Penjelasan Lengkap Seputar Tanda Daftar Perusahaan (TDP) [Pengertian, Dasar Hukum, Cara Mengurus TDP, Dll]

Tanda daftar perusahaan (TDP) – Untuk menjamin keberlangsungan suatu usaha, maka setiap perusahaan wajib untuk mengikuti setiap peraturan yang berlaku di wilayah tersebut.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan berbagai macam aturan terkait aktivitas usaha yang dijalankan di wilayah Indonesia. Salah satunya adalah mengenai pendaftaran perusahaan.

Tanda Daftar Perusahaan

penjelasan tanda daftar perusahaan
tanda daftar perusahaan via pixabay.com

Salah satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia adalah kewajiban untuk mendaftarkan perusahaan kepada pihak yang berwenang yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Setiap perusahaan yang telah mendaftarkan diri ke pemerintah melalui pihak yang telah ditunjuk oleh pemerintah,akan mendapatkan legalitas berupa Tanda Daftar Perusahaan.

Pengertian Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Pengertian Tanda daftar perusahaan atau TDP adalah suatu bukti sah yang menjelaskan bahwa suatu perusahaan atau badan usaha telah mendaftarkan semua hal yang wajib didaftarkan dan telah terdaftar secara resmi pada dinas terkait.

Setiap perusahaan yang berdomisili atau berlokasi di wilayah Indonesia wajib untuk mendaftar secara resmi kepada pemerintah melalui instansi terkait untuk mendapatkan tanda daftar perusahaan.

Tujuan TDP

  • Pemberlakuan TDP kepada setiap perusahaan dimaksudkan agar adanya keterbukaan informasi mengenai sebuah perusahaan yang meliputi identitas serta informasi-informasi lainnya.
  • Setiap perusahaan yang telah memiliki TDP akan mendapatkan kepastian keberlangsungan usaha yang dijamin oleh undang-undang.
  • Memberikan kemudahan informasi kepada pihak yang berkepentingan akan informasi sebuah perusahaan yang telah termasuk dalam perusahaan terdaftar.

Dasar hukum TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Setiap perusahaan yang berdomisili atau berlokasi di Indonesia diwajibkan untuk memiliki TDP. Hal tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu aturan negara terhadap setiap perusahaan.

Kewajiban untuk memiliki TDP terhadap setiap perusahaan diatur dalam undang undang. Yakni, Undang-undang No. 3 tahun 1982 mengenai Wajib Daftar Perusahaan.

Selanjutnya diperkuat dengan peraturan Menteri melalui SK Kementrian Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) No:596/MPP/Kep/9/2004 terkait aturan Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan.

Siapa yang Wajib Memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

perusahaan yang wajib untuk terdaftar
perusahaan wajib daftar via pixabay.com

Kewajiban untuk memiliki TDP ditujukan kepada setiap unit usaha yang telah berbadan hukum.

Kewajiban tersebut meliputi PT (Perseroan Terbatas), CV, Firma, Koperasi, Perorangan, serta badan usaha lainnya.

Selain itu, setiap kantor cabang, perwakilan, agen, atau kantor pembantu yang berada dibawah naungan sebuah badan usaha juga wajib untuk didaftarkan untuk memiliki TDP.

Kewajiban memiliki TDP juga berlaku kepada perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia. Baik yang berstatus sebagai kantor pusat, kantor cabang, anak perusahaan, agen, dll.

Sedangkan untuk jenis perusahaan jawatan, serta usaha kecil yang belum memiliki izin usaha dimana umumnya masih dijalankan secara pribadi tidak termasuk dalam wajib daftar.

Hal-Hal yang Akan Didaftarkan Pada TDP

Keterbukaan informasi yang diberikan dalam pengajuan tanda daftar perusahaan adalah bentuk gambaran segala aktivitas usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan.

Adapun Gambaran umum keterangan-keterangan yang wajib dilampirkan dalam pengajuan permohonan TDP adalah:

  1. Identitas lengkap perusahaan yakni nama serta merek perusahaan.
  2. Waktu berdirinya perusahaan.
  3. Kegiatan utama serta kegiatan-kegiatan lain perusahaan yang disertai izin-izin kegiatan yang dimiliki.
  4. Informasi lengkap terkait direksi serta dewan komisaris perusahaan, termasuk aktivitas serta usaha-usaha lain para direksi dan komisaris.
  5. Informasi lengkap terkait para pemegang saham perusahaan.
  6. Besaran nominal modal perusahaan.
  7. Waktu kegiatan usaha.
  8. Nomor badan hukum.
  9. Waktu pengajuan permohonan pendaftaran.
  10. dll.

Masa Berlaku TDP

Permohonan tanda daftar perusahaan wajib dilakukan selambat-lambatnya 3 bulan terhitung sejak suatu perusahaan mulai beroperasi.

TDP yang telah resmi terdaftar akan berlaku selama perusahaan tersebut berdiri atau beroperasi di wilayah Indonesia.

Namun setiap perusahaan diwajibkan untuk kembali melakukan registrasi ulang setiap 5 tahun.

Apabila TDP tersebut hilang maka perusahaan pemegang TDP diwajibkan untuk segera mengajukan permohonan penggantian ke kantor tempat pendaftaran maksimal 3 bulan.

Mengajukan Permohonan TDP

cara mengajukan permohonan pendaftaran tdp
Mengajukan permohonan tdp via pixabay.com

Kewenangan untuk membuka dan menerima pendaftaran perusahaan diberikan kepada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yang diselenggarakan di masing-masing wilayah.

Lama proses permohonan tanda daftar perusahaan ditetapkan selambat-lambatnya selama tiga bulan.

Keseluruhan proses tersebut meliputi pendaftaran, pemenuhan kelengkapan, serta penetapan akhir dari pihak berwenang.

Penetapan akhir dari pihak berwenang dapat berupa persetujuan atau penolakan permohonan.

Apabila dalam proses pendaftaran pihak pemohon melengkapi setiap syarat yang ditetapkan maka pihak terkait akan memberikan persetujuan permohonan TDP.

Akan tetapi jika dalam proses terdapat kekeliruan, baik berupa kekurangan persyaratan, keabsahan dokumen, serta hal-hal lain terkait dengan ketertiban umum serta kesusilaan, maka pihak berwenang dapat melakukan penolakan permohonan yang disertai dengan alasan-alasan penolakannya.

Selanjutnya pihak pemohon dapat melakukan perbaikan terhadap alasan-alasan penolakan, atau dapat melakukan banding atas penolakan tersebut.

Cara Mengurus TDP

Pengajuan permohonan pendaftaran perusahaan dapat dilakukan langsung oleh pihak perusahaan atau melalui pemberian kuasa kepada pihak ketiga.

Proses awal permohonan pendaftaran dilakukan dengan melakukan pengisian formulir di kantor pendaftaran.

Pendaftaran dilakukan di kantor pendaftaran perusahaan berdasarkan wilayah domisili perusahaan, anak perusahaan, cabang perusahaan, yang akan didaftarkan.

Apabila tidak tersedia sarana pendaftaran pada wilayah tersebut yang mungkin dikarenakan lokasi cabang atau anak perusahaan terpencil, maka pendaftaran dilakukan di kantor pendaftaran di ibukota daerah atau provinsi yang masih satu daerah dengan perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Permohonan TDP

Jenis TDP yang diurus :

  • Penerbitan Baru
  • Perpanjangan
  • Pembukaan kantor cabang baru
  • Perubahan

Kelengkapan Dokumen Pendaftaran

cara mengurus tdp
cara mengurus tdp via pixabay.com

Bagi anda yang akan mengajukan permohonan pendaftaran, maka anda sebaiknya mempersiapkan dokumen-dokumen berikut sebagai kelengkapan. Yakni:

Dokumen Untuk Permohonan Baru

  • Salinan identitas para penanggung jawab;
  • Salinan akta pendirian perusahaan.
  • Salinan izin gangguan yakni HO.
  • Salinan surat izin usaha perdagangan (SIUP).
  • Salinan nomor pokok wajib pajak (NPWP).
  • Surat kuasa jika pengurusan dikuasakan kepada pihak lain.

Dokumen Untuk Permohonan Perpanjangan

  • Salinan KTP para penanggung jawab.
  • Salinan NPWP.
  • TDP asli dan salinannya yang digunakan sebelumnya.
  • Salinan akta pendirian perusahaan yang telah dilegalisir.
  • Salinan pengesahan badan hukum.
  • Salinan izin gangguan (HO).
  • Salinan SIUP.
  • Surat kuasa jika pengurusan izin diberikan kepada pihak lain.

Dokumen Permohonan Pendaftaran Untuk Cabang Baru

  • Fotocopy identitas penanggung jawab.
  • Surat mandat pimpinan cabang atau akta pembukaan cabang baru.
  • Fotocopy Nomor pokok wajib pajak (NPWP).
  • SIUP kantor pusat yang telah disahkan oleh pihak penerbit SIUP sebanyak tiga rangkap.
  • Fotocopy HO/izin gangguan.
  • Surat kuasa jika pengurusan dokumen dikuasakan kepada pihak ketiga.

Dokumen Permohonan Perubahan

  • Salinan identitas para penanggung jawab.
  • Salinan nomor pokok wajib pajak (NPWP).
  • TDP asli dan salinannya yang telah digunakan sebelumnya.
  • Salinan pendaftaran badan hukum.
  • Salinan Izin gangguan / HO.
  • Surat kuasa jika pengurusan dokumen dikuasakan kepada pihak lain.

Langkah-langkah Cara Mengurus TDP

  1. Setelah semua kelengkapan dokumen terpenuhi, maka pihak pemohon dapat mengajukan permohonan pendaftaran perusahaan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  2. Mendatangi kantor pelayanan berdasarkan wilayah operasional perusahaan untuk mengajukan permohonan.
  3. Pihak pemohon mengisi formulir pendaftaran dan mengajukannya bersamaan dengan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan kepada pihak yang berwenang.
  4. Melakukan pembayaran biaya administrasi yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan menteri perdagangan No. 268/Kep/Ini/85.
  5. Besaran biaya administrasi yang harus dikeluarkan bervariasi berdasarkan wilayah pengurusan serta lama waktu proses pembuatan.
  6. Selanjutnya petugas akan melakukan verifikasi atas semua kelengkapan dokumen yang diperlukan.
  7. Jika semua kelengkapan dokumen telah terpenuhi, maka petugas akan melakukan proses prosedur penerbitan.
  8. Apabila TDP tersebut telah diterbitkan, maka petugas akan menginformasikan kepada pemohon untuk pengambilan TDP.

Demikianlah ulasan singkat mengenai tanda daftar perusahaan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment