Pengeluaran rutin bulanan maupun tahunan seperti air, listrik, telepon, dll menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

PASAL 5
Tidak diperkenankan melakukan perubahan serta penambahan fisik bangunan/ruangan tanpa sepengetahuan PIHAK PERTAMA.

PASAL 6
Setelah masa sewa berakhir, PIHAK KEDUA wajib mengembalikan gedung dalam keadaan kosong dan tetap terpelihara sebagaimana saat pertama kali diserahkan oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 7
PIHAK KEDUA wajib menjaga ketertiban lingkungan dan serta memelihara kerukunan dengan warga di lingkungan sekitar.

PASAL 8
Kedua belah pihak menyepakati bahwa perjanjian ini tidak dapat diakhiri dengan sepihak tanpa ada alasan yang jelas.

PASAL 9
Apabila salah satu pihak ingin mengakhiri perjanjian secara sepihak sebelum berakhirnya masa sewa maka pihak tersebut harus menerima konsekuensi dari pihak lainnya yang selanjutnya akan dibicarakan bersama.

PASAL 10
Segala kesepakatan yang belum termuat dalam perjanjian ini akan dimusyawarakan bersama-sama dengan merujuk pada perjanjian kontrak.

PASAL 11
Surat ini dibuat dua rangkap untuk dijadikan pegangan yang sah antara kedua belah pihak.

PENUTUP
Demikianlah surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani tanpa paksaan dari pihak manapun.

Jakarta (hari/tanggal/bulan/tahun)
PIHAK PERTAMA
materai Rp.6000

(————————)

PIHAK KEDUA
materai Rp.6000

(———————-)

SAKSI-SAKSI
1.


Demikianlah penjelasan singkat mengenai surat perjanjian sewa menyewa beserta contoh-contoh sederhananya yakni surat perjanjian sewa mobil, rumah, dll. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment